LamanQu.Com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menghadiri peringatan 235 tahun Konstitusi 3 Mei 1791 atau Hari Nasional Polandia yang berlangsung di Jakarta, Kamis (14/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk mempererat kolaborasi kedua negara, khususnya dalam mendorong perdamaian, kerja sama internasional, serta penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral yang telah terjalin kuat selama ini di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, budaya, penelitian, hingga isu kemanusiaan. Menurutnya, dialog internasional merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan global guna mewujudkan pembangunan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Indonesia percaya dialog dan kerja sama internasional dapat memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Indonesia dan Polandia terus mendorong kerja sama internasional yang inklusif dan berorientasi pada kemanusiaan,” ujar Menteri PPPA dalam keterangan resminya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia, Barbara Szymanowska, menjelaskan nilai historis di balik peringatan tersebut. Konstitusi 3 Mei 1791 merupakan konstitusi modern pertama di Eropa dan kedua di dunia yang menjadi fondasi perjuangan bangsa Polandia dalam mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia hingga saat ini.
“Nilai demokrasi dan kebebasan tersebut terus menjadi dasar Polandia dalam membangun hubungan internasional, termasuk dengan Indonesia melalui forum PBB dan G20,” ungkap Barbara Szymanowska.
Selain kerja sama di sektor publik, hubungan kedua negara juga semakin erat di sektor ekonomi dan perdagangan. Barbara menyoroti bahwa produk-produk khas Indonesia, seperti kopi dan teh, kini semakin diminati dan mendapatkan tempat di hati masyarakat Polandia.
Oleh karena itu, penguatan kemitraan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara secara berkelanjutan. Akhirnya, komitmen bersama ini menjadi langkah penting dalam menciptakan dunia yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan serta generasi mendatang.




