Palembang, LamanQu.Com – Prestasi membanggakan diraih Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu daerah penyumbang produksi beras terbesar di Indonesia. Hingga akhir 2025, produksi padi di Sumsel tercatat mencapai 3.598.736 ton sepanjang tahun.
Jumlah tersebut meningkat 23,69 persen atau bertambah 689.325 ton dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang sebesar 2.909.412 ton. Dengan capaian ini, Sumsel menempati peringkat tiga nasional dalam peningkatan produksi padi, setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengapresiasi peran besar para petani dalam mendorong peningkatan produksi tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat dan etos kerja petani yang terus terjaga, seiring dengan berbagai fasilitasi yang diberikan pemerintah.
“Tidak ada gunanya pemerintah memfasilitasi cetak sawah, mempermudah akses pupuk, serta kebijakan Presiden menaikkan HPP, jika petaninya tidak bersemangat,” ujar Herman Deru, Kamis (5/2/2026).
Herman Deru menjelaskan, peningkatan produksi padi di Sumsel juga berdampak pada kenaikan peringkat produktivitas secara nasional. Dari sebelumnya berada di peringkat delapan, Sumsel naik ke peringkat lima, dan kini berada di peringkat tiga tertinggi nasional.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor yang berjalan dengan baik, termasuk peran penyuluh pertanian.
“Provinsi Sumsel menjadi satu-satunya provinsi yang mengangkat sekitar 2.000 penyuluh pertanian. Mereka berperan untuk memicu semangat petani agar memiliki jiwa entrepreneur,” katanya.
Ia menekankan, petani tidak boleh hanya menjadi buruh di lahan sendiri, melainkan harus menjadi pengusaha di tanahnya sendiri.
“Petani tidak hanya menjual tenaga di sawahnya, tetapi memperoleh keuntungan dari produktivitas lahannya. Ini didukung oleh kemudahan sarana produksi, HPP yang baik, penyerapan Bulog, serta infrastruktur provinsi dan kabupaten yang memadai,” tutur Herman Deru.
Untuk terus meningkatkan produksi beras, Herman Deru menyebutkan luas baku sawah di Sumsel saat ini mencapai sekitar 550 ribu hektare, yang menempatkan Sumsel di peringkat tiga nasional.
“Jika luas baku sawah bisa ditingkatkan lagi dan produktivitasnya terus didorong, bukan tidak mungkin Sumsel bisa berada di peringkat satu,” ucapnya.
Ia pun berpesan agar petani terus menjaga semangat dan kepercayaan terhadap dukungan pemerintah.
“Saat ini angka kemiskinan sudah satu digit. Kita bukan lagi sekadar swasembada pangan, tetapi sudah surplus pangan,” pungkas Herman Deru.





