LamanQu.Com – Presiden Prabowo Subianto membeberkan alasan fundamental di balik langkahnya menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu. Oleh karena itu, momentum ini mencatatkan sejarah baru dalam tradisi ketatanegaraan Indonesia.
Selain itu, dalam pidatonya yang dipantau melalui tayangan virtual, Kepala Negara menegaskan bahwa kehadiran langsung dirinya sangat krusial mengingat eskalasi tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang sarat akan konflik serta ketidakpastian. Meskipun episentrum pertempuran saat ini berada di Eropa dan Timur Tengah, dampaknya secara nyata ikut mengguncang stabilitas ekonomi domestik.
Prabowo menegaskan, “Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan yang walaupun jauh dari kita, tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita. Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara.”
Maka dari itu, langkah taktis ini merupakan manifestasi nyata dari sumpah jabatan yang telah diucapkannya di hadapan rakyat untuk senantiasa menjalankan UUD 1945, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta aktif menjaga ketertiban dunia. Selanjutnya, Presiden mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak boleh dipandang sekadar sebagai tumpukan berkas keuangan atau dokumen akuntansi semata.
Sementara itu, bagi Kepala Negara, APBN sejatinya merupakan instrumen perjuangan taktis untuk memproteksi segenap tumpah darah Indonesia, memperkokoh fondasi ekonomi makro, dan menjadi kompas pemandu perjalanan bangsa ke depan. Postur anggaran ini dirancang sebagai platform komitmen bersama untuk mewujudkan kedaulatan yang seutuhnya.
“APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar kita, Undang-Undang Dasar tahun 1945. Suatu Undang-Undang Dasar yang lahir dari kancah perjuangan lama yaitu cita-cita mewujudkan suatu negara Indonesia yang merdeka, yang berdaulat, yang adil, yang makmur, yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” imbuh Presiden.
Terlebih lagi, dalam kesempatan yang bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tersebut, Prabowo turut melayangkan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada pimpinan serta seluruh anggota MPR, DPR, dan DPD RI atas penyelenggaraan rapat yang berjalan khidmat.




