Palembang,LamanQu.Com – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026). Musda ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun arah kebijakan lima tahun ke depan, sekaligus memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode berikutnya.
Pembukaan Musda dihadiri Herman Deru, Wakil Gubernur Cik Ujang, Wakil Ketua DPR RI Kahar Muzakir, jajaran pengurus DPP Partai Golkar, kepala daerah, anggota DPR RI dan DPRD, pimpinan partai politik, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta ratusan kader dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan Musda merupakan forum tertinggi Partai Golkar di tingkat provinsi yang memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun rekomendasi organisasi, dan memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan.
“Musda ini memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun rekomendasi organisasi, dan memilih Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Bahlil.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang berakar dari semangat kekaryaan pada era 1960-an untuk menjaga ideologi Pancasila sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, Golkar dibangun dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang mewakili beragam profesi, mulai dari petani, nelayan, guru, pegawai negeri hingga pelaku ekonomi.
Sebagai partai yang berada dalam koalisi pemerintahan, Bahlil meminta seluruh kader Partai Golkar di Sumatera Selatan mendukung penuh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Ia menegaskan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat serta mengawal setiap program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Selain memperkuat konsolidasi organisasi, Bahlil juga memaparkan target politik Partai Golkar pasca-Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), yakni meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Ia berharap jumlah kursi DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang saat ini sekitar 11–12 kursi dapat bertambah secara signifikan, begitu pula di tingkat kabupaten dan kota.
Menurutnya, target tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh kader terus hadir di tengah masyarakat dan mampu memperjuangkan aspirasi rakyat menjadi kebijakan politik.
“Kalau kita ingin Partai Golkar semakin besar dan menambah kursi, maka kita harus turun langsung mendengar keinginan rakyat. Aspirasi masyarakat harus diperjuangkan menjadi keputusan politik. Kalau itu tidak dilakukan, bukan tidak mungkin kita akan ditinggalkan rakyat,” tegasnya.
Bahlil juga menegaskan komitmen Partai Golkar untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan berbagai program pembangunan nasional.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM, Bahlil turut menyinggung pentingnya keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menilai daerah penghasil minyak, gas, dan pertambangan harus memperoleh manfaat yang lebih besar dari kekayaan alam yang dimiliki.
“Sebagai anak daerah, saya ingin masyarakat di daerah penghasil juga merasakan manfaat dari sumber daya alam yang ada di wilayahnya. Prinsipnya adalah menghadirkan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan, Wihaji, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang selama lebih dari satu tahun menjaga soliditas organisasi.
Ia mengatakan seluruh mekanisme organisasi dapat berjalan dengan baik berkat kebersamaan seluruh kader meskipun sebagian besar koordinasi dilakukan dari Jakarta. Wihaji juga mengingatkan bahwa tujuan utama partai politik adalah memenangkan kepercayaan rakyat melalui jalur demokrasi, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji memperkenalkan seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang memperoleh beasiswa penuh dari Partai Golkar Sumatera Selatan. Mahasiswi tersebut berasal dari keluarga sederhana dengan ayah seorang buruh dan ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga.
“Ini bukti bahwa Partai Golkar tidak hanya berbicara politik, tetapi juga hadir membantu masyarakat melalui bidang pendidikan. Alhamdulillah, adik kita ini memiliki prestasi akademik yang sangat baik dengan IPK mencapai 3,91,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik kehadiran Bahlil Lahadalia pada pembukaan Musda XI. Menurutnya, kehadiran Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Sumatera Selatan.
“Kehadiran Bapak Menteri sekaligus Ketua Umum Partai Golkar menunjukkan adanya perhatian yang besar terhadap Sumatera Selatan. Ini menjadi semangat bagi kita untuk terus membangun daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Herman Deru.
Di sisi lain, Ketua Panitia Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel, Rudi Apriadi, menjelaskan Musda merupakan forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi, menetapkan program kerja lima tahun ke depan, memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan secara demokratis sesuai AD/ART, sekaligus memperkuat persatuan kader menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang.
Menurut Rudi, Musda XI berlangsung selama dua hari, 1–2 Agustus 2026, dengan peserta yang berasal dari unsur DPP Partai Golkar, DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, DPD Partai Golkar kabupaten/kota, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta peserta lain yang memiliki hak sesuai ketentuan organisasi.
“Musda ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi sekaligus memperkuat semangat kemenangan Partai Golkar pada pemilu dan pilkada yang akan datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian Musda dapat terlaksana berkat dukungan DPP Partai Golkar, DPD Partai Golkar Sumsel, pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta seluruh pihak yang terlibat. Rudi berharap Musda XI menghasilkan kepemimpinan dan keputusan terbaik untuk memperkuat Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang terus berkarya bagi Indonesia, khususnya Sumatera Selatan.
(Yanti)










