PALEMBANG,LamanQu.com– Hari ke-24 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, Sabtu (8/8/2026), tidak membuat aktivitas personel Satuan Tugas (Satgas) mengendur. Di sejumlah lokasi sasaran, prajurit bersama masyarakat masih terus bekerja menyelesaikan pembangunan yang telah direncanakan.
Terik matahari, debu, dan aktivitas pekerjaan menjadi bagian dari keseharian prajurit selama menjalankan tugas di tengah masyarakat. Ada yang mengerjakan pembangunan infrastruktur, memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), menyiapkan fasilitas air bersih, hingga menyelesaikan berbagai fasilitas umum seperti jalan 750 meter yang dibutuhkan warga.
Bagi para prajurit, pekerjaan tersebut bukan sekadar menyelesaikan daftar sasaran fisik. Setiap bangunan yang dikerjakan memiliki cerita dan harapan masyarakat yang akan menggunakannya.
Karena itu, penyelesaian pekerjaan dilakukan secara bertahap dan terukur. Percepatan tetap menjadi perhatian karena waktu pelaksanaan TMMD terus berjalan. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan kualitas hasil pembangunan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan semangat dan kekompakan menjadi modal penting bagi personel Satgas dalam menyelesaikan seluruh sasaran yang telah ditetapkan.
“Memasuki hari ke-24 ini, Satgas terus menjaga semangat dan kekompakan. Setiap pekerjaan kami laksanakan dengan mengutamakan kualitas sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bukan Sekadar Mengejar Target
Bagi sebagian prajurit, berada di tengah masyarakat selama pelaksanaan TMMD memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan tugas sehari-hari di satuan.
Mereka tidak hanya datang untuk mengerjakan pembangunan. Interaksi yang berlangsung sejak pagi hingga pekerjaan selesai membuat prajurit dapat melihat lebih dekat kehidupan dan kebutuhan warga.
Di lokasi pembangunan rumah warga, misalnya, personel Satgas tidak hanya mengerjakan bagian bangunan yang menjadi sasaran rehabilitasi. Mereka juga berkomunikasi dengan pemilik rumah, mendengarkan cerita keluarga, sekaligus melihat bagaimana perubahan kondisi hunian dapat memberikan harapan baru.
Begitu pula pada pengerjaan infrastruktur jalan sepanjang 750 meter dan fasilitas air bersih. Pembangunan yang terlihat sederhana dari sisi fisik memiliki arti penting bagi masyarakat yang nantinya menggunakannya.
Jalan yang dibangun dapat mempermudah mobilitas warga. Rumah yang direhabilitasi memberikan hunian yang lebih layak.
Sementara fasilitas sumur bor dan tandon air diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Karena itu, setiap bagian pekerjaan menjadi perhatian. Mulai dari persiapan material, proses pengerjaan, hingga tahap penyelesaian diperiksa agar hasil pembangunan dapat digunakan secara optimal.
Gotong Royong yang Menguatkan
Ada pemandangan lain yang juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD ke-129. Hampir di setiap lokasi pekerjaan, prajurit tidak bekerja sendiri.
Warga ikut turun tangan. Mereka membantu sesuai kemampuan, mulai dari mengangkat material, membersihkan area pekerjaan, hingga membantu berbagai kegiatan pembangunan lainnya.
Suasana tersebut membuat pekerjaan terasa lebih ringan.
Hubungan antara prajurit dan masyarakat pun menjadi semakin dekat.
Gotong royong yang berlangsung di lokasi sasaran menunjukkan bahwa TMMD bukan hanya program pembangunan yang dikerjakan oleh TNI untuk masyarakat. Program ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam pembangunan lingkungan mereka.
Di sela pekerjaan, percakapan sederhana antara prajurit dan warga kerap berlangsung. Dari komunikasi semacam itu, berbagai informasi mengenai kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara langsung.
Bagi prajurit, kedekatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian. Sementara bagi warga, kehadiran personel Satgas memberikan pengalaman tersendiri karena mereka dapat bekerja bersama TNI dalam membangun lingkungan tempat tinggal.
Memasuki H+24, sebagian sasaran fisik TMMD telah memasuki tahap penyelesaian dan finishing. Kondisi tersebut membuat perhatian Satgas semakin diarahkan pada detail pekerjaan.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas yang baik.
Hal tersebut penting karena keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari berapa banyak sasaran yang selesai dikerjakan. Lebih dari itu, hasil pembangunan diharapkan dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Semangat tersebut terus dijaga oleh seluruh personel Satgas. Mereka menyadari bahwa waktu pelaksanaan semakin terbatas. Setiap hari menjadi kesempatan untuk memastikan pekerjaan yang masih berjalan dapat dituntaskan sesuai target.
Namun, semangat mengejar waktu tetap berjalan bersama kehati-hatian. Setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan memperhatikan ketepatan pengerjaan dan fungsi bangunan.
Membangun Lebih dari Infrastruktur.
TMMD pada akhirnya bukan hanya tentang pembangunan jalan, rumah, fasilitas air bersih, tempat ibadah, atau sarana pendukung lainnya.
Di balik pekerjaan fisik itu, terdapat proses membangun hubungan antara TNI dan masyarakat.
Prajurit yang bekerja bersama warga belajar memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. Sebaliknya, warga melihat secara langsung bagaimana prajurit menjalankan tugas di tengah lingkungan mereka.
Dari pertemuan sehari-hari tersebut tumbuh rasa saling percaya. Sekat antara prajurit dan masyarakat menjadi semakin tipis ketika keduanya berada dalam satu pekerjaan dan tujuan yang sama.
Itulah semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi salah satu ruh pelaksanaan TMMD.
Memasuki hari ke-24, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang masih terus bergerak dari satu sasaran ke sasaran lainnya. Pekerjaan diselesaikan selangkah demi selangkah, dengan semangat pengabdian dan kebersamaan.
Pada akhirnya, yang diharapkan bukan sekadar bangunan yang berdiri ketika program TMMD selesai. Lebih jauh, pembangunan tersebut diharapkan meninggalkan manfaat bagi masyarakat sekaligus meninggalkan kesan bahwa pernah ada prajurit yang bekerja bersama warga, bergotong royong, dan memberikan tenaga untuk lingkungan mereka.
Sebab, di balik setiap pekerjaan fisik TMMD, ada semangat pengabdian. Ada keringat prajurit dan warga. Dan ada harapan agar pembangunan yang dikerjakan hari ini dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat untuk waktu yang panjang.
(Yanti)










