LamanQu.Com – Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak pemuda terlibat aktif membangun kawasan transmigrasi. Oleh karena itu, program riset dan pengabdian ini diberinama Ekspedisi Patriot.
Selain itu, gerakan ini diharapkan menjadi wadah kontribusi nyata bagi masa depan bangsa. Menko AHY menekankan bahwa pemikiran segar dari pemuda sangat dibutuhkan negara saat ini. Menko AHY menyatakan, “Generasi muda terutama, yang diharapkan berada di depan karena Indonesia membutuhkan tenaga dan pemikiran terbaik kita,”
Maka dari itu, ajakan tersebut disampaikan di tengah kemeriahan agenda olahraga di ibu kota. Momentum tersebut dirangkaikan dengan kegiatan lari bersama para peserta dalam acara Patriot Move 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/05/2026).
Selanjutnya, Menko AHY menilai program Transmigrasi Patriot ini memiliki nilai yang sangat strategis. Pasalnya, langkah dari Kementerian Transmigrasi tersebut mampu melahirkan generasi muda unggul yang siap melakukan riset serta inovasi langsung di masyarakat.
Sementara itu, pelaksanaan program ini pada periode sebelumnya dinilai telah berjalan dengan sangat sukses. Terlebih lagi, pemerintah tercatat berhasil memberangkatkan sebanyak 2.000 peserta menuju 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Oleh sebab itu, Menko AHY mengaku sangat bangga atas dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh para mahasiswa. Hal ini karena para peserta yang berasal dari berbagai kampus terbaik bangsa dinilai siap menghadapi tantangan di lapangan meskipun jauh dari keluarga.
Kemudian, kontribusi para akademisi muda ini tidak hanya terbatas pada kegiatan penelitian lapangan semata. Dengan demikian, hasil riset mereka akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi, sosial, hingga pembangunan infrastruktur daerah.
Program ini diharapkan dapat mempercepat pengentasan ketimpangan wilayah di tanah air. Oleh karena itu, perhatian khusus dari negara tetap dibutuhkan agar manfaat pembangunan nasional dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok terpencil.




