LamanQu.Com – Pemerintah Indonesia dan Belarus resmi menyepakati penyusunan Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026-2030.
Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) Ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Minsk, Belarus.
Penandatanganan dokumen penting tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich.
Menteri Airlangga menjelaskan bahwa peta jalan (roadmap) ini dirancang sebagai dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai klaster kerja sama bilateral.
Dokumen ini juga diproyeksikan menjadi salah satu capaian utama (deliverables) menyambut rencana kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026 mendatang.
Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis, terutama karena negara tersebut memiliki basis industri manufaktur yang kuat di sektor alat berat, kimia, dan mekanisasi pertanian.
Dalam bidang perdagangan dan investasi, kedua negara mencatatkan performa impresif dengan tren kenaikan nilai perdagangan sebesar 72,6 persen secara tahunan (YoY), mencapai angka sekitar 221 juta dolar AS.
Penguatan hubungan ekonomi ini akan dioptimalkan melalui implementasi Indonesia-EAEU FTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia) yang telah ditandatangani dan kini sedang menyelesaikan proses ratifikasi.
Untuk mendukung ekosistem bisnis tersebut, kedua negara juga sepakat membentuk Dewan Bisnis Indonesia-Belarus guna mempererat interaksi antarpengusaha.
Melalui kemitraan jangka panjang ini, Indonesia mendorong penguatan kerja sama yang lebih produktif melalui skema joint venture, perakitan lokal (local assembly), serta transfer teknologi.
Sektor-sektor yang menjadi fokus utama meliputi kendaraan komersial, industri pupuk, dan modernisasi teknologi pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebaliknya, Indonesia juga membuka peluang besar untuk mendiversifikasi pasar dan meningkatkan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, serta produk perikanan ke wilayah Belarus dan kawasan EAEU.
Selain fokus pada sektor industri dan pertanian modern, pertemuan SKB Ke-8 ini juga membuka ruang penguatan investasi di sektor penunjang lainnya, termasuk kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata.
Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik yang maksimal bagi pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak. Akhirnya, dengan komitmen kuat yang tertuang dalam roadmap lima tahun ke depan, Indonesia dan Belarus optimis dapat membangun transformasi ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.





