PALEMBANG,Palembang.com– Pembangunan jalan sepanjang 750 meter dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang terus dikebut.
Selain menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, pembangunan jalan di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Memasuki hari ke-24 pelaksanaan TMMD, personel Satgas bersama masyarakat masih bergotong royong mengerjakan sasaran fisik tersebut. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan tahapan pembangunan yang telah direncanakan.
Bagi masyarakat, keberadaan jalan yang memadai memiliki arti penting dalam menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Jalan bukan hanya menjadi jalur penghubung dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tetapi juga menjadi bagian dari akses masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Dengan akses jalan yang semakin baik, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah. Masyarakat dapat membawa hasil usaha, mengangkut kebutuhan rumah tangga, menuju tempat kerja, maupun mengakses fasilitas pelayanan dan lokasi aktivitas lainnya dengan lebih lancar.
Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan ikut membuka ruang bagi berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.
Pembangunan jalan juga menjadi salah satu bentuk kehadiran TMMD dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya ditujukan untuk menyelesaikan sasaran fisik selama program berlangsung, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat yang terus dirasakan warga setelah kegiatan TMMD berakhir.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan setiap sasaran pembangunan yang dikerjakan Satgas diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, personel terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan,” katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat. Karena itu, proses pengerjaan tidak semata-mata mengejar percepatan penyelesaian, tetapi juga memperhatikan kualitas sehingga hasil pembangunan dapat digunakan masyarakat secara optimal.
“Pembangunan ini bukan hanya bagaimana sasaran bisa selesai, tetapi bagaimana hasilnya nanti dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di lapangan, semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam pengerjaan jalan tersebut. Personel Satgas bersama masyarakat saling membantu sesuai pekerjaan yang dilakukan.
Kebersamaan itu sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan wilayah dapat dilakukan melalui kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
Bagi warga Talang Jambe, jalan yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi berbagai kendala mobilitas yang selama ini dirasakan, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Akses yang semakin mudah juga diharapkan dapat memperlancar distribusi barang dan hasil usaha masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar.
Selain manfaat ekonomi, pembangunan jalan diharapkan memperkuat hubungan antarwilayah dan mempermudah interaksi sosial masyarakat. Warga dapat bergerak dengan lebih leluasa untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Satgas TMMD pun terus menjaga ritme pekerjaan agar sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai target. Percepatan tetap dilakukan dengan memperhatikan tahapan dan kondisi teknis di lapangan.
Dengan rampungnya pembangunan jalan sepanjang 750 meter tersebut nantinya, masyarakat Kelurahan Talang Jambe diharapkan memiliki akses yang lebih baik dan nyaman. Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, jalan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas dan perekonomian mereka.
Melalui TMMD ke-129, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak berhenti pada perubahan kondisi fisik wilayah, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas, konektivitas, dan pergerakan ekonomi warga.
(Yanti)










