Palembang,LamanQu.Com— Suara palu yang berpadu dengan derit gergaji kembali terdengar dari sebuah rumah sederhana di Jalan Gotong Royong, RT 19 RW 05, Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Jumat (24/7/2026). Memasuki hari ke-10 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, personel Satgas terus mengebut rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sumilah.
Tak ada waktu yang terbuang. Sejak pagi, para prajurit TNI bersama warga bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan di bagian dalam rumah. Sejumlah personel tampak memasang plafon pada bagian atas ruangan, sementara yang lain merapikan dinding kamar dengan proses pelamir agar permukaan tembok menjadi lebih halus dan siap memasuki tahap penyelesaian berikutnya.
Di tengah aktivitas tersebut, semangat gotong royong menjadi pemandangan yang paling menonjol. Sebanyak tujuh personel TNI bekerja bersama tiga warga sekitar tanpa mengenal lelah. Mereka saling berbagi tugas, memastikan setiap bagian rumah dikerjakan dengan teliti sehingga hasilnya tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki kualitas yang baik.
Rehabilitasi rumah Ibu Sumilah menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan kini mulai menunjukkan perubahan signifikan. Bagian-bagian yang sebelumnya kusam dan kurang layak perlahan berubah menjadi bangunan yang lebih kokoh, bersih, dan nyaman untuk dihuni.
Bagi Satgas TMMD, keberhasilan program ini bukan sekadar menyelesaikan pembangunan sesuai target waktu. Lebih dari itu, setiap pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan mutu agar rumah yang telah direhabilitasi benar-benar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemiliknya dalam jangka panjang.
Wakil Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., mengatakan bahwa seluruh sasaran rehabilitasi RTLH terus dikerjakan secara bertahap sesuai progres yang telah direncanakan.
“Pengerjaan terus kami kebut sesuai tahapan yang telah direncanakan. Namun, kami juga tetap mengutamakan kualitas agar rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam waktu yang lama,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan menjadi faktor penting yang membuat pekerjaan berlangsung lebih cepat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga.
“Sinergi antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh warga penerima manfaat,” katanya.
Ia menambahkan, TMMD bukan semata-mata program pembangunan infrastruktur, melainkan juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.
“Melalui gotong royong, TNI hadir bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat.
Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap pelaksanaan TMMD,” ungkapnya.
Pelaksanaan rehabilitasi rumah Ibu Sumilah menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Setiap dinding yang dirapikan, setiap plafon yang terpasang, hingga setiap sudut rumah yang diperbaiki menjadi simbol hadirnya kepedulian negara melalui tangan-tangan para prajurit TNI.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif hingga hari ke-10, Satgas TMMD Kodim 0418/Palembang optimistis rehabilitasi rumah Ibu Sumilah dapat diselesaikan sesuai target. Kehadiran rumah yang lebih layak diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal keluarga penerima manfaat, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat tetap hidup dan menjadi fondasi utama dalam membangun kesejahteraan warga.
(Yanti)










