PALEMBANG,LamanQu.com– Cangkul, sapu, dan tenaga menjadi bagian dari aktivitas personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang saat membersihkan lingkungan di sekitar rumah Pak Karyo, salah satu warga yang rumahnya mendapat program rehabilitasi.
Memasuki hari ke-26 pelaksanaan TMMD, Senin (10/8/2026) pekerjaan Satgas tidak hanya terfokus pada penyelesaian rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Lingkungan di sekitar rumah penerima manfaat pun ikut mendapat perhatian.
Sejumlah personel terlihat membersihkan halaman rumah. Rumput liar yang tumbuh di sekitar pekarangan dicabut, sampah dikumpulkan, sementara sejumlah material sisa pembangunan yang berserakan ditata kembali agar tidak mengganggu aktivitas keluarga.
Pekerjaan sederhana itu dilakukan secara bersama-sama. Prajurit Satgas TMMD dan warga bahu-membahu membersihkan halaman tanpa membedakan siapa yang menggunakan cangkul dan siapa yang memegang sapu.
Sesekali, percakapan ringan terdengar di sela pekerjaan. Suasana tersebut membuat kegiatan membersihkan halaman tidak sekadar menjadi pekerjaan tambahan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara prajurit dan masyarakat.
Rumah Pak Karyo yang sebelumnya menjadi salah satu sasaran rehabilitasi TMMD kini perlahan berubah. Bagian rumah yang diperbaiki mulai memberikan harapan baru bagi keluarga tersebut. Namun, bagi Satgas, perubahan itu tidak akan lengkap apabila lingkungan tempat tinggal masih terlihat kumuh dan kurang tertata.
Karena itu, halaman rumah dan area di sekitarnya turut dibersihkan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan yang dilakukan melalui TMMD tidak hanya berorientasi pada hasil fisik.
Menurut dia, kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dari setiap kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan TMMD.
“Bukan hanya rumahnya yang kita perbaiki, lingkungan di sekitarnya juga harus kita perhatikan. Kita ingin setelah selesai direhab, rumah Pak Karyo berada di lingkungan yang bersih, rapi dan nyaman,” ujarnya.
Ia mengatakan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
Melalui pekerjaan yang dilakukan bersama, kata Erik, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dikerjakan.
“Semangat gotong royong seperti ini yang harus terus dipelihara. Pembangunan akan lebih berarti ketika masyarakat ikut terlibat dan merasa memiliki,” katanya.
Bukan Sekadar Membersihkan Halaman
Bagi warga, membersihkan halaman mungkin terlihat sebagai pekerjaan sederhana. Namun, ketika pekerjaan itu dilakukan bersama-sama, ada pesan lain yang ikut tumbuh.
Prajurit yang sejak pagi terbiasa bekerja dengan peralatan pembangunan kini turut memegang sapu dan cangkul. Warga pun tidak hanya melihat proses rehabilitasi rumah dari kejauhan, tetapi ikut terlibat dalam menata lingkungan tempat tinggal mereka.
Tidak ada sekat antara seragam dan pakaian warga.
Semua bekerja dengan tujuan yang sama, membuat lingkungan tempat tinggal Pak Karyo menjadi lebih bersih dan nyaman.
Semangat seperti itulah yang menjadi salah satu wajah TMMD di tengah masyarakat. Pembangunan tidak berhenti pada pemasangan dinding, pengecatan rumah, atau perbaikan bagian bangunan yang rusak. Di balik pekerjaan tersebut, terdapat hubungan sosial yang perlahan semakin erat.
Bagi keluarga Pak Karyo, rumah yang direhabilitasi bukan sekadar bangunan baru yang lebih layak ditempati. Rumah tersebut diharapkan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk menjalani kehidupan bersama keluarga.
Sementara halaman yang dibersihkan menjadi bagian dari perubahan kecil yang melengkapi perubahan besar di rumah tersebut.
Lingkungan yang bersih juga diharapkan dapat mendorong keluarga dan warga sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan setelah program TMMD selesai.
Sebab, pekerjaan Satgas pada akhirnya akan berakhir. Prajurit akan kembali ke satuannya dan meninggalkan lokasi sasaran. Namun, rumah yang telah diperbaiki, fasilitas yang dibangun, serta kebiasaan baik yang tumbuh bersama masyarakat diharapkan tetap bertahan.
Meninggalkan Kebiasaan Baik
Memasuki H+26, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang terus menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan di wilayah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami.
Di tengah pekerjaan fisik tersebut, berbagai aktivitas bersama masyarakat terus dilakukan. Mulai dari pekerjaan pembangunan, pembersihan lingkungan, hingga kegiatan sosial lainnya.
Interaksi yang terjadi selama pelaksanaan TMMD membuat hubungan antara prajurit dan warga tidak sebatas hubungan kerja.
Ada komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan yang tumbuh setiap hari.
Halaman rumah Pak Karyo yang kini lebih bersih menjadi salah satu gambaran kecil dari proses tersebut.
Cangkul dan sapu yang digunakan bersama mungkin akan kembali disimpan setelah pekerjaan selesai. Namun, semangat gotong royong yang tumbuh di antara prajurit dan warga diharapkan tidak ikut berhenti.
Sebab, bagi Satgas TMMD, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya meninggalkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga meninggalkan kebiasaan baik yang dapat terus dijaga masyarakat.
Rumah Pak Karyo boleh saja menjadi salah satu sasaran fisik TMMD. Namun, dari halaman rumah itu pula, semangat kebersamaan kembali terlihat—bahwa membangun lingkungan tidak selalu membutuhkan pekerjaan besar.
Kadang, cukup dengan sebatang cangkul, sebuah sapu, dan kemauan untuk bekerja bersama.
(Yanti)










