PALEMBANG,LamanQu.com – Menyelesaikan pembangunan sebelum batas waktu menjadi salah satu target penting dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang. Namun, bagi Satgas, pekerjaan yang cepat selesai belum cukup jika hasil akhirnya belum benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, memasuki hari ke-26 pelaksanaan TMMD, Senin (10/8/2026), perhatian personel Satgas mulai diarahkan pada detail pekerjaan. Setiap bagian bangunan yang masih membutuhkan penyempurnaan diperiksa kembali agar tidak menyisakan pekerjaan saat program memasuki penutupan pada 13 Agustus mendatang.
Salah satunya terlihat pada rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sriyanti di Jalan Nurdin Panji, RT 08 RW 04, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang.
Di lokasi tersebut, personel Satgas bersama masyarakat masih terlihat bekerja menyelesaikan bagian-bagian rumah. Sebanyak 10 personel TNI AD dan lima warga terlibat dalam proses penyelesaian tersebut.
Aktivitas di rumah Ibu Sriyanti tidak sekadar mengejar agar bangunan terlihat selesai. Sejumlah bagian justru kembali dikerjakan untuk memastikan hasil akhirnya lebih sesuai dengan kebutuhan bangunan.
Salah satunya adalah bagian depan rumah. Personel Satgas melakukan pembongkaran pada bagian teras untuk kemudian dilakukan penyesuaian sebelum pekerjaan memasuki tahap akhir.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa tahap finishing tidak selalu berarti sekadar mengecat atau merapikan bagian yang sudah terbangun. Pada tahap ini, sejumlah bagian masih dapat dievaluasi dan diperbaiki apabila dinilai belum sesuai.
Personel Satgas memilih melakukan penyesuaian terlebih dahulu agar hasil akhir rumah tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga lebih nyaman dan layak digunakan oleh keluarga penerima manfaat.
Pekerjaan seperti itu membutuhkan ketelitian karena setiap bagian bangunan saling berkaitan. Kesalahan kecil yang dibiarkan pada tahap akhir dapat memengaruhi kenyamanan maupun fungsi bangunan setelah rumah diserahkan kepada pemiliknya.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh sasaran fisik diarahkan untuk mencapai hasil akhir yang maksimal.
“Sekarang seluruh sasaran kita fokuskan pada finishing. Setiap bagian yang masih perlu diperbaiki atau disempurnakan akan kita selesaikan, sehingga hasil akhirnya benar-benar baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, percepatan pekerjaan tetap harus berjalan seiring dengan pengawasan terhadap kualitas hasil pembangunan. Apalagi, seluruh sasaran fisik TMMD sudah memasuki tahapan akhir menjelang penutupan.
Finishing menjadi bagian penting karena pada fase inilah personel dapat melihat kembali hasil pekerjaan secara keseluruhan. Bagian yang belum sempurna diperbaiki, sementara bagian yang sudah selesai dirapikan agar siap digunakan.
Bagi keluarga penerima manfaat seperti Ibu Sriyanti, perubahan rumah bukan semata-mata soal bangunan yang menjadi lebih bagus. Rumah yang lebih layak diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta mendukung aktivitas keluarga sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Satgas tidak ingin terburu-buru meninggalkan lokasi hanya karena batas waktu pelaksanaan semakin dekat.
Di tengah waktu pelaksanaan yang tinggal beberapa hari, semangat menyelesaikan pekerjaan tetap dibarengi dengan kehati-hatian. Personel bersama masyarakat memastikan setiap bagian yang masih membutuhkan perhatian dituntaskan secara bertahap.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kehadiran warga bukan hanya membantu tenaga Satgas, tetapi sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan TMMD.
Hampir sebulan program berjalan di tengah masyarakat. Berbagai sasaran fisik dikerjakan secara bertahap, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi rumah, fasilitas umum, jalan, hingga sarana pendukung lainnya.
Kini, ketika penutupan semakin dekat, pekerjaan memasuki fase yang menentukan. Bukan lagi sekadar bagaimana pembangunan dapat diselesaikan, tetapi bagaimana seluruh hasilnya benar-benar siap dimanfaatkan.
Dari rumah Ibu Sriyanti, proses itu terlihat dalam pekerjaan sederhana namun penting: membongkar bagian teras yang perlu disesuaikan, memperbaiki detail bangunan, kemudian memastikan semuanya kembali rapi.
Bagi Satgas TMMD, ketelitian tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab. Sebab, bangunan yang ditinggalkan setelah program selesai diharapkan bukan hanya menjadi tanda bahwa sebuah sasaran telah dikerjakan, tetapi benar-benar menjadi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menjelang penutupan TMMD ke-129 pada 13 Agustus 2026, Satgas Kodim 0418/Palembang pun terus melakukan pengecekan dan penyempurnaan di berbagai sasaran. Setiap pekerjaan diarahkan agar tuntas sesuai target, sekaligus tetap memperhatikan kualitas dan kebutuhan penerima manfaat.
(Yanti)










