PALEMBANG,LamanQu.com – Rehabilitasi Mushola Baitul Maghfurin melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang terus bergerak menuju tahap penyelesaian.
Memasuki hari ke-25 pelaksanaan TMMD, Minggu (9/8/2026), personel Satgas tidak hanya berfokus menyelesaikan bagian utama bangunan mushola, tetapi juga mengerjakan sejumlah fasilitas pendukung di lingkungan sekitar.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan yakni pengecoran parit di sisi samping Mushola Baitul Maghfurin. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari tahap penyempurnaan sasaran fisik untuk memastikan saluran air di sekitar bangunan dapat berfungsi dengan lebih baik.
Pengecoran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi saluran dan lingkungan di sekitar mushola. Selain memperkuat konstruksi parit, pekerjaan ini juga diarahkan untuk membuat saluran lebih rapi sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang nantinya menggunakan mushola.
Danton Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letda Inf Teguh Deka, turun langsung mengecek proses pengecoran tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan hasil yang dikerjakan memenuhi aspek fungsi maupun kerapian.
“Pengecoran parit ini merupakan bagian dari penyempurnaan sasaran mushola. Kita pastikan pengerjaannya dilakukan dengan baik agar saluran dapat berfungsi dan mendukung kondisi lingkungan sekitar mushola,” kata Teguh.
Menurut dia, penyelesaian sasaran fisik TMMD tidak hanya ditandai dengan selesainya bangunan utama. Berbagai bagian pendukung juga perlu mendapat perhatian agar fasilitas yang dibangun benar-benar dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Karena itu, personel Satgas terus melakukan pengecekan terhadap bagian-bagian yang masih membutuhkan finishing. Mulai dari pekerjaan bangunan hingga penataan lingkungan di sekitar mushola dikerjakan secara bertahap.
“Yang kita kerjakan bukan hanya bagian yang terlihat dari bangunan utama. Fasilitas pendukung juga harus diperhatikan karena semuanya saling berkaitan,” ujarnya.
Pengecoran parit di sisi mushola sekaligus menjadi bagian dari upaya Satgas menjaga lingkungan bangunan tetap tertata. Saluran air yang baik diharapkan dapat membantu mengarahkan aliran air dan mengurangi potensi genangan di sekitar area mushola, terutama ketika hujan.
Dalam pelaksanaannya, personel Satgas tetap mengedepankan ketelitian. Material yang digunakan dikerjakan sesuai kebutuhan di lapangan, sementara proses pengecoran dilakukan secara bertahap agar hasilnya lebih rapi dan kokoh.
Di tengah pekerjaan finishing tersebut, semangat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat juga terus terlihat. Gotong royong menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD, termasuk dalam menyelesaikan sasaran fisik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Mushola Baitul Maghfurin sendiri menjadi salah satu fasilitas ibadah masyarakat yang mendapat perhatian melalui program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Rehabilitasi dilakukan untuk meningkatkan kondisi bangunan sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas ibadah.
Dengan memasuki tahap penyempurnaan, Satgas kini berupaya memastikan seluruh bagian sasaran dapat diselesaikan secara maksimal. Setiap pekerjaan tidak hanya dikejar dari sisi kecepatan, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan manfaatnya setelah program TMMD berakhir.
Teguh mengatakan, seluruh personel akan terus memantau pekerjaan hingga bagian-bagian yang masih membutuhkan penyelesaian benar-benar rampung.
“Harapannya, setelah selesai nanti mushola ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan lebih nyaman. Karena itu, setiap bagian kita upayakan dikerjakan sebaik mungkin,” katanya.
Melalui TMMD ke-129, pembangunan di wilayah sasaran tidak hanya diarahkan pada penyelesaian infrastruktur fisik. Program tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong.
Rehabilitasi Mushola Baitul Maghfurin diharapkan menjadi salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut. Tidak sekadar menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menghadirkan fasilitas ibadah yang layak, fungsional, nyaman, dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
(Yanti)










