Palembang,LamanQu.Com-Senyum itu tak henti-hentinya menghiasi wajah Ibu Sumilah. Perempuan yang tinggal di RT 19 RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, itu berkali-kali memandang rumahnya yang kini perlahan berubah.
Dinding yang sebelumnya kusam mulai rapi diplester, sementara bagian plafon rumah telah dipasang oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi banyak orang, pemasangan plafon atau plester dapur mungkin merupakan pekerjaan biasa. Namun, bagi Ibu Sumilah, setiap bagian rumah yang diperbaiki adalah simbol hadirnya harapan baru setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Rumah berukuran 8 x 15 meter itu selama ini menjadi tempat berteduh bagi enam anggota keluarga. Ibu Sumilah tinggal bersama anak, menantu, serta dua cucunya. Dengan kondisi ekonomi yang sederhana, memperbaiki rumah bukanlah perkara mudah. Kebutuhan sehari-hari lebih sering menjadi prioritas dibandingkan memperbaiki bangunan yang mulai lapuk dimakan usia.
“Alhamdulillah, saya senang sekali dibantu. Saya bersyukur ada bantuan seperti ini. Kami memang tidak punya kemampuan untuk memperbaiki rumah sendiri,” tutur Ibu Sumilah dengan mata berbinar.
Ia mengaku keluarganya belum pernah menerima bantuan rehabilitasi rumah sebelumnya. Karena itu, saat rumahnya menjadi salah satu sasaran program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TMMD ke-129, rasa syukur langsung memenuhi hati seluruh anggota keluarganya.
“Terima kasih kepada Kodim 0418/Palembang. Kami benar-benar terbantu. Mudah-mudahan semua yang membantu diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah,” ucapnya penuh haru.
Setiap hari, Ibu Sumilah menyaksikan prajurit TNI bekerja bersama masyarakat. Suara palu, adukan semen, hingga canda ringan para anggota Satgas menjadi pemandangan yang kini menghidupkan suasana rumahnya. Baginya, bukan hanya bangunan yang sedang diperbaiki, tetapi juga semangat dan harapan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Program TMMD memang bukan sekadar membangun fisik. Kehadiran para prajurit di tengah masyarakat membawa pesan bahwa negara hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan. Di rumah sederhana milik Ibu Sumilah, nilai gotong royong itu terasa begitu nyata.
Pemasangan plafon dan plester dapur yang terus dikebut menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD agar rumah tersebut segera selesai dan dapat ditempati dengan nyaman. Proses pengerjaan berlangsung lancar sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan, seluruh personel berkomitmen menyelesaikan setiap sasaran fisik tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.
“Kami berharap rehabilitasi rumah Ibu Sumilah dapat berjalan lancar hingga selesai. Dengan demikian, beliau bersama keluarganya dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman,” ujar Erik.
Menurutnya, program rehabilitasi RTLH menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. Rumah yang layak huni bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup sebuah keluarga.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan yang terus berlangsung, senyum Ibu Sumilah menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah kepedulian. Bagi keluarga kecilnya, TMMD bukan hanya menghadirkan rumah yang lebih baik, tetapi juga mengembalikan keyakinan bahwa di balik setiap kesulitan selalu ada tangan-tangan yang siap membantu.
Ketika pengerjaan nanti rampung, rumah itu bukan sekadar berdiri dengan dinding yang lebih kokoh dan plafon yang baru. Rumah itu akan menjadi saksi bahwa semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi keluarga Ibu Sumilah untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.
(Yanti)










