Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (13/5/2026). Pertemuan ini membahas persiapan ajang promosi pariwisata internasional bergengsi, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Mei mendatang.
Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, melaporkan bahwa antusiasme dunia internasional terhadap BBTF tetap tinggi meski di tengah dinamika geopolitik global. Tahun ini, ajang tersebut akan dihadiri oleh lebih dari 400 buyer dari 44 negara serta 280 eksibitor dari 4 negara.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan Indonesia. Wapres sangat mendukung agar event ini terus dibesarkan dan diperkuat,” ujar I Putu Winastra usai pertemuan tersebut.
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Wapres Gibran menekankan pentingnya pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat promosi terpadu dan perluasan pasar internasional guna meningkatkan lapangan kerja serta devisa negara.
Menariknya, Wapres berencana memberikan dorongan yang lebih luas dengan mengajak para gubernur di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam BBTF pada masa-masa mendatang. Langkah ini bertujuan agar promosi tidak hanya terpusat di Bali, tetapi juga mencakup seluruh destinasi unggulan di tanah air.
“Kementerian Luar Negeri membantu mempromosikan BBTF melalui seluruh perwakilan RI di luar negeri, sementara Kementerian Pariwisata mendukung kehadiran para buyer internasional,” jelas Putu Winastra mengenai sinergi lintas kementerian.
Sebagai organisasi yang menaungi 365 biro perjalanan wisata, ASITA Bali menegaskan komitmennya untuk berperan sebagai “ambasador” promosi pariwisata Indonesia. Terlebih lagi, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pelaku industri diharapkan mampu memastikan pariwisata Indonesia tetap kompetitif di pasar global.
Selanjutnya, keberhasilan BBTF 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan sektor inbound pariwisata pascapandemi dan ketidakpastian global. Akhirnya, dengan dukungan penuh dari pimpinan negara, ajang ini diproyeksikan bakal memperkokoh posisi Indonesia sebagai destinasi wisata utama di kawasan Asia Pasifik.





