PALEMBANG,LamanQu.com – Semangat gotong royong terus mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang. Memasuki hari ke-25 pelaksanaan program, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD masih melanjutkan berbagai pekerjaan untuk menyempurnakan rehabilitasi Mushola Baitul Maghfurin di wilayah sasaran TMMD.
Tidak hanya berfokus pada bagian utama bangunan, Satgas juga memperhatikan fasilitas pendukung yang berada di sekitar mushola. Salah satunya dengan melakukan pengecoran parit di sisi samping bangunan.
Pengecoran dilakukan untuk memperkuat saluran air sekaligus membantu menjaga sistem drainase di sekitar mushola. Dengan saluran yang lebih tertata, aliran air diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga lingkungan sekitar tempat ibadah tetap bersih dan tidak mudah tergenang ketika hujan turun.
Proses pekerjaan tersebut mendapat perhatian langsung dari Danton Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letda Inf Teguh Deka. Ia turun ke lokasi untuk mengecek tahapan pengecoran serta memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai rencana.
“Pengecoran parit ini merupakan bagian dari penyempurnaan sasaran mushola. Kita pastikan pengerjaannya dilakukan dengan baik agar saluran dapat berfungsi dan mendukung kondisi lingkungan sekitar mushola,” ujar Letda Inf Teguh Deka.
Menurut dia, penyelesaian sebuah sasaran pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan utama. Berbagai bagian pendukung juga perlu diperhatikan agar hasil rehabilitasi dapat memberikan manfaat secara maksimal dan digunakan dalam jangka panjang.
Karena itu, pekerjaan seperti pengecoran parit menjadi bagian penting dalam tahap penyempurnaan Mushola Baitul Maghfurin. Saluran air yang baik akan membantu menjaga kondisi halaman dan sisi bangunan tetap tertata, sekaligus mengurangi potensi munculnya genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap seiring dengan perkembangan rehabilitasi mushola. Setelah sejumlah bagian utama bangunan ditangani, personel Satgas kemudian melanjutkan pekerjaan pada bagian-bagian pendukung, termasuk penataan lingkungan di sekitar mushola.
Bagi Satgas TMMD, setiap pekerjaan memiliki keterkaitan dengan kenyamanan masyarakat. Mushola sebagai fasilitas ibadah tidak hanya membutuhkan bangunan yang layak, tetapi juga lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman bagi warga yang datang untuk melaksanakan ibadah maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Semangat kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Personel Satgas bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang menjadi sasaran program TMMD. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun fasilitas yang nantinya digunakan bersama.
Letda Inf Teguh Deka menegaskan, kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian meskipun rehabilitasi telah memasuki tahap penyempurnaan.
“Setiap bagian pekerjaan harus diperhatikan. Tidak hanya bangunan utama, tetapi fasilitas pendukung seperti saluran air juga harus dikerjakan dengan baik agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pengecoran parit tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik sasaran. Satgas berupaya memastikan setiap bagian yang dikerjakan memiliki fungsi dan mampu mendukung keberadaan fasilitas yang dibangun.
Dengan semangat gotong royong, kedisiplinan, dan kebersamaan antara personel Satgas serta masyarakat, rehabilitasi Mushola Baitul Maghfurin terus diarahkan menuju tahap akhir. Setelah seluruh pekerjaan rampung, mushola tersebut diharapkan dapat menjadi tempat ibadah yang lebih layak, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Bagi masyarakat, penyempurnaan mushola bukan hanya menghadirkan perubahan pada bangunan secara fisik. Lebih dari itu, keberadaan fasilitas ibadah yang semakin baik diharapkan dapat menunjang aktivitas keagamaan dan memperkuat kebersamaan warga di lingkungan tersebut.
(Yanti)










