Palembang,LamanQu.Com– Matahari pagi baru saja meninggi ketika embun masih menggantung di ujung dedaunan. Di sebuah lahan sederhana milik warga di RT 10 RW 03, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (30/7/2026), beberapa prajurit TNI tampak sibuk menundukkan badan. Tangan mereka bukan sedang menggenggam senjata, melainkan mencabut rumput liar yang mulai tumbuh di sela-sela tanaman sawi,cabe dan pakcoy.
Di antara mereka, Babinsa Kelurahan Talang Jambe, Serma Mulyadi Zaki, tampak telaten menyiram tanaman yang baru berusia sekitar 7 hari sejak ditanam. Sesekali ia memperhatikan daun-daun muda yang mulai menghijau, memastikan tidak ada gulma yang mengganggu pertumbuhannya.
Suasana pagi itu terasa begitu tenang. Semilir angin berembus pelan, sementara sinar matahari yang hangat seolah menjadi pertanda baik bagi tumbuhnya harapan baru di lahan ketahanan pangan yang menjadi salah satu sasaran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi sebagian orang, kegiatan menyiram tanaman mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi para prajurit yang terlibat dalam TMMD, setiap tetes air yang mengalir ke akar tanaman merupakan bagian dari ikhtiar membangun ketahanan pangan masyarakat sekaligus menumbuhkan optimisme warga untuk masa depan yang lebih baik.
Serma Mulyadi Zaki mengatakan, perkembangan tanaman sejauh ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bibit-bibit yang ditanam satu pekan lalu mulai tumbuh sehat dengan warna daun yang segar.
“Alhamdulillah, bibit sawi, cabe dan pakcoy yang ditanam akhirnya tumbuh dengan perkembangan yang baik. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan perawatan hingga nantinya siap dipanen,” ujarnya.
Menurutnya, pekerjaan tidak berhenti setelah benih ditanam. Justru tahap perawatan menjadi kunci keberhasilan agar tanaman dapat tumbuh maksimal. Karena itu, personel TNI bersama masyarakat rutin menyiram, membersihkan rumput liar, serta mengawasi kondisi tanaman setiap hari.
Semangat gotong royong yang menjadi ruh TMMD pun tampak hidup di lahan tersebut. Kehadiran prajurit bukan sekadar membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memberi contoh bahwa membangun desa dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk merawat tanaman yang kelak akan memberi manfaat bagi banyak orang.
Program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Talang Jambe tidak hanya berorientasi pada hasil panen. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan kebutuhan pangan secara mandiri.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, keberadaan kebun sayur di lingkungan permukiman diharapkan mampu menjadi sumber pangan keluarga. Hasil panennya dapat dikonsumsi sendiri sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga. Jika produksinya melimpah, hasilnya pun bisa dipasarkan untuk menambah penghasilan warga.
Harapan itulah yang kini tumbuh bersama hijaunya daun-daun sawi dan pakcoy yang mulai memenuhi lahan. Cabai yang ditanam di beberapa petak pun perlahan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

“Kami berharap tanaman ini nantinya dapat tumbuh subur hingga bisa dipanen oleh masyarakat. Dengan begitu, hasilnya bisa memenuhi kebutuhan warga sekaligus dijual untuk menambah pendapatan keluarga,” kata Mulyadi.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos menambahkan, program ketahanan pangan ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Kami berharap masyarakat semakin semangat memanfaatkan lahan yang ada. Semoga hasilnya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta meningkatkan perekonomian keluarga,”tandasnya.
Bagi TMMD, pembangunan bukan hanya soal membangun jalan, merehabilitasi rumah tidak layak huni, mendirikan pos kamling, atau membuat sumur bor. Program ini juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui kebun ketahanan pangan, TNI ingin meninggalkan warisan yang terus hidup setelah seluruh rangkaian TMMD berakhir. Ketika para prajurit kembali ke satuannya masing-masing, tanaman yang kini dirawat bersama diharapkan tetap tumbuh, dipelihara, dan memberi manfaat bagi warga Talang Jambe.
Pagi itu, setelah selesai menyiram tanaman, Serma Mulyadi Zaki kembali menatap hamparan sayuran yang mulai menghijau. Senyum tipis terlihat di wajahnya. Barangkali, bagi seorang Babinsa, melihat benih tumbuh subur memiliki kebahagiaan yang sama seperti menyaksikan harapan masyarakat perlahan bertunas.
Di lahan sederhana itulah, TMMD kembali menunjukkan bahwa membangun negeri tidak selalu dimulai dari proyek besar. Kadang, perubahan justru berawal dari sebutir benih yang ditanam dengan ketulusan, dirawat dengan kebersamaan, lalu dipanen sebagai buah kesejahteraan untuk masyarakat.
(Yanti)










