• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Pendidikan

Segel Rektorat dan Ancaman Mosi Tidak Percaya, Krisis Dialog di Universitas PGRI Palembang?

Reporter YN
21 Juni 2026
Segel Rektorat dan Ancaman Mosi Tidak Percaya, Krisis Dialog di Universitas PGRI Palembang?
Bagikan ke Whatsapp

PALEMBANG,LamanQu. Com-Gelombang kritik terhadap tata kelola kampus kembali mencuat di lingkungan Universitas PGRI Palembang. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas bersama Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan BEM fakultas turun langsung ke depan Gedung Rektorat, Sabtu (20/6/2026), membawa sederet tuntutan yang mereka nilai menyangkut hak dasar mahasiswa.

 

Aksi yang dipimpin Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Andri Manan, tidak sekadar menjadi agenda penyampaian aspirasi biasa. Di tengah kekecewaan terhadap tidak hadirnya pimpinan universitas untuk menemui massa, mahasiswa memilih melakukan penyegelan simbolis terhadap kantor rektorat sebagai bentuk tekanan agar pihak kampus membuka ruang dialog yang selama ini mereka nilai tertutup.

 

Langkah tersebut menandai memuncaknya akumulasi persoalan yang selama beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa. Tidak hanya menyangkut fasilitas pendidikan, aksi ini juga menyoroti isu yang lebih sensitif, mulai dari transparansi penyelenggaraan Fakultas Kedokteran hingga penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Fasilitas Pendidikan Jadi Sorotan
Dalam tuntutannya, mahasiswa menilai sejumlah sarana pembelajaran masih jauh dari harapan. Kondisi ruang kuliah, ketersediaan bangku dan kursi, papan tulis, infokus, pendingin ruangan, hingga fasilitas penunjang akademik lainnya disebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak universitas.

 

Bagi mahasiswa, persoalan fasilitas bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan berkaitan langsung dengan kualitas proses belajar mengajar. Mereka berpendapat bahwa mahasiswa yang telah memenuhi kewajiban akademik dan administrasi berhak memperoleh lingkungan pendidikan yang layak dan sesuai standar mutu perguruan tinggi.

Polemik Laboratorium dan Fakultas Kedokteran
Salah satu isu yang paling mendapat perhatian dalam aksi tersebut adalah keberadaan laboratorium yang disebut telah dialihkan untuk kebutuhan Fakultas Kedokteran.

 

Mahasiswa mendesak agar fungsi laboratorium yang sebelumnya digunakan oleh fakultas-fakultas lain dapat dikembalikan dan ditingkatkan kelayakannya. Mereka khawatir keterbatasan fasilitas praktikum akan berdampak pada kualitas pembelajaran mahasiswa serta mengurangi efektivitas proses akademik.

Di sisi lain, mahasiswa juga meminta keterbukaan informasi mengenai penyelenggaraan Fakultas Kedokteran, mulai dari kesiapan sarana-prasarana, tenaga pengajar, sistem akademik, hingga pemenuhan standar pendidikan yang dipersyaratkan.
Tuntutan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan akan transparansi yang lebih besar dalam pengembangan fakultas baru yang selama ini menjadi salah satu program strategis universitas.

Dugaan Kekerasan Seksual dan Evaluasi Satgas TPKS
Aspek lain yang menjadi perhatian serius mahasiswa adalah penanganan dugaan kasus pelecehan atau kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pimpinan universitas mengambil langkah tegas terhadap oknum dosen yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual apabila terbukti melalui mekanisme pemeriksaan yang berlaku.
Mereka juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas TPKS).

Bahkan, mahasiswa meminta agar satgas tersebut dibubarkan apabila terbukti tidak mampu menjalankan fungsi pencegahan, pendampingan, dan penanganan kasus secara profesional serta berpihak kepada korban.

Isu ini menjadi perhatian penting karena menyangkut rasa aman civitas akademika dan reputasi institusi pendidikan tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan seksual.

 

Ketidakhadiran Rektor Memicu Kekecewaan
Di tengah penyampaian tuntutan tersebut, mahasiswa mengaku kecewa karena Rektor Universitas PGRI Palembang, Prof. Dr. Bukman Lian, tidak hadir menemui massa aksi.
Bagi mahasiswa, kehadiran pimpinan kampus dalam situasi seperti ini sangat penting sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi civitas akademika sekaligus upaya membangun komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan pihak universitas.

 

 

Ketidakhadiran tersebut kemudian menjadi salah satu alasan yang mendorong massa melakukan penyegelan simbolis terhadap kantor rektorat.
Mahasiswa menilai bahwa penyelesaian berbagai persoalan kampus tidak dapat dilakukan melalui komunikasi satu arah, melainkan membutuhkan dialog terbuka dan transparan yang melibatkan seluruh pihak terkait.

 

 

Ancaman Aksi Lanjutan dan Desakan Mundur
Aksi Sabtu kemarin juga memunculkan ultimatum yang cukup keras dari mahasiswa.
Mereka menegaskan bahwa apabila tuntutan yang disampaikan tidak ditindaklanjuti secara serius dan tidak memiliki target penyelesaian yang jelas, maka gerakan mahasiswa akan memasuki tahap berikutnya dengan tuntutan yang lebih besar, yakni mendesak Rektor Universitas PGRI Palembang untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Desakan tersebut, menurut mahasiswa, merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan institusional apabila pimpinan universitas dinilai tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka anggap mendasar.

*Menunggu Jawaban Resmi Rektorat*

Aksi penyegelan rektorat ini menjadi salah satu dinamika kampus yang cukup menyita perhatian publik pendidikan di Palembang. Di satu sisi, mahasiswa mengklaim sedang memperjuangkan hak-hak akademik dan perlindungan terhadap civitas kampus. Di sisi lain, berbagai tudingan dan tuntutan yang disampaikan tetap memerlukan tanggapan resmi dari pihak universitas agar publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

Hingga berita ini disusun, pihak Rektorat Universitas PGRI Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mahasiswa maupun berbagai tuntutan yang disampaikan.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada Rektor Universitas PGRI Palembang, Prof. Dr. Bukman Lian, beserta jajaran rektorat guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi atas sejumlah persoalan yang menjadi sorotan mahasiswa tersebut.

(Yanti/ril)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Perkuat Sinergitas, Danlanud Smh Audiensi ke Sejumlah Forkopimda Provinsi Sumsel Sekaligus Perkenalan Sebagai Danlanud Yang Baru

Next Post

Ukir Senyum Yatim & Dhuafa di Wilayah Operasi, Wujud Syukur Kilang Plaju Untuk Pertamina Berkah

YN

Info Terkait

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

27 Oktober 2026
Terancam Kehilangan Tempat Usaha, Pedagang UMKM 2 Ulu Minta Perlindungan HAM

Terancam Kehilangan Tempat Usaha, Pedagang UMKM 2 Ulu Minta Perlindungan HAM

27 Oktober 2026
Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Relawan Pertamina Peduli RU Plaju Hadir untuk Masyarakat di Tiga Wilayah

Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Relawan Pertamina Peduli RU Plaju Hadir untuk Masyarakat di Tiga Wilayah

27 Oktober 2026
Tiga Bis Rombongan Peserta Mengunjungi Destinasi Wisata, Berikut Disampaikan Ketua DPD Astindo Sumsel

Tiga Bis Rombongan Peserta Mengunjungi Destinasi Wisata, Berikut Disampaikan Ketua DPD Astindo Sumsel

27 Oktober 2026
Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

27 Oktober 2026
Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

26 Oktober 2026

Berita Terbaru

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

Terancam Kehilangan Tempat Usaha, Pedagang UMKM 2 Ulu Minta Perlindungan HAM

Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Relawan Pertamina Peduli RU Plaju Hadir untuk Masyarakat di Tiga Wilayah

Tiga Bis Rombongan Peserta Mengunjungi Destinasi Wisata, Berikut Disampaikan Ketua DPD Astindo Sumsel

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

Bicara Soal Pendidikan, Diknas Dan Komisi IV DPRD Kota Serta KOSGORO 1957 Gelar Diskusi Lintas Lembaga

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Pelantikan KPSTI Sumsel 2026–2030, Imam Mustakim Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Bangsa

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In