LamanQu.Com – Wamendagri Bima Arya menekankan efisiensi anggaran dan sinergi pusat-daerah. Selain itu, hal tersebut menjadi kunci utama ekonomi daerah.
Pemerintah mendorong kepala daerah mengedepankan efisiensi belanja serta inovasi PAD. Selanjutnya, pengawalan PSN harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
“Jadi, kami sering menyemangati para kepala daerah dengan poin-poin efisiensi, inovasi PAD, kemudian PSN yang sebagian kepala daerah menganggap itu rasanya berat, tapi rasanya kalau dikawal sama-sama itu justru bisa mengungkit ekonomi daerah,” kata Bima. Selasa (28/4/2026).
Kapasitas fiskal Jawa Tengah dinilai sangat mantap secara nasional. “Kalau kita lihat bapak-ibu sekalian, kapasitas fiskal di Jawa Tengah ini mantap,” ujarnya.
Namun, Bima mengingatkan daerah yang kemandirian fiskalnya masih sangat rendah. Oleh sebab itu, pengelolaan anggaran harus tetap rasional.
“Kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal,” tegas Bima Arya sejalan dengan itu.
Di sisi lain, sinergi menjadi faktor penting keberhasilan program prioritas. Akhirnya, optimisme muncul jika para pemimpin daerah terus bersemangat.
“Ketika birokrasi dan para pemimpinnya bersinergi, ketika kepala daerah semangat untuk menjadikan program prioritas sebagai pengungkit ekonomi daerah, maka Insyaallah Jawa Tengah akan selalu terdepan,” pungkasnya.





