Palembang,LamanQu.Com— Suara ketukan palu, gesekan alat pemasang granit, dan aktivitas para prajurit TNI bersama warga terdengar silih berganti di Mushola Baitul Magfurin, RT 26 RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (24/7/2026).
Memasuki hari ke-10 pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, rehabilitasi rumah ibadah tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Jika beberapa hari sebelumnya bagian dalam mushola masih dipenuhi material bangunan, kini wajah bangunan mulai tampak berbeda. Lantai granit mulai terpasang rapi, sementara dinding yang sebelumnya kusam perlahan berubah lebih halus setelah memasuki tahap plamir.
Perubahan itu menjadi penanda bahwa proses rehabilitasi terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Pada hari ke-10 ini, Satgas TMMD memfokuskan pekerjaan pada pemasangan granit lantai dan plamir dinding. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum memasuki proses penyelesaian akhir agar mushola dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dengan kondisi yang lebih layak dan nyaman.
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh delapan personel TNI bersama dua warga setempat. Kebersamaan itu menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan TMMD, di mana prajurit dan masyarakat bekerja berdampingan demi mewujudkan fasilitas umum yang lebih baik.
Di sela-sela pekerjaan, para personel terlihat saling berbagi tugas. Sebagian memasang granit dengan teliti agar hasilnya presisi, sementara yang lain meratakan plamir pada dinding. Warga yang ikut bergabung pun tampak antusias membantu sesuai kemampuan mereka. Suasana penuh semangat tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal menyelesaikan bangunan, tetapi juga membangun kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Bagi warga sekitar, rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Mushola ini merupakan pusat aktivitas keagamaan sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari shalat berjamaah, pengajian, hingga pendidikan agama bagi anak-anak.
Salah seorang warga, Marpensi, mengaku bersyukur melihat perkembangan rehabilitasi mushola yang dinilai berlangsung cepat dan rapi.
“Alhamdulillah, kami sangat senang melihat pengerjaannya sudah semakin maju. Sekarang dinding sudah diplamir dan granit juga mulai dipasang. Semoga semua pekerjaan berjalan lancar sampai selesai sehingga kami bisa segera beribadah dengan lebih nyaman,” katanya.
Menurutnya, selama proses rehabilitasi berlangsung, warga terus mengikuti perkembangan pekerjaan setiap hari. Mereka merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung program tersebut karena manfaatnya akan dirasakan bersama dalam jangka panjang.
Harapan serupa juga dirasakan warga lainnya. Mereka menilai kehadiran Satgas TMMD telah membawa semangat baru bagi lingkungan sekitar. Selain memperbaiki kondisi bangunan, program tersebut juga memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri kehidupan masyarakat.
Program rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin merupakan salah satu sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang. Selain pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, program ini juga mencakup pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan sumur bor, pembangunan infrastruktur lingkungan, hingga berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai sasaran tersebut, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi semangat utama program TMMD.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh pekerjaan terus dipantau agar dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik.
Ia berharap rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan.
“Kami berharap rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin dapat selesai dengan baik sehingga masyarakat memiliki tempat ibadah yang lebih nyaman, aman, dan representatif untuk menjalankan berbagai kegiatan keagamaan,” ujar Erik.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan tersebut. Karena itu, keterlibatan warga dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi bagian penting dari keberhasilan program.
Memasuki hari ke-10, progres rehabilitasi yang terus meningkat menjadi optimisme bahwa target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal. Setiap lapisan granit yang terpasang dan setiap dinding yang dirapikan menjadi simbol kerja keras para prajurit dan warga yang bersatu membangun lingkungan mereka.
Bagi masyarakat RT 26 RW 05, perubahan yang terjadi di Mushola Baitul Magfurin bukan hanya menghadirkan bangunan yang lebih indah. Lebih dari itu, mushola tersebut diharapkan menjadi tempat yang semakin nyaman untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, dan membina generasi muda.
Ketika rehabilitasi nanti rampung, Mushola Baitul Magfurin akan menjadi salah satu jejak nyata pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang. Sebuah bukti bahwa melalui semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, pembangunan tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih kokoh, tetapi juga memperkuat harapan serta kebersamaan masyarakat dalam menatap masa depan.
(Yanti)










