LamanQu.Com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2026).
Peninjauan yang dilakukan di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek ini bertujuan untuk memastikan proyek prioritas nasional tersebut rampung tepat waktu pada Juni 2026, sehingga siap digunakan untuk tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam upaya memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan fasilitas pendidikan gratis yang berkualitas bagi masyarakat.
Di Wonosobo sendiri, kompleks sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 5,2 hektare dengan nilai kontrak yang cukup fantastis mencapai Rp1,1 triliun. Fasilitas pendidikan ini nantinya akan melayani siswa secara terintegrasi, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen dari total target pekerjaan selama 250 hari kalender yang telah dimulai sejak 28 November 2025 lalu. Menteri PU menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan upaya percepatan melalui skema kerja kolaboratif agar target fungsional sekolah pada Juli 2026 tidak meleset.
“Jadi kerja keroyokan agar semua Sekolah Rakyat tahap dua ini benar-benar selesai di Juli 2026 dan adik-adik bisa masuk sekolah baru. Yang kita kejar tahun ini ada 93 sekolah. Dari 93 itu mungkin yang sudah terselesaikan sekitar 20-an. Semua on progres,” ujar Dody Hanggodo usai meninjau lokasi.
Pemerintah menaruh harapan besar pada keberadaan 93 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini.
Selain untuk meningkatkan rasio partisipasi pendidikan, proyek infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah.
Akhirnya, dengan percepatan yang terus dilakukan, kompleks pendidikan di Wonosobo diproyeksikan akan menjadi simbol baru transformasi pendidikan gratis bagi warga di kaki gunung Sumbing dan Sindoro tersebut.




