Palembang,LamanQu.Com-Sejak matahari belum terlalu tinggi, delapan personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang sudah memenuhi Mushola Baitul Magfurin di RT 26 RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Jumat (24/7/2026).
Seragam loreng yang mereka kenakan perlahan dipenuhi debu semen. Telapak tangan yang biasanya menggenggam senjata kini berganti memegang cetok, palu karet, dan alat pemotong granit.
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), wajah mushola mulai berubah. Lantai granit mulai terpasang rapi, sementara dinding yang sebelumnya kusam kini tampak lebih halus setelah memasuki tahap plamir.
Namun, perubahan itu tidak hadir begitu saja. Di balik setiap sudut bangunan yang mulai terlihat indah, ada kerja keras para prajurit yang sejak pagi hingga sore bekerja tanpa mengenal lelah.
Sesekali terdengar suara palu karet memukul granit agar terpasang presisi. Di sudut lain, beberapa personel dengan telaten mengoleskan plamir ke permukaan dinding. Gerakan mereka terlihat begitu terampil. Meski bukan pekerjaan rutin seorang prajurit, seluruh personel melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
Hari itu, fokus pekerjaan memang diarahkan pada pemasangan granit lantai dan penyelesaian plamir dinding. Kedua tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum memasuki proses finishing agar mushola segera dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Semangat para personel semakin terasa ketika dua warga setempat turut bergabung membantu pekerjaan. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat. Mereka saling berbagi tugas, saling bercanda, sekaligus saling menyemangati di tengah cuaca yang cukup terik.
Bagi para personel Satgas TMMD, pekerjaan ini bukan hanya soal menyelesaikan target pembangunan. Mereka menyadari bahwa mushola merupakan pusat kegiatan masyarakat.
Di tempat itulah warga melaksanakan salat berjamaah, menggelar pengajian, membimbing anak-anak mengaji, hingga bermusyawarah dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Karena itu, setiap detail pekerjaan dikerjakan dengan penuh ketelitian. Tidak ada yang ingin hasil pembangunan sekadar selesai, tetapi harus memiliki kualitas terbaik agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama.
Di sela aktivitas, personel masih menyempatkan berbincang dengan warga. Kehangatan itu menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat selama pelaksanaan TMMD. Hubungan yang awalnya hanya sebatas prajurit dan masyarakat perlahan berubah menjadi kedekatan layaknya keluarga.
Marpensi, salah seorang warga, mengaku terharu melihat dedikasi personel TNI yang setiap hari bekerja tanpa mengenal lelah.
“Setiap pagi mereka sudah datang. Sampai sore tetap bekerja. Kami melihat sendiri bagaimana mereka sangat teliti memasang granit dan merapikan dinding. Kami benar-benar bersyukur,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan Mushola Baitul Magfurin sudah mulai terlihat nyata. Bangunan yang sebelumnya tampak sederhana kini perlahan menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Ia berharap pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal sehingga masyarakat kembali memiliki tempat ibadah yang representatif.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh personel terus bekerja maksimal agar setiap sasaran fisik dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Menurutnya, rehabilitasi mushola merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas umum yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat.
“Kami ingin hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan selalu mengutamakan kualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan TMMD bukan hanya ditentukan oleh rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga terjalinnya hubungan yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD menjadi modal penting dalam membangun desa. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan saling percaya.
Memasuki hari ke-10, optimisme semakin menguat. Setiap keping granit yang berhasil dipasang, setiap dinding yang semakin halus, menjadi bukti nyata pengabdian para prajurit yang bekerja dengan hati.
Kelak, ketika azan kembali berkumandang dari Mushola Baitul Magfurin dan masyarakat memenuhi saf untuk beribadah, mungkin tidak banyak yang mengingat berapa banyak semen yang digunakan atau berapa hari pekerjaan berlangsung. Namun, yang akan selalu dikenang adalah jejak pengabdian para prajurit TMMD Kodim 0418/Palembang yang meninggalkan keringat, tenaga, dan ketulusan demi menghadirkan rumah ibadah yang lebih layak.
Di situlah makna sesungguhnya TMMD. Bukan hanya membangun bangunan, tetapi membangun harapan, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, dan meninggalkan warisan kebersamaan yang akan terus hidup di tengah masyarakat.
(Yanti)










