LamanQu.Com – Ribuan warga memadati kawasan Gedung Sate, Bandung, Sabtu malam (17/05/2026). Karena antusias masyarakat ingin menyaksikan Kirab Milangkala Tatar Sunda. Maka dari itu, suasana berubah penuh nuansa budaya.
Selanjutnya, warga mulai berdatangan sejak sore hari. Tujuannya adalah untuk mengambil posisi terbaik di sepanjang rute.
Sementara itu, antusiasme semakin terasa saat rombongan melintas. Pasalnya, mereka membawa kesenian khas dari 27 kabupaten.
Terlebih lagi, kirab budaya ini menempuh rute 3,5 kilometer. Adapun titik mula berawal dari Kiara Artha Park.
Kemudian, rombongan melintasi Jalan Jakarta dan Jalan Supratman. Akhirnya, perjalanan panjang tersebut berakhir di Gedung Sate.
Oleh sebab itu, beragam pertunjukan seni sukses menyedot perhatian. Bahkan, penampilan sinden membuat warga merasa terhibur.

Dengan demikian, Bandung berubah menjadi panggung budaya terbuka. Hal ini karena semangat pelestarian tradisi sangat kuat.
Terkait penonton, Melly Susilawati mengaku rela datang sejak sore. Maka dari itu, ia mengajak serta seluruh keluarganya.
Oleh karena itu, antusiasmenya tampak sangat tinggi. Melly menyatakan, “Sengaja datang dari jam setengah tiga sore. Pengen lihat langsung Kang Dedi sama kereta kencana,” kata Melly.
Selain itu, Melly menilai acara ini menjadi sarana edukasi. Tujuannya adalah mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Meskipun demikian, ia berharap pelaksanaan mendatang lebih tertib. Hal ini karena antusiasme warga sangat tinggi.
Sementara itu, Andri Aji turut menikmati suasana di Taman Lansia. Maka dari itu, ia memboyong istri dan anaknya.
Selanjutnya, ia mengaku sangat terhibur dengan kemeriahan arak-arakan. Terlebih lagi, banyak seni tradisional melintas.
“Paling menarik lihat sinden dan arak-arakan budayanya. Bandung jadi terasa lebih hidup malam ini suicide,” ujarnya.









