Palembang,LamanQu.Com — Deru mesin bor memang telah berhenti. Namun, bagi prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, pekerjaan belum selesai. Justru pada tahap akhir inilah ketelitian dan tanggung jawab mereka diuji, memastikan setiap tetes air yang keluar dari sumur bor benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat.
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026, sasaran fisik pembangunan sumur bor di Mushola Al-Mufakat memasuki tahap pembongkaran peralatan pengeboran.
Sejak pagi, empat personel TNI bersama seorang warga dan seorang tukang bekerja bahu-membahu membongkar mesin bor yang sebelumnya digunakan menembus lapisan tanah hingga menemukan sumber air.
Bagi prajurit Satgas TMMD, pembongkaran peralatan bukan sekadar mengakhiri proses pengeboran. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum fasilitas tersebut diserahkan kepada masyarakat. Setelah mesin diangkat, pekerjaan berlanjut dengan penyedotan air sumur untuk membersihkan endapan lumpur sekaligus menguji kelancaran debit air yang dihasilkan.
Di bawah terik matahari, para prajurit tampak bergantian mengoperasikan peralatan, memeriksa sambungan pipa, serta memastikan aliran air keluar dengan baik. Sesekali mereka berdiskusi dengan tukang mengenai kondisi teknis sumur agar tidak ada kendala ketika nantinya digunakan oleh jamaah mushola dan warga sekitar.
Semangat gotong royong begitu terasa. Tidak ada sekat antara prajurit TNI dan masyarakat. Mereka bekerja dalam irama yang sama, saling membantu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan hingga tuntas.
Komandan SSK Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Infanteri Pringgo B.S., mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan sumur bor tidak hanya ditentukan oleh proses pengeboran, tetapi juga oleh tahapan akhir yang memastikan kualitas air dan fungsi sumur benar-benar optimal.
“Setelah proses pengeboran selesai, kami melaksanakan pembongkaran peralatan dan penyedotan air untuk memastikan kondisi sumur benar-benar siap digunakan. Kami ingin saat diserahkan nanti, masyarakat bisa langsung memanfaatkan air bersih tanpa kendala,” ujarnya.
Menurut Pringgo, setiap sasaran fisik dalam program TMMD dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Prajurit tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memastikan kualitas hasil pembangunan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Keberadaan sumur bor di Mushola Al-Mufakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan ibadah maupun aktivitas sehari-hari warga sekitar. Selama ini, ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat dinantikan masyarakat.
Program TMMD sendiri tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kerja bersama di lapangan, terjalin hubungan yang semakin erat antara prajurit dengan masyarakat.
Hari demi hari, para prajurit Satgas TMMD terus menunjukkan dedikasi mereka. Bukan hanya membangun jalan, rumah, mushola, maupun sumur bor, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi warga. Di balik seragam loreng yang dikenakan, tersimpan semangat pengabdian yang diwujudkan melalui kerja keras, ketelitian, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan memasuki tahap pembongkaran peralatan dan pengujian debit air, sasaran pembangunan sumur bor di Mushola Al-Mufakat kini semakin dekat menuju penyelesaian. Dalam waktu yang tidak lama lagi, air bersih diharapkan dapat mengalir dan menjadi manfaat nyata dari pengabdian Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang bagi masyarakat Talang Jambe.
(Yanti)










