Palembang,LamanQu.Com — Deretan batang cerucuk ditancapkan satu per satu ke dalam tanah yang masih lembek di kawasan Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat. Di bawah terik matahari, belasan prajurit TNI bersama warga bekerja tanpa henti.
Palu dipukul bergantian, batang kayu disusun rapi, lalu ditanam hingga kedalaman tertentu sebagai pondasi awal pembangunan jalan sepanjang 750 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang Tahun Anggaran 2026.
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TMMD, pekerjaan pembangunan jalan terus dikebut. Fokus utama saat ini adalah pemasangan cerucuk dalam, sebuah tahapan yang menjadi penentu kekuatan konstruksi jalan. Meski tidak terlihat setelah jalan selesai dibangun, cerucuk memiliki peran vital sebagai penahan tanah agar badan jalan tetap stabil dan tidak mudah mengalami penurunan, terutama di kawasan yang memiliki kontur tanah lunak.
Sejak pagi, sebanyak 12 personel Satgas TMMD bekerja berdampingan dengan empat warga setempat. Mereka membagi tugas, mulai dari mengangkat material, mengatur posisi cerucuk, hingga memastikan setiap batang tertanam dengan kuat sesuai standar teknis. Kebersamaan yang terjalin selama pengerjaan menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang terus dijaga dalam setiap pelaksanaan TMMD.
Bagi masyarakat Talang Jambe, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan tersebut menjadi akses penting yang selama ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarpermukiman. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang belum memadai kerap menyulitkan warga, terutama saat musim hujan ketika permukaan tanah menjadi licin dan berlumpur.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos, mengatakan pemasangan cerucuk merupakan tahapan krusial yang menentukan kualitas jalan dalam jangka panjang.
“Pemasangan cerucuk dalam ini bertujuan memperkuat struktur tanah sebagai pondasi jalan agar lebih kokoh dan tidak mudah mengalami penurunan. Kami ingin hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama,” ujarnya.
Menurut Erik, pembangunan jalan sepanjang 750 meter tersebut menjadi salah satu sasaran utama TMMD karena memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Infrastruktur yang baik diyakini mampu membuka akses yang lebih mudah bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil usaha, hingga mempercepat pelayanan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan warga yang sejak awal pelaksanaan TMMD selalu hadir membantu pekerjaan di lapangan. Kehadiran masyarakat, kata dia, tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
“Semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD. Kami optimistis seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sesuai target berkat kerja sama yang solid antara personel Satgas dan masyarakat,” katanya.
Di lapangan, suasana kebersamaan tampak begitu terasa. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Mereka saling membantu mengangkat material, berbagi alat kerja, bahkan beristirahat bersama di sela-sela pekerjaan.
Kehangatan itu menjadi cerminan bahwa pembangunan bukan hanya soal membangun jalan, tetapi juga membangun rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur. Selain pembangunan jalan, TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang juga mengerjakan berbagai sasaran fisik lainnya, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah ibadah, serta pembangunan fasilitas umum yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Memasuki hari ke-10, seluruh rangkaian pekerjaan terus menunjukkan progres yang positif. Dengan semangat kebersamaan yang tetap terjaga, Satgas TMMD optimistis seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, TMMD kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan. Di atas tanah Talang Jambe, semangat gotong royong terus tumbuh, menguatkan pondasi jalan sekaligus mempererat ikatan antara prajurit dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik.
(Yanti)










