LamanQu.Com – Program rehabilitasi masif sebanyak 10.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat siap digulirkan pada tahun ini. Oleh karena itu, realisasi kebijakan strategis yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) tersebut diharapkan dapat langsung mendongkrak kesejahteraan keluarga prasejahtera.
Selain itu, kepastian mengenai peta jalan eksekusi program ini dibahas secara mendalam dalam forum audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Selasa (19/05/2026).
Wamensos Agus Jabo menyatakan, “Khusus untuk Tabanan, sementara yang bisa kita bantu adalah (renovasi) rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan Kementerian PKP,”
Maka dari itu, sebagai langkah awal di Kabupaten Tabanan, sebanyak 31 unit hunian milik orang tua siswa telah divalidasi untuk masuk dalam daftar prioritas perbaikan. Selanjutnya, proyek pengerjaan fisik bangunan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026 mendatang guna merespons cepat aspirasi dari pemerintah daerah setempat terkait penanganan kemiskinan dan pemenuhan papan layak huni.
Sementara itu, selain mematangkan agenda pembenahan hunian di Bali, pertemuan tersebut juga mengupas akselerasi pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Terlebih lagi, pihak Pemerintah Kota Baubau dilaporkan telah melokalisasi lahan strategis seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea, yang secara teknis telah dinyatakan lolos verifikasi kelayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Oleh sebab itu, kelengkapan berkas administrasi dan sertifikasi tanah yang telah rampung membuat Baubau kini resmi ditempatkan dalam daftar proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen fase ketiga. Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat menjelaskan bahwa wilayah ini tinggal menunggu ketetapan legalitas final dari Menteri Sosial untuk memulai konstruksi.
Kemudian, menanggapi keseriusan mitra daerah, Wamensos Agus Jabo menekankan bahwa pemerintah pusat akan selalu memberikan prioritas tinggi kepada wilayah yang menunjukkan komitmen dan keseriusan nyata. Dengan demikian, daerah kepulauan di Sulawesi yang masih memiliki keterbatasan akses fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dapat segera terakomodasi dengan baik.










