Palembang,LamanQu.Com-Setiap pagi, Ibu Suwarni memulai harinya dengan doa sederhana. Di rumah kecilnya yang berada di RT 20 RW 06, Jalan Pesantren Mahmud Badaruddin II, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, perempuan itu telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan dinding yang mulai rapuh dan ruangan yang jauh dari kata nyaman.
Bagi Ibu Suwarni, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Rumah adalah saksi perjalanan hidupnya, tempat ia membesarkan keluarga dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan semakin memprihatinkan. Dinding yang kusam, bagian dapur yang rusak, serta beberapa sudut rumah yang membutuhkan perbaikan membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak mudah.
Harapan itu akhirnya datang melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Rumah Ibu Suwarni menjadi salah satu sasaran fisik rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat.
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TMMD, Jumat, rehabilitasi rumah Ibu Suwarni terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Sejak pagi, suasana di rumahnya tampak lebih hidup. Dentingan alat kerja, suara adukan semen, hingga canda ringan para prajurit dan warga yang bergotong royong mengisi halaman rumah yang selama ini lebih sering sunyi.
Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel Satgas TMMD melaksanakan apel pagi untuk melakukan pengecekan personel, pembagian tugas, sekaligus menerima arahan agar pekerjaan berjalan aman, tertib, dan sesuai target.
Hari itu, pekerjaan difokuskan pada plester dapur dan pelamir dinding kamar. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi karena akan menentukan kualitas hasil akhir sebelum memasuki tahap pengecatan dan penyelesaian akhir.
Sesekali Ibu Suwarni berdiri di depan rumah memperhatikan setiap sudut bangunan yang kini perlahan berubah. Pandangannya tak lepas dari para prajurit yang bekerja tanpa mengenal lelah. Wajahnya memancarkan rasa syukur yang sulit disembunyikan.
Baginya, bantuan ini bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga mengembalikan harapan yang sempat redup. Ia mengaku tak pernah membayangkan rumah yang selama ini ditempatinya akan diperbaiki secara menyeluruh.
“Saya sangat bersyukur. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu. Mudah-mudahan semua kebaikan ini menjadi amal dan dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Di sela-sela pengerjaan, terlihat hubungan yang akrab antara prajurit dan warga. Tidak ada sekat. Mereka saling membantu mengangkat material, mengaduk semen, hingga membersihkan sisa pekerjaan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas TMMD kembali terasa nyata di lingkungan tersebut.
Wakil Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Deri Septriandi, S.T., M.M., M.Han., mengatakan rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga rumah yang direhabilitasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi pemiliknya.
“Pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dengan tetap mengedepankan kualitas dan ketepatan waktu. Kami ingin hasilnya benar-benar layak sehingga masyarakat dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan yang terbangun selama proses pekerjaan menjadi modal sosial yang penting dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Program TMMD Ke-129 di wilayah Kodim 0418/Palembang sendiri menghadirkan berbagai sasaran pembangunan, mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, perbaikan fasilitas ibadah, hingga pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Bagi Ibu Suwarni, perubahan rumahnya mungkin hanya satu dari sekian banyak sasaran TMMD. Namun, bagi dirinya dan keluarga, perubahan itu adalah awal kehidupan yang baru.
Sebentar lagi, dapur yang dahulu kusam akan menjadi tempat menyiapkan hidangan dengan lebih nyaman. Kamar yang sebelumnya penuh retakan akan menjadi ruang beristirahat yang lebih aman.
Rumah yang selama ini dipenuhi kekhawatiran perlahan berubah menjadi tempat pulang yang menghadirkan ketenangan.
Di balik adukan semen dan plester yang menempel di dinding, tersimpan nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik. Ada kepedulian, kebersamaan, dan harapan yang sedang dibangun bersama—membuktikan bahwa TMMD bukan hanya membangun rumah, tetapi juga menguatkan mimpi dan masa depan masyarakat.
(Yanti)










