PALEMBANG,LamanQu.com– Jalan bagi warga Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, bukan sekadar hamparan yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Di balik pembangunan jalan yang tengah dikerjakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, tersimpan harapan warga untuk memiliki akses yang lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Harapan itu kini diwujudkan melalui pembangunan jalan sepanjang 750 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129. Memasuki hari ke-24 pelaksanaan program, Sabtu (8/8/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat masih bekerja menyelesaikan pembangunan tersebut.
Sejak pagi, aktivitas di lokasi pembangunan jalan terus berlangsung. Prajurit dan warga bahu-membahu mengerjakan bagian-bagian jalan sesuai tahapan pekerjaan. Setiap pekerjaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan sasaran yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar perubahan kondisi fisik lingkungan.
Jalan yang lebih baik diharapkan membuat mobilitas warga menjadi lebih mudah. Akses menuju kawasan permukiman, lahan usaha maupun fasilitas yang digunakan masyarakat sehari-hari diharapkan dapat ditempuh dengan lebih nyaman.
Kondisi akses jalan juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika mobilitas menjadi lebih mudah, warga diharapkan dapat membawa hasil usaha, mengangkut kebutuhan sehari-hari, maupun menjalankan aktivitas lainnya dengan lebih lancar.
Karena itu, pembangunan jalan sepanjang 750 meter tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Di lokasi pekerjaan, hubungan antara prajurit dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi ikut terlibat dalam proses pengerjaannya.
Kebersamaan itu terlihat ketika prajurit dan warga mengerjakan bagian jalan secara bersama-sama. Ada pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan secara manual, ada pula yang membutuhkan penanganan lebih terukur sesuai kondisi medan.
Bagi Satgas TMMD, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan yang dilakukan melalui program TMMD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, personel terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan,” katanya.
Menurut dia, penyelesaian sasaran fisik tidak hanya diukur dari seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan. Kualitas hasil pekerjaan juga menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Hal tersebut menjadi penting karena jalan yang dibangun melalui program TMMD nantinya akan digunakan langsung oleh masyarakat dalam berbagai aktivitas.
Pembangunan jalan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akses antarwilayah di lingkungan Kelurahan Talang Jambe. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sekaligus memperlancar hubungan sosial di tengah masyarakat.
Di sisi lain, proses pembangunan menjadi ruang untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Prajurit yang selama pelaksanaan TMMD berada di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan tugas pembangunan, tetapi juga berinteraksi dan bekerja bersama warga.
Kebersamaan tersebut membuat pekerjaan fisik memiliki makna yang lebih luas. Ada komunikasi, gotong royong, dan kepedulian yang tumbuh selama proses pembangunan berlangsung.
Memasuki hari ke-24, Satgas TMMD masih menjaga ritme pekerjaan untuk mengejar penyelesaian sasaran yang telah ditetapkan. Waktu pelaksanaan yang terus berjalan menjadi dorongan bagi personel untuk tetap bekerja secara optimal.
Namun, di balik target penyelesaian itu, ada kebutuhan masyarakat yang menjadi alasan utama pembangunan tersebut dilakukan.
Jalan sepanjang 750 meter itu nantinya diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur baru di Talang Jambe. Jalan tersebut diharapkan menjadi bagian dari perubahan yang dapat dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap meter jalan yang dikerjakan menjadi bagian dari harapan agar akses masyarakat semakin baik. Setiap pekerjaan yang dilakukan bersama juga menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus berlangsung dari atas ke bawah, tetapi dapat tumbuh dari kebersamaan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Ketika pekerjaan itu nantinya selesai dan jalan mulai dimanfaatkan, hasilnya akan kembali kepada masyarakat. Warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut akan menjadi pihak yang merasakan langsung manfaatnya.
Di situlah makna TMMD tidak berhenti pada selesainya sebuah proyek fisik. Program tersebut juga meninggalkan semangat gotong royong dan hubungan yang lebih erat antara prajurit dan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, setiap meter jalan yang dibangun bukan hanya tentang panjang dan ukuran. Di dalamnya terdapat harapan warga Talang Jambe untuk memiliki akses yang lebih baik, mobilitas yang lebih mudah, serta lingkungan yang semakin mendukung kehidupan mereka.
(Yanti)










