PALEMBANG,LamanQu.com– Sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, Muhammad Ridho (18) harus menjalani hari-hari dengan kondisi yang berbeda dari anak-anak seusianya. Selama bertahun-tahun, ia menderita sakit akibat saraf terjepit yang membuat aktivitasnya terbatas.
Kini, setelah hampir separuh hidupnya dilalui dengan kondisi tersebut, Ridho mendapat kunjungan dari personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Kunjungan itu berlangsung di kediaman Ridho di Perumahan Griya Sinar Rose, Blok B 01, RT 26/RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Selasa (11/8/2026).
Kedatangan personel Satgas TMMD bukan untuk melakukan pekerjaan fisik, melainkan untuk bersilaturahmi dan memberikan dukungan moral kepada Ridho yang telah lama berjuang menghadapi sakitnya.
Danramil 418-07/Sukarami Mayor Inf Zainuri turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia didampingi Babinsa Talang Jambe Serma Mulyadi Zaki, Lurah Talang Jambe Wulandari serta sejumlah personel Satgas TMMD.
Zainuri mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah pelaksanaan TMMD.
“Kami berkunjung ke sini untuk bersilaturahmi dengan ananda Muhammad Ridho. Kami ingin memberikan support kepada ananda Ridho,” ujar Zainuri.
Menurut dia, keberadaan Satgas TMMD di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana. Lebih dari itu, personel TNI juga berupaya hadir untuk melihat secara langsung kondisi warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Bagi Ridho, kunjungan tersebut menjadi momen tersendiri. Di tengah perjuangannya menghadapi penyakit yang telah dideritanya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, kehadiran orang-orang yang datang untuk memberikan semangat menjadi bentuk perhatian yang berarti.

Ridho merupakan putra Salibi Darwis, seorang buruh harian. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang sederhana, perjuangan Ridho dan keluarganya menghadapi sakit yang telah berlangsung bertahun-tahun tentu bukan perkara mudah.
Sejak kelas IV SD, Ridho harus menjalani kehidupan dengan keluhan saraf terjepit. Waktu terus berjalan hingga kini usianya menginjak 18 tahun, tetapi kondisi tersebut masih menjadi bagian dari kesehariannya.
Kunjungan Satgas TMMD menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dilakukan selama pelaksanaan program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Di tengah berbagai kegiatan pembangunan fisik, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jalan, fasilitas umum, sumur bor, dan sarana lainnya, Satgas juga berusaha membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Bagi TNI, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai perubahan bentuk fisik suatu wilayah. Ada pula sisi lain yang tak kalah penting, yakni memastikan masyarakat merasa diperhatikan dan tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan kehidupan.
Pesan itu pula yang ingin disampaikan melalui kunjungan kepada Ridho.
Kehadiran Danramil, lurah dan personel Satgas di rumahnya menjadi pengingat bahwa TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan yang dapat digunakan masyarakat. Program tersebut juga diharapkan menghadirkan rasa kebersamaan antara TNI dan warga.
Di rumah sederhana itu, perhatian yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Ridho dan keluarganya, dukungan tersebut menjadi tambahan semangat untuk terus menjalani hari-hari.
TMMD pada akhirnya bukan sekadar tentang apa yang dibangun, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran TNI dapat dirasakan masyarakat, termasuk oleh mereka yang tengah menghadapi ujian dalam kehidupan.
(Yanti)










