LamanQu.Com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Belarus Maxim Ryzhenkov. Kedua pihak kini fokus mematangkan peta jalan kerja sama ekonomi.
Selain itu, dokumen tersebut diproyeksikan menjadi capaian utama kunjungan Presiden Alexander Lukashenko. Maka dari itu, hasil pertemuan ini dirancang agar lebih berorientasi praktis.
Airlangga menjelaskan bahwa peta jalan lima tahun tersebut akan bersifat sangat terukur. Airlangga menyatakan, “Dokumen tersebut akan menjadi peta jalan terukur, yang mencakup kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, kemanusiaan, sosial budaya dan lainnya,”
Selanjutnya, kedua menteri secara khusus membahas wacana pembukaan rute penerbangan langsung. Bahkan, mereka juga mendiskusikan kemudahan visa serta rencana pembukaan Kedutaan Besar RI di Minsk.
Sementara itu, sektor industri strategis turut menjadi fokus pembahasan kedua negara. Hal ini karena Belarus memiliki cadangan pupuk potash melimpah serta potensi industri kendaraan listrik.
Oleh sebab itu, kerja sama ini dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan Indonesia. Terlebih lagi, hal tersebut juga dapat memperkuat ekosistem hilirisasi industri nasional.
Kemudian, kedua pihak membahas perkembangan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU FTA. Dengan demikian, akses pasar bagi produk kedua negara diharapkan dapat terbuka lebih luas.
Terkait hal tersebut, pihak Belarus mengonfirmasi bahwa proses ratifikasi mereka hampir selesai. Di sisi lain, Indonesia sendiri menargetkan penyelesaian ratifikasi pada paruh kedua tahun 2026.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi program beasiswa bagi pelajar Indonesia. Dalam hal ini, Airlangga meminta agar program tersebut diprioritaskan pada bidang sains dan teknologi.





