PALEMBANG,LamanQu.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di wilayah sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Tak hanya fokus menyelesaikan pembangunan berbagai sasaran fisik, personel Satgas TMMD juga turut hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Menjelang peringatan 17 Agustus, para prajurit turun langsung membantu warga memasang umbul-umbul serta berbagai hiasan bernuansa merah putih di lingkungan permukiman.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari ke-25 pelaksanaan TMMD, Minggu (9/8/2026). Sejumlah personel Satgas bersama masyarakat bergotong royong menata lingkungan agar terlihat lebih semarak menjelang perayaan kemerdekaan.
Sejak pagi, warga dan prajurit terlihat saling membantu menyiapkan berbagai perlengkapan. Umbul-umbul dipasang di sejumlah titik yang mudah terlihat, sementara bagian lingkungan lainnya dihiasi dengan ornamen merah putih.
Kegiatan yang terbilang sederhana itu berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Tidak terlihat jarak antara prajurit dan masyarakat. Mereka bekerja bersama, mulai dari menyiapkan perlengkapan hingga memasang hiasan di lingkungan permukiman.
Bagi personel Satgas TMMD, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah warga tidak hanya dilakukan ketika mengerjakan sasaran pembangunan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa kebersamaan dengan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
“Kami senang bisa ikut membantu warga. Semoga lingkungan semakin semarak dan semangat memperingati Hari Kemerdekaan semakin terasa,” ujarnya.
Menurut Erik, momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini harus kita semarakkan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan bersama masyarakat seperti pemasangan umbul-umbul juga menjadi bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Di luar sasaran fisik, keberadaan Satgas juga diharapkan mampu memberikan warna dalam kehidupan sosial masyarakat.
Selama pelaksanaan TMMD ke-129, prajurit bersama warga telah terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan. Interaksi yang berlangsung setiap hari membuat hubungan antara personel Satgas dan masyarakat semakin dekat.
Hal itu pula yang terlihat saat warga mengajak prajurit ikut mempersiapkan lingkungan menyambut bulan kemerdekaan.
Dengan mengenakan perlengkapan kerja, para prajurit membantu warga memasang umbul-umbul dan memastikan hiasan terpasang dengan baik.
Bagi masyarakat, kehadiran prajurit dalam kegiatan tersebut memberikan semangat tersendiri. Persiapan menyambut 17 Agustus pun dilakukan secara bersama-sama, sebagaimana tradisi gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Pemasangan berbagai hiasan merah putih juga menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Di tingkat lingkungan, momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Satgas TMMD berharap semangat gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan program tersebut dapat terus dipertahankan masyarakat, tidak hanya selama TMMD berlangsung, tetapi juga setelah program selesai.
Dengan semakin dekatnya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, suasana merah putih di wilayah sasaran TMMD pun diharapkan semakin semarak.
Kehadiran prajurit yang ikut membantu warga menghias lingkungan menjadi salah satu bentuk sederhana dari kemanunggalan TNI dan rakyat.
Dari kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan tidak hanya terlihat dari warna merah putih yang menghiasi lingkungan, tetapi juga dari kebersamaan warga dan prajurit yang bekerja bersama.
(Yanti)










