LamanQu.Com – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung menyiagakan sebanyak 700 personel untuk mengamankan jalannya kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar di Kota Bandung pada Sabtu (16/5/2026) malam.
Langkah pengamanan ekstra ini dilakukan guna mengawal kelancaran acara berskala besar yang diperkirakan bakal diikuti oleh ribuan peserta.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menjelaskan bahwa ratusan personel tersebut akan disebar di sepanjang rute kirab, dengan fokus utama pada titik-titik perempatan jalan yang memerlukan kehadiran petugas.
Pihak kepolisian juga telah menggelar rapat koordinasi matang bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan (Dishub) dan Diskominfo Provinsi Jawa Barat untuk memastikan mitigasi dampak di lapangan.
Arak-arakan budaya ini dijadwalkan memulai start pada pukul 19.00 WIB dari Kiara Artha Park. Rute yang akan dilalui meliputi Jalan Jakarta, area bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga berakhir dengan seremonial penutupan di depan Gedung Sate sekitar pukul 24.00 WIB. Dengan panjang barisan mencapai dua kilometer dan jarak tempuh sekitar 3,7 kilometer, acara ini diprediksi akan menjadi magnet kemeriahan di tengah kota.
“Kita sudah menyiapkan sekitar 700 personel untuk pengamanan di rute tersebut dan terutama di perempatan-perempatan yang memerlukan kehadiran personel,” ujar AKBP Asep Saepudin.
Mengingat acara ini digelar pada momen malam Minggu dan berpotensi menghadirkan sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta kirab, polisi mengimbau masyarakat luas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Pengendara disarankan untuk menghindari beberapa ruas jalan utama selama kegiatan berlangsung, di antaranya Jalan Jakarta, Jalan Ahmad Yani, Jalan Supratman, dan Jalan Diponegoro.
Terlebih lagi, kehadiran personel di titik-titik krusial diharapkan dapat membantu mengurai arus lalu lintas di sekitar lokasi acara.
Melalui persiapan pengamanan yang matang serta kesadaran masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif, diharapkan pesta budaya masyarakat Sunda ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.






