PALEMBANG,LamanQu.com – Semangat gotong royong terus mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang. Memasuki hari ke-24, personel Satgas TMMD bersama masyarakat tetap bahu-membahu mengerjakan berbagai sasaran fisik yang tersebar di wilayah pelaksanaan program.
Sejak pagi, prajurit TNI bersama warga tampak beraktivitas di sejumlah lokasi sasaran. Dengan pembagian tugas sesuai kebutuhan, pekerjaan dilakukan secara bertahap mulai dari pembangunan dan penyelesaian infrastruktur, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan fasilitas air bersih, hingga sejumlah sarana pendukung lainnya.
Kehadiran masyarakat dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat secara langsung dalam proses pembangunan di lingkungan mereka.
Suasana kerja bersama pun terlihat akrab. Prajurit dan warga saling membantu, mengangkat material, menyiapkan kebutuhan pekerjaan, hingga menyelesaikan bagian-bagian pekerjaan yang menjadi sasaran TMMD.
Bagi Satgas, keterlibatan masyarakat tersebut menjadi kekuatan tersendiri. Selain membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan, gotong royong juga membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang nantinya akan digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan semangat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat terus dipertahankan hingga seluruh sasaran program dapat diselesaikan.
“Memasuki hari ke-24 ini, Satgas terus menjaga semangat dan kekompakan. Setiap pekerjaan kami laksanakan dengan mengutamakan kualitas sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, TMMD bukan semata-mata tentang mengejar penyelesaian pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan hubungan antara TNI dengan masyarakat.
“Gotong royong yang terjalin selama pelaksanaan TMMD merupakan gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, kebersamaan ini terus kami jaga dalam setiap kegiatan,” katanya.
Ia menegaskan, personel Satgas akan terus melakukan pengawasan terhadap setiap sasaran agar pengerjaannya sesuai dengan tahapan dan target yang telah ditetapkan. Kualitas hasil pembangunan menjadi perhatian agar fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat secara optimal.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengerjaan sasaran fisik turut menciptakan suasana kekeluargaan. Interaksi antara prajurit dan warga berlangsung secara alami melalui aktivitas kerja bersama.
Masyarakat pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan dan kondisi di lingkungan mereka secara langsung kepada personel Satgas. Hal tersebut menjadi bagian dari proses membangun kedekatan sekaligus memperkuat komunikasi antara TNI dan warga.
Memasuki H+24, semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting bagi Satgas TMMD untuk terus menuntaskan sasaran yang telah direncanakan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kualitas dan manfaat pembangunan.
Melalui TMMD ke-129, pembangunan fisik diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan pada lingkungan dan fasilitas masyarakat, tetapi juga meninggalkan nilai kebersamaan yang dapat terus dipelihara setelah program berakhir.
Semangat bekerja bersama antara TNI dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih kuat ketika dikerjakan dengan kebersamaan. Dari gotong royong itulah, kemanunggalan TNI dan rakyat terus tumbuh di tengah masyarakat.
(Yanti)










