Palembang,LamanQu.Com-PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus memperkuat komitmen dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan produktif melalui kegiatan Capacity Building Tim LKS Bipartit yang digelar di Gedung Kantor Induk UID S2JB, Palembang, Selasa (19/5).
Mengusung tema “Together We Thrive Stronger as One Team” atau “Memperkuat Kemitraan untuk Hubungan Industrial yang Harmonis”, kegiatan ini diikuti oleh 116 peserta yang terdiri dari unsur manajemen, pegawai, dan serikat pekerja dari seluruh unit kerja PLN UID S2JB.
Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit sendiri merupakan forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah antara manajemen perusahaan dengan pekerja atau serikat pekerja dalam membahas berbagai isu ketenagakerjaan dan hubungan industrial. Forum ini menjadi sarana strategis untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
Dalam kegiatan ini, PLN UID S2JB turut menghadirkan unsur pemerintah sebagai pembina hubungan industrial, yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan H. Indra Bangsawan dan Kepala Bidang Syarat Kerja dan Jaminan Sosial Disnakertrans Provinsi Sumsel Eky Zakya. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi komunikasi dan motivator nasional Helmy Yahya sebagai narasumber eksternal.
General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB, Diksi Erfani Umar menegaskan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan produktivitas perusahaan.
“PLN meyakini bahwa kolaborasi yang kuat antara manajemen dan pekerja menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, adaptif, dan produktif. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi serta membangun komunikasi yang lebih konstruktif di seluruh lini organisasi,” ujar Diksi.
Ia menambahkan, keberadaan LKS Bipartit memiliki peran strategis sebagai ruang komunikasi dan konsultasi antara perusahaan dan pekerja dalam menghadapi berbagai isu ketenagakerjaan secara musyawarah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta terkait hubungan industrial, tetapi juga mampu membangun budaya kerja kolaboratif yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Selatan, H. Indra Bangsawan mengapresiasi langkah PLN UID S2JB dalam memperkuat kapasitas forum hubungan industrial di lingkungan perusahaan.
“LKS Bipartit memiliki peran penting sebagai ruang dialog antara perusahaan dan pekerja. Ketika komunikasi dibangun secara terbuka dan kolaboratif, maka iklim kerja yang sehat dapat tercipta,” ungkapnya.
Ia juga menilai penguatan kapasitas anggota LKS Bipartit menjadi langkah strategis dalam menciptakan hubungan kerja yang adaptif di tengah dinamika dunia ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Dalam sesi pembekalan, Helmy Yahya turut menekankan pentingnya membangun komunikasi, kolaborasi, dan kekompakan tim sebagai fondasi utama dalam menciptakan organisasi yang kuat dan adaptif. Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh sistem kerja yang baik, tetapi juga kemampuan seluruh elemen organisasi untuk saling percaya dan bergerak bersama mencapai tujuan perusahaan.
Selain menghadirkan narasumber eksternal dan pembicara dari instansi ketenagakerjaan, kegiatan ini juga dikemas melalui sesi diskusi interaktif, dan aktivitas penguatan kerja tim guna membangun semangat kebersamaan antaranggota LKS Bipartit. Program ini menjadi wujud nyata implementasi Program Kerja Hubungan Industrial untuk menciptakan hubungan kerja yang berkeadilan dan berkelanjutan di lingkungan PLN UID S2JB.
(Yanti)










