• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Februari 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Hukum

5 Bulan Jalan Ditempat, Investor Proyek IPAL Palembang Minta Segera Ada Tersangka

Reporter YN
3 November 2025
Investor Proyek IPAL Palembang
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Sri M. Tuti, seorang investor yang melaporkanTuti Apriyani selaku Direktur Cabang PT Kartika EkaYasa yang awalnya yang memenangkan C1 Dengan Kontrak No.303/05/SpP/SDAIL /DPURRI /2023 dari proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Pemkot Palembang, meminta agar segera ada penetapan tersangka atas laporannya yang dinilai jalan di tempat, Senin (3/11/2025).

Laporan tersebut dibuat di Polrestabes Palembang. Tak hanya satu dugaan tindak pidana, namun terdapat sejumlah laporan mulai dari dugaan penggelapan dalam jabatan atas pengalihan rekening perusahaan kontraktor proyek IPAL, hingga pencurian berkas dan aset.

Bukan tanpa alasan, laporan tersebut dibuat setelah terjadi pemutusan kontrak kerja secara sepihak yang membuatnya merugi hingga Rp7 miliar.

Penasihat hukum pelapor, Bagoes Edy Gunawan, SH., MH. didampingi Raden Ayu Widya Sari, SH., MH., dari kantor Hukum Nazarudin SH dan rekanan dalam keterangan resminya meminta penyidik dapat segera menyerahkan berkas penyidikan kasus klien mereka ke kejaksaan.

“SPDP sudah kami terima, tapi berkas belum dikirim. Bahkan para terlapor sudah diperiksa, kenapa tidak ditindaklanjuti,” ucapnya.

Dalam kasus ini, diungkap ada empat Laporan dengan 6 nama yang dilaporkan, di antaranya Tuti Apriyani, selaku Direktur PT Kartika Ekayasa pelaksana proyek IPAL, lalu Alfatan selaku Project Manager dari PT Kartika Ekayasa. Keduanya dilaporkan atas dugaan penggelapan dalam jabatan dan pencurian ,Sisil dan Syarif degan pasal pencurian berkas dan peralatan logistic.

Kemudian satu oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PUPR Palembang, Ade Abdillah, dilaporkan atas pencurian dan penyelahan wewenang jabatan , dan M Aripin Sebagai oknum indikasi advokat

“Kalau tidak ada tindak lanjut dari penyidik, kami akan mengambil langka melaporkan ini ke Mabes Polri,” tegas Bagoes.

Seperti diketahui, pada bulan Januari 2024, PT Kartika Ekayasa telah mendapatkan kontrak dengan Dinas PUPR berupa kegiatan pembangunan jaringan perpipaan air limbah dari Proyek IPAL dengan nilai Rp49,3 miliar.

Namun karena mengalami kesulitan dana pihak Tuti Apriyani selaku, Direktur Cabang PT Kartika Ekayasa, mengajak M. Alnando, SH., anak pelapor, untuk bergabung dengan sistem Joint Operation dengan plafon Rp10 miliar.

Proyek itu belum sempat berjalan dan melaksanakan pekerjaan dan bahkan telah mendapatkan surat peringatan I dan II oleh terlapor yang menjabat sebagai PPK Dinas PUPR.

Karena kesulitan dana, meskipun sudah mengambil cassie pada Bank Sumsel Babel Cabang Pembantu Plaju sebesar Rp8 miliar (dan telah dicairkan Rp 4 miliar), disepakati proyek itu diambil alih pelapor dengan pengembalian uang sebesar Rp9,5 miliar ditambah bunga bank dari cassie yang telah dicairkan.

“Perjanjian terlampir dan disepakati anak saya, M. Alnando, yang masuk ke struktur PT Kartika Ekayasa sebagai Wakil Direktur Cabang, dan akan membuat rekening bersama. Setiap pencairan uang dari PT Kartika Ekayasa harus diketahui bersama dan ditandatangani oleh direktur cabang dan wakil direktur,” jelas Sri M. Tuti.

Pengerjaan proyek tersebut sampai ke termin IV dengan progres pekerjaan 53%, namun muncul masalah saat pelapor mengajukan termin ke V di awal Mei dengan progres sekitar 61%.

Terlapor PPK, Ade Abdillah, meminta bertemu dengan pelapor dan menyampaikan bahwa pengajuan termin ke V dengan progres 66% bisa dilakukan dengan syarat dirinya mendapat dana Rp2 miliar untuk membantu dan mengontrol pembayaran ke vendor demi percepatan progres pekerjaan.

“Saya menyetujui karena saya juga ingin pekerjaan ini cepat selesai sesuai target,” ujar Sri.

Namun dalam pertemuan itu, Sri sempat menanyakan kepada Fatan, selaku Project Manager PT Kartika Ekayasa, terkait stok manhole yang kosong di workshop.

“Terlapor Ade terlihat kaget. Setelah itu dia mengirim pesan WA kepada saya, ‘besok akan turun ke lapangan sebelum berkas tagihan dijalankan’. Saya jawab, silakan,” katanya.

Setelah dicek, Sri mendapati ada pemasangan pipa sekitar 300 meter yang belum terpasang manhole, dan oknum PPK tersebut tidak mau memasukkan item itu ke dalam bobot pekerjaan. Tanpa konfirmasi, ia mengeluarkan SCM1 karena ada deviasi 11% akibat bobot pipa yang tidak terhitung.

Beberapa hari kemudian, Sri mendapatkan informasi dari vendor pembuat manhole bahwa stok manhole tersebut dialihkan dan digunakan oleh PT Galaksi, pelaksana pekerjaan C1H dan I, di mana Ade Abdillah juga menjabat sebagai PPK kegiatan tersebut, tanpa izin dari Sri selaku pemilik manhole.

Dari situ timbul permasalahan antara pelaksana PT Kartika Ekayasa dan pihak PPK. Ade Abdillah disebut meminta Tuti Apriyani untuk mengambil alih pelaksanaan pekerjaan tanpa melibatkan pelapor lagi.

“Tuti Apriyani menyetujuinya dan mencairkan kembali cassie di Bank Sumsel Babel Cabang Pembantu Plaju tanpa memberi tahu saya sebagai investor,” ujarnya.

Sri juga mengungkapkan bahwa pihak vendor pengadaan pipa telah menerima pembayaran sisa hutang dari rekening PT Kartika Ekayasa.

“Bahkan vendor pemasangan pipa jacking, yaitu PT Maranti, juga sudah dihubungi oleh Ade untuk melakukan pembayaran sisa termin. Menurut keterangan kuasa hukum Tuti Apriyani, setelah SCMI, Ade mendesak Tuti dan menghubungi pihak PT Kartika Ekayasa pusat, membuat cerita bohong seolah saya tidak mengeluarkan modal sedikit pun, dan ingin proyek ini diputus kontrak,” jelasnya.

Faktanya, Sri telah mengeluarkan modal awal hingga Rp7 miliar dan jaminan uang muka menggunakan agunan Sri senilai sekitar Rp10 miliar.

Terlapor Tuti Apriyani juga disebut mengajukan adendum kontrak untuk mengubah nomor rekening dalam kontrak, dan disetujui oleh PPK tanpa sepengetahuan Sri.

“Tuti Apriyani juga melakukan penagihan termin ke lima atas progres atau kemajuan fisik yang kami kerjakan, dan uangnya masuk ke rekening baru PT Kartika Ekayasa. Uang itu kemudian diambil pihak Tuti Apriyani, sehingga modal saya sebesar kurang lebih Rp7 miliar tidak dikembalikan,” tegas Sri.

Akibat kejadian ini, Sri mengaku mengalami kerugian hingga Rp7 miliar dan berharap pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut.

Tags: dugaan tindak pidanaInvestor Proyek IPAL Palembang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Butter Beats: Harper Palembang Hadirkan K-POP New Year Party Paling Seru di Palembang

Next Post

Kodim 0418/Palembang Terima Kaporlap dari Kasad untuk TW I TA 2025

YN

Info Terkait

RS Hermina Palembang

Dugaan Lalai, RS Hermina Palembang Dilaporkan ke Polda Sumsel

4 Oktober 2025
Rudapaksa Anak Dibawah Umur

Penangkapan Dua Pelaku Lain Dugaan Tindak Pidana Rudapaksa Anak Dibawah Umur Di Betung Oleh Pihak Kepolisian

27 Agustus 2025
Ahli Waris Sah

Kuasa Hukum: Klien Kami Ahli Waris Sah, Rumah Digembok Tanpa Dasar Hukum

15 April 2025

Berita Terbaru

Satgas TMMD ke-127 Kebut hingga Malam Hari, Pengecoran Jalan di Cipelah Capai 903 Meter

Capai 33,4 Persen, Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap II di Wilayah Kodim 0624/Kabupaten Bandung

Konsistensi Jaga Mutu, Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025

Tak Terima Dikaitkan Kasus Lubuklinggau, UMMI Wisata Tour & Travel Ancam Gugat Penyebar Hoaks

Satgas TMMD ke-127 Bersama Warga Cipelah Cor Jalan Hingga Tuntas 1500 M

Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Gelar Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026, Gratis untuk Masyarakat

Gunakan Alat Berat, TMMD ke-127 Pasang Box Culvert untuk Penghubung Antar 2 Kampung di Desa Cipelah

Satgas TMMD ke-127 Cek Bantuan Ternak Domba

PLN UID S2JB Imbau Masyarakat Melapor Jika Menemukan Kondisi Jaringan Listrik yang Dinilai Tidak Aman

Berita Populer

Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Reporter UMR
18 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com - Tim Kesehatan Satgas TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Kampung Kubangsari,...

Read more

Dari Kepedulian Menjadi Aksi, SPP RU III Dukung Pemulihan Sumatera

Pemulihan Sumatera
Reporter YN
20 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama terus menjadi nilai yang hidup di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga...

Read more

Lahan Teh PTPN di Pangalengan Dialih Fungsihkan Tanam Kentang Picu Ancaman Longsor

Lahan Teh PTPN di Pangalengan
Reporter UMR
16 Februari 2026

Pangalengan, LamanQu.Com - Penguasaan lahan kebun teh PTPN secara ilegal di Pangalengan kerap dilakukan guna alih fungsi lahan, hal ini...

Read more

Sinergi TNI dan Rakyat di TMMD ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung

TMMD ke-127 Kodim 0624
Reporter UMR
20 Februari 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com Semangat kebersamaan TNI dan masyarakat terus membara di Kabupaten Bandung. Hal ini terlihat jelas dalam pelaksanaan program...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In