PALEMBANG,LamanQu.com – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang terus dikebut. Meski demikian, kecepatan pengerjaan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Setiap tahapan pembangunan tetap diminta memperhatikan ketelitian, kualitas, serta faktor keselamatan.
Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadan Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., saat melakukan pengecekan pembangunan RTLH milik Bapak Fernando di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Rumah milik Bapak Fernando tersebut merupakan sasaran 11 dalam program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Pembangunan rumah ini menjadi salah satu sasaran fisik yang diharapkan dapat memberikan perubahan nyata bagi kehidupan penerima manfaat.
Saat berada di lokasi, Wadan Satgas melihat secara langsung perkembangan pengerjaan rumah. Ia juga berkomunikasi dengan personel Satgas yang tengah melaksanakan pekerjaan sekaligus memberikan sejumlah arahan terkait tahapan pembangunan yang sedang berlangsung.
Menurutnya, pembangunan RTLH harus dikerjakan secara cermat karena rumah tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal oleh keluarga penerima manfaat.
“Pengerjaan RTLH ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kita ingin rumah yang dibangun nantinya benar-benar memberikan manfaat dan kenyamanan bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menegaskan, personel Satgas tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu, tetapi juga harus memastikan setiap bagian bangunan dikerjakan dengan baik.
Mulai dari pekerjaan struktur, pemasangan bagian-bagian rumah hingga tahap penyelesaian, seluruhnya perlu diperhatikan secara detail. Dengan demikian, hasil pembangunan yang diserahkan kepada masyarakat diharapkan dapat digunakan dengan baik dan memberikan rasa aman bagi penghuni.
Selain kualitas pekerjaan, faktor keselamatan selama proses pembangunan juga menjadi perhatian. Personel Satgas diminta tetap bekerja sesuai prosedur serta memperhatikan kondisi lingkungan dan situasi di lapangan.
“Kita harus tetap memperhatikan keselamatan dalam bekerja.
Pekerjaan dilaksanakan sesuai tahapan dan kondisi di lapangan,” kata Letkol Inf Dery Septriandi.
Pengecekan secara langsung tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap sasaran fisik TMMD. Kehadiran pimpinan Satgas di lokasi diharapkan dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan motivasi kepada personel yang terlibat.
Bagi Satgas TMMD, pembangunan RTLH bukan sekadar menyelesaikan sebuah bangunan. Lebih dari itu, rumah yang dibangun merupakan bentuk upaya membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Karena itu, setiap proses pengerjaan diharapkan mampu menghasilkan bangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan keluarga penerima manfaat.
Letkol Inf Dery Septriandi berharap pembangunan RTLH milik Bapak Fernando dapat segera diselesaikan dengan hasil yang baik.
“Semoga pembangunan RTLH ini dapat segera diselesaikan dan bisa memberikan manfaat bagi keluarga Bapak Fernando,” katanya.
Program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang sendiri dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, pemerintah daerah hingga masyarakat. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai sasaran pembangunan di wilayah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami.
Semangat gotong royong juga terus dibangun selama pelaksanaan program. Personel Satgas tidak hanya bekerja menyelesaikan sasaran fisik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan TMMD tidak semata-mata berorientasi pada hasil pembangunan fisik. Kehadiran Satgas di tengah masyarakat juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui pembangunan RTLH tersebut, Satgas TMMD berharap manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh keluarga penerima. Rumah yang dibangun diharapkan menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak.
Dengan demikian, keberhasilan program TMMD tidak hanya terlihat dari berapa banyak sasaran yang mampu diselesaikan, tetapi juga dari kualitas hasil pembangunan serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
(Yanti)










