• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Mei 17, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Sumsel

Proyek Jalan Kasiba–Lasiba Rp 4,9 Miliar: Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai spesifikasi

Reporter YN
17 Mei 2026
Proyek Jalan Kasiba–Lasiba Rp 4,9 Miliar: Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai spesifikasi
Bagikan ke Whatsapp

Palembang,LamanQu.Com-Proyek peningkatan Jalan Kasiba–Lasiba di Kota Palembang yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dan masuk dalam APBD Perubahan Kota Palembang Tahun 2025 kini menjadi sorotan tajam.

 

Proyek bernilai Rp4.958.407.000 itu diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi, sebagian pekerjaan terkesan mangkrak, serta memunculkan dugaan lemahnya pengawasan hingga potensi penyelewengan anggaran.

Paket pekerjaan yang dimenangkan oleh CV Brotoseno Jaya tersebut sejak awal sudah memunculkan tanda tanya. Pasalnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kota Palembang, Taufik, dinilai tidak memberikan penjelasan teknis yang jelas dan detail ketika dikonfirmasi awak media sebelum proyek berjalan.

Saat itu Taufik menjelaskan proyek tersebut menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan 20 centimeter, panjang sekitar 500 meter lebih, lebar masing-masing sisi 6 meter, serta terdapat median jalan di bagian tengah.

“Speknya beton, tebalnyo 20, sebagian ado agregat, ado LC, panjangnyo kalau direncanakan 500 lebih, lebarnyo 6 dengan 6, di tengahnyo ado median,” ujar Taufik.

Namun ketika diminta menjelaskan detail spesifikasi berdasarkan dokumen kontrak maupun perencanaan resmi, Taufik justru menjawab secara perkiraan.

“Sekitar 500 meter lebih, kagek kami kasih tau setelah tanda tangan kontrak,” katanya.
Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan karena hasil pekerjaan di lapangan dinilai tidak sesuai dengan apa yang sebelumnya disampaikan kepada publik.

Target 45 Hari, Proyek Molor Berbulan-bulan
Berdasarkan data yang dihimpun, kontrak proyek diteken pada 13 November 2025 dengan target pengerjaan selama 45 hari kalender. Pekerjaan mulai dilaksanakan pada 29 November 2025.

Secara hitungan kontraktual, proyek semestinya selesai pada awal Januari 2026. Namun faktanya, hingga Februari 2026 akses jalan tersebut masih belum sepenuhnya dibuka dan pekerjaan belum terlihat rampung.

Barulah menjelang Ramadan 2026 jalan mulai digunakan masyarakat tanpa adanya peresmian maupun pengumuman resmi bahwa proyek telah selesai 100 persen.

Kondisi di lapangan justru memunculkan polemik baru. Jalan yang dibangun hanya terlihat selesai pada satu sisi, sementara sisi lainnya tidak tersambung secara penuh. Median jalan yang sebelumnya disebut dalam spesifikasi juga tidak terlihat terealisasi.

Pengawas Kontraktor Ungkap Spek Berbeda
Dalam proses pengerjaan proyek pada Desember 2025, awak media sempat mewawancarai pengawas proyek dari CV Brotoseno Jaya bernama Andika.

Saat itu Andika mengakui progres pekerjaan mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca. Meski demikian, ia memastikan material proyek tidak mengalami kendala.

“Kendalanya cuaca, jadi progres agak lambat. Kalau material aman,” ujar Andika.

Namun yang menarik perhatian, Andika justru menyampaikan spesifikasi teknis berbeda dengan yang sebelumnya diungkapkan oleh PPK PUPR Kota Palembang.

Menurut Andika, proyek tersebut memiliki panjang sekitar 740 meter dengan lebar masing-masing sisi 6 meter dan ketebalan beton hanya 10 centimeter.

“Speknya panjang 740 meter, lebar masing-masing 6 meter, ketebalan 10 centimeter,” terang Andika.

Perbedaan data ini memunculkan pertanyaan serius. Sebab Taufik sebelumnya menyebut ketebalan beton mencapai 20 centimeter dengan panjang sekitar 500 meter lebih dan dilengkapi median jalan.
Sementara pengawas lapangan dari kontraktor menyebut panjang mencapai 740 meter namun dengan ketebalan hanya 10 centimeter.

Perbedaan spesifikasi tersebut dinilai menjadi titik krusial yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh auditor maupun aparat pengawas internal pemerintah.

Lahan Hibah, Tidak Ada Pembebasan

Dalam wawancara yang sama, Andika juga menyebut bahwa lahan proyek merupakan hibah dari masyarakat sehingga tidak terdapat biaya pembebasan lahan.

“Lahan ini hibah masyarakat, jadi tidak ada biaya pembebasan lahan,” ujarnya.

Keterangan ini justru memperbesar perhatian publik terhadap penggunaan anggaran proyek yang hampir menyentuh Rp5 miliar.

Sebab tanpa adanya komponen biaya pembebasan lahan, masyarakat mempertanyakan besarnya alokasi anggaran yang digunakan, terlebih hasil pekerjaan di lapangan dinilai belum mencerminkan nilai proyek miliaran rupiah.

“Duitnyo Abes, Katek Lagi”

Ketika kembali dikonfirmasi terkait proyek yang tidak selesai sesuai harapan masyarakat serta tidak adanya peresmian resmi, Taufik memberikan jawaban yang kembali menuai perhatian.

“Maksud aku nih berpikirnyo yang simpel-simpel bae lah. Jangan ini ngapo katek peresmiannyo. Kan jalan itu lah dipake masyarakat. Duitnyo abes, katek lagi, makonyo cak itu,” ujar Taufik.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya bertugas sebagai PPK dan bukan pihak yang berwenang melakukan peresmian proyek.

“Aku ini kan cuma PPK nyo bae. Paket ini kan bantuan gubernur BKBK,” katanya.

Taufik turut menyebut proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

“Masa pemeliharaannyo masih, selama 180 hari kalender,” ujarnya.

Namun ketika ditanya mengenai status serah terima pekerjaan dan pembayaran kepada CV Brotoseno Jaya, taufik mengatakan “serah terima sudah, pembayaran belum”

Dugaan Persoalan Teknis dan Administratif
Dari hasil penelusuran dan keterangan berbagai pihak, sejumlah poin kini menjadi sorotan publik:

Dugaan perbedaan spesifikasi antara dokumen dan pekerjaan lapangan;
Ketidaksesuaian keterangan antara PPK dan pengawas proyek;
Dugaan pengurangan ketebalan beton dari 20 cm menjadi 10 cm;
Median jalan yang tidak terealisasi;
Sebagian ruas jalan yang tidak selesai sepenuhnya;
Target penyelesaian 45 hari kalender yang tidak tercapai;

Minimnya transparansi terkait addendum atau perubahan pekerjaan;
Jalan dibuka tanpa penjelasan resmi mengenai status penyelesaian proyek.
Jika benar terjadi perubahan spesifikasi tanpa penjelasan terbuka maupun tanpa dasar addendum yang jelas, maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.

Terlebih proyek ini menggunakan dana publik yang berasal dari BKBK dan masuk dalam APBD-P Kota Palembang, sehingga akuntabilitasnya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis.

Publik Desak Audit Menyeluruh
Polemik proyek Jalan Kasiba–Lasiba kini tidak lagi sekadar soal keterlambatan pembangunan jalan, tetapi juga menyangkut transparansi dan integritas pengelolaan anggaran negara.

Publik berharap Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga aparat penegak hukum melakukan audit menyeluruh terhadap:
dokumen kontrak,
RAB proyek,
volume pekerjaan riil,
mutu konstruksi beton,
mekanisme pembayaran,
hingga kemungkinan adanya pengurangan spesifikasi pekerjaan.

Sebab bagi masyarakat, proyek infrastruktur bukan sekadar hamparan beton. Ia adalah cerminan tata kelola pemerintahan dan bentuk pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat.

Ketika spesifikasi berubah, pekerjaan tidak tuntas, namun anggaran hampir Rp5 miliar disebut habis, maka pertanyaan publik menjadi semakin relevan: apakah proyek Jalan Kasiba–Lasiba benar-benar dikerjakan sesuai kontrak, atau justru menyimpan persoalan yang lebih besar di balik pembangunan yang tak kunjung selesai?

 

(Yanti)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Mensesneg Prasetyo Hadi Ungkap Cadangan Beras Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Next Post

Dukung Ekspedisi Patriot, Menko AHY Ajak Generasi Muda Bangun Kawasan Transmigrasi

YN

Info Terkait

Ekspedisi Patriot

Dukung Ekspedisi Patriot, Menko AHY Ajak Generasi Muda Bangun Kawasan Transmigrasi

17 Mei 2026
Cadangan Beras Bulog

Mensesneg Prasetyo Hadi Ungkap Cadangan Beras Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

17 Mei 2026
Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sedot Perhatian Warga, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Sukses Meriahkan Kota Bandung

17 Mei 2026
hasil pembangunan sumur bor

Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari

17 Mei 2026
Kirab Budaya, Napak Tilas Padjadjaran

Dihadiri Ribuan Warga, Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Berakhir Meriah di Gedung Sate

17 Mei 2026
Perubahan Dalam Isi KUHP Dan KUHAP Perlu Ada Pemahaman Didalamnya, Berikut Disampaikan Ketua STIHPADA Palembang

Perubahan Dalam Isi KUHP Dan KUHAP Perlu Ada Pemahaman Didalamnya, Berikut Disampaikan Ketua STIHPADA Palembang

17 Mei 2026

Berita Terbaru

Dukung Ekspedisi Patriot, Menko AHY Ajak Generasi Muda Bangun Kawasan Transmigrasi

Proyek Jalan Kasiba–Lasiba Rp 4,9 Miliar: Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai spesifikasi

Mensesneg Prasetyo Hadi Ungkap Cadangan Beras Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Sedot Perhatian Warga, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Sukses Meriahkan Kota Bandung

Tawa Bahagia Warga Pecah di Lokasi Sumur Bor TMMD di Dusun Gadungsari

Dihadiri Ribuan Warga, Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Berakhir Meriah di Gedung Sate

Perubahan Dalam Isi KUHP Dan KUHAP Perlu Ada Pemahaman Didalamnya, Berikut Disampaikan Ketua STIHPADA Palembang

Jalan Cor TMMD Buka Harapan Baru, Pak Harto Kini Ingin Bangun Rumah Impian

Penyaluran LPG 3 Kg Ditambah, Warga Diimbau Tidak Melakukan Pembelian Berlebihan

Berita Populer

Terima ASITA Bali, Wapres Gibran Tegaskan Pariwisata Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Bali and Beyond Travel Fair
Reporter lian
14 Mei 2026

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali di...

Read more

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan
Reporter YN
5 Mei 2026

Palembang. Lamanqu. Com Suasana Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya....

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
ADVERTISEMENT