Pembukaan pidato Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam forum internasional Ecosperity Week 2026 berlangsung dengan sangat hangat, personal, dan penuh refleksi. Selasa (19/05/2026).
Momentum ini menjadi cerminan eratnya jalinan diplomasi antara Indonesia dan Singapura yang terus bertumbuh secara dinamis melewati berbagai generasi.
Selain itu, di hadapan para pimpinan korporasi global, investor, diplomat, serta pejabat mancanegara, Menko AHY mengawali narasinya dengan memutar kembali memori masa mudanya saat bermukim di Negeri Singa lebih dari dua dekade silam. Alumnus Nanyang Technological University (NTU) tersebut berujar, “Dua puluh tahun lalu saya datang ke kota ini sebagai letnan muda Angkatan Darat yang baru menikah untuk melanjutkan studi di NTU,”
Maka dari itu, Singapura dinilai memegang peranan krusial dalam perjalanan hidup sekaligus pembentukan cakrawala kepemimpinannya. Pengalaman hidup sederhana bersama sang istri di wilayah Jurong West, rutinitas akademik di NTU, hingga pengamatannya terhadap kedisiplinan dan tata kota Singapura diakui telah memberikan banyak bekal berharga mengenai esensi visi pembangunan dan pelayanan publik.
Selanjutnya, Menko AHY juga menyinggung rajutan hubungan karibnya dengan Chairman Temasek, Teo Chee Hean. Sosok tersebut dipandang bukan sekadar tokoh sentral di Singapura, melainkan figur yang berkontribusi masif dalam memperkokoh jembatan kemitraan kedua negara tetangga. Menko AHY mengungkapkan, “Saya mengenal Pak Teo tidak hanya sebagai negarawan yang membantu membangun begitu banyak kemitraan Indonesia dan Singapura, tetapi juga sebagai pribadi,”
Sementara itu, atmosfer emosional kian terasa manakala Menko AHY mengorelasikan kehadirannya sebagai pembicara di Ecosperity Week dengan fondasi kepercayaan antargenerasi yang dibangun melalui sektor pendidikan dan pelayanan publik. Beliau memaparkan, “Tahun lalu NTU memberikan penghargaan Nanyang Distinguished Alumni Award kepada saya. Saya menerimanya bukan hanya sebagai penghargaan pribadi, tetapi sebagai penghormatan terhadap persahabatan antara Indonesia dan Singapura yang tumbuh melalui pendidikan, pelayanan publik, dan lintas generasi,”
Terlebih lagi, sambutan penuh kehangatan yang diberikan oleh Teo Chee Hean di awal sesi forum kian menegaskan kedekatan personal yang terjalin di antara kedua tokoh tersebut. Oleh sebab itu, bagi Menko AHY, relasi bilateral antara Indonesia dan Singapura kini telah bertransformasi jauh melampaui batas kerja sama ekonomi konvensional.
Kemudian, aspek kepercayaan, sinergi yang konsisten, dan keberlanjutan hubungan antargenerasi dinilai sebagai modalitas utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan di kawasan Asia ke depan. Beliau menekankan, “Persahabatan antarnegara dibangun oleh orang-orang yang terus hadir, menjaga kepercayaan, dan tetap bekerja bersama bahkan ketika dunia sedang menghadapi tantangan besar,”
Lewat podium internasional tersebut, Menko AHY menggarisbawahi bahwa masa depan Asia akan sangat ditentukan oleh kapabilitas negara-negara di kawasan dalam mengonstruksi kolaborasi yang resilien, adaptif, terbuka, dan berkelanjutan di tengah pusaran ketidakpastian geopolitik global saat ini.




