• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Mei 4, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Sumsel

Andalas Forum VI: BPDP dan Penguatan ISPO Menjadi Kunci Masa Depan Sawit Indonesia

Reporter YN
4 Mei 2026
Andalas Forum VI: BPDP dan Penguatan ISPO Menjadi Kunci Masa Depan Sawit Indonesia
Bagikan ke Whatsapp

PALEMBANG. Lamanqu. Com

Sejumlah pakar dan pemangku kepentingan menegaskan BPDP dan Penguatan ISPO menjadi kunci masa depan sawit Indonesia, pentingnya penguatan tata kelola industri kelapa sawit nasional agar mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga peran strategisnya bagi perekonomian Indonesia. Penegasan tersebut mengemuka dalam Andalas Forum VI di Palembang, 16–17 April 2026.

Forum ini adalah agenda rutin tahunan GAPKI Cabang se Sumatera, dan tahun 2026 digelar di Hotel Aryaduta Palembang. Forum ini merupakan Seminar dan Expo Sawit terbesar di Sumatera. Dalam dua hari Forum Andalas diisi empat sesi seminar dengan menghadirkan pembicara akademisi dan praktisi.

Pada Seminar Sesi I dengan tema “Sawit Indonesia: Mau Dibawa ke Mana?”. Forum ini dimaksudkan merumuskan arah kebijakan pengelolaan sawit nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan global terkait transisi energi, ketahanan pangan, dan standar keberlanjutan internasional.

Guru Besar Kebijakan Agribisnis IPB, Y. Bayu Krisnamurthi, mengatakan hubungan Indonesia dan sawit tidak dapat dipisahkan. “Indonesia butuh sawit, sawit butuh Indonesia. Industri ini menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja dan menjadi andalan ekspor, 64 persen devisa,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengembangan sawit harus dilakukan melalui kebijakan terintegrasi yang menyeimbangkan kepentingan energi, pangan, dan keberlanjutan.

 

Hal ini penting untuk menjawab tantangan isu lingkungan, persaingan minyak nabati hingga kondisi geopolitik dan ekonomi global.

Menurutnya, diplomasi ekonomi juga menjadi kunci dalam menjaga akses pasar global di tengah meningkatnya tekanan terhadap komoditas sawit. “Perlu ada kejelasan dan kepastian hukum dalam kerangka tata aturan yang rasional dan dihormati bersama,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Zaid Burhan Ibrahim, menilai sawit tetap menjadi penopang utama sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“BPDP berperan sebagai instrumen fiskal untuk mendukung keberlanjutan sawit, mulai dari biodiesel, peremajaan sawit rakyat, hingga riset dan inovasi. Pembiayaan diarahkan untuk peningkatkan daya saing global dengan prinsip keberlanjutan,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyebut kredit sektor perkebunan masih berpeluang untuk dikembangkan, dan sawit memiliki risiko terendah dibanding komoditas pertanian lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyebut peluang kredit sektor perkebunan masih terbuka lebar. “Pembiayaan sawit relatif memiliki risiko lebih rendah dibanding komoditas lain. Namun, implementasi pembiayaan hijau dan peningkatan produktivitas tetap menjadi tantangan. Bicara peningkatan produktivitas juga harus diikuti hilirisasi untuk peningkatan nilai jual,” ujarnya.

Sawit Indonesia: Potensi dan Tantangan
Dalam sesi lain, Guru Besar IPB Rizaldi Boer menilai sawit memiliki potensi besar sebagai aset karbon dalam mitigasi perubahan iklim. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan serius seperti isu deforestasi, konflik lahan, tekanan global terkait isu keberlanjutan dan lemahnya penegakan hukum.
Dalam paparannya disebutkan, perkebunan sawit sudah berkontribusi dalam menurunkan potensi penurunan emisi gas rumah kaca yang mencapai 0,200Gt (200.000.000 ton) CO2e setara sekitar 40%. Pada perspektif global, sawit dipandang bukan hanya sebagai aset ekonomi tetapi juga aset karbon yang berpotensi sebagai instrumen ketahanan iklim.
Petrus Gunarso dari Lembaga Literasi Dayak juga menegaskan bahwa sawit bukan penyebab utama deforestasi. Hal itu terbukti melalui pemetaan satelit selama 40 tahun (1985-2025).
“Penguatan tata kelola lahan menjadi prasyarat utama dalam mengurangi tekanan deforestasi pada sektor sawit. Deforestasi tidak sama dengan degradasi. Kesalahan definisi sering melahirkan kebijakan yang keliru. Sawit tidak selalu identik dengan deforestasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat M.E. Manurung, menyoroti ketimpangan produktivitas antara petani dan perusahaan besar. “Petani adalah aktor kunci, tetapi produktivitas mereka masih jauh tertinggal. Ini harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Ermanto Fahamsyah akademisi dari Universitas Jember yang juga Dewan Pakar GAPKI menekankan pentingnya kepastian hukum melalui harmonisasi regulasi, termasuk dorongan pembentukan Undang-Undang Perkelapasawitan.
ISPO dan Tantangan Global
Penguatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi perhatian utama dalam menghadapi tekanan pasar global. Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan ISPO kini diperkuat sebagai standar mandatori nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sementara itu, Muhammad Badiul Ulum dari Control Union Indonesia menilai digitalisasi audit menjadi kebutuhan mendesak. “Audit berbasis digital dan geolokasi penting untuk menjaga kredibilitas ISPO di pasar global,” katanya.
Dari sektor swasta, Ismu Zulfikar, Pengurus Bidang Perkebunan GAPKI menegaskan bahwa ISPO harus dipandang sebagai nilai tambah bisnis. “ISPO bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen untuk meningkatkan daya saing global,” katanya.
Sedangkan Rukaiyah Rafik dari FORTASBI menekankan pentingnya penyelarasan ISPO dengan standar global seperti kebijakan no-deforestation.
Teknologi Kunci Transparansi
Dalam sesi teknologi, Farah Saufika dari PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk, menegaskan pentingnya sistem ketelusuran digital dalam rantai pasok sawit. “Traceability menjadi jembatan untuk memastikan keberlanjutan dapat diverifikasi,” jelasnya.

Akademisi Universitas Sriwijaya, Julian Supardi, menambahkan bahwa teknologi seperti blockchain dapat mempercepat proses sertifikasi dan meningkatkan transparansi data.
Sementara itu, Bukti Bagja dari World Resources Institute Indonesia menyoroti pentingnya pemantauan hotspot dan integrasi data spasial dalam pengendalian pembukaan lahan.
Andalas Forum VI menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan kebijakan sawit berbasis keberlanjutan, percepatan peremajaan sawit rakyat, pengembangan pembiayaan hijau, hingga penguatan diplomasi ekonomi internasional. Selain itu, forum juga mendorong pembentukan Badan Otoritas Sawit dan percepatan Undang-Undang Perkelapasawitan.

Forum Seminar dan Expo Sawit terbesar di Sumatera juga menegaskab bahwa masa depan sawit Indonesia bergantung pada keberhasilan transformasi tata kelola yang terintegrasi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global. Dengan sinergi lintas sektor, sawit diyakini tetap menjadi penggerak ekonomi nasional sekaligus bagian dari solusi perubahan iklim.

 

(Yanti)

ADVERTISEMENT
Previous Post

SHSLAWFIRM: Pelaku Melanggar UU Ite, Kami Juga akan Mempropamkan Oknum Polri RMS

Next Post

Ketua HPN Sumsel Sebut Akan Berdayakan Pengusaha Nahdliyin Mulai Tingkat Bawah Hingga Atas

YN

Info Terkait

SHSLAWFIRM: Pelaku Melanggar UU Ite, Kami Juga akan Mempropamkan Oknum Polri RMS

SHSLAWFIRM: Pelaku Melanggar UU Ite, Kami Juga akan Mempropamkan Oknum Polri RMS

4 Mei 2026

4 Mei 2026
Muba Membangun SDM : Di Bawah Komando Bupati Toha, Putra-Putri Bumi Serasan Sekate Siap Taklukkan Industri Migas

Muba Membangun SDM : Di Bawah Komando Bupati Toha, Putra-Putri Bumi Serasan Sekate Siap Taklukkan Industri Migas

4 Mei 2026
Juni-Agustus Jamaah Travel Al Mukhtar Full Set Sebelum Diresmikan, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

Juni-Agustus Jamaah Travel Al Mukhtar Full Set Sebelum Diresmikan, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

4 Mei 2026
Pengecoran Jalan di Desa Puro

Berpacu dengan Cuaca, Satgas TMMD Kebut Pengecoran Jalan di Desa Puro

4 Mei 2026
KAI Pantau Jalur Manggarai-Bekasi

Fokus Keselamatan dan Pendampingan Korban, KAI Pantau Jalur Manggarai-Bekasi

4 Mei 2026

Berita Terbaru

Berpacu dengan Cuaca, Satgas TMMD Kebut Pengecoran Jalan di Desa Puro

Fokus Keselamatan dan Pendampingan Korban, KAI Pantau Jalur Manggarai-Bekasi

Warna Baru untuk Harapan Baru, RTLH Ibu Ngadinem Masuk Tahap Akhir

Sinergi KI Pusat, Dewan Pers, dan KPI: Perkuat Peran Media sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Dipimpin Serka Joko Murdianto, Pengurukan Jadi Pondasi Pengecoran Jalan

Ambang Batas Parlemen Jadi Instrumen Efektivitas Demokrasi, Hasto Tekankan Pilihan Rakyat

Peringati Hardiknas 2026, Kakanwil Kemenag Sumsel Tekankan Pentingnya “Deep Learning” dan Kesejahteraan Guru

Sinergi TNI-Polri dan Warga Jadi Kunci Kelancaran Cor Jalan TMMD

Privilege Palembang Laris Manis, DP Mulai Rp 3 Juta

Berita Populer

Reses Dapil II DPRD Palembang: Mie Gacoan Dinilai Bantu Kurangi Pengangguran di Alang-Alang Lebar

Reses Dapil II DPRD Palembang: Mie Gacoan Dinilai Bantu Kurangi Pengangguran di Alang-Alang Lebar
Reporter YN
24 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, anggota DPRD Kota Palembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang...

Read more

Pasca-Kecelakaan di Bekasi, Kemenhub Prioritaskan 10 Titik Perlintasan Sebidang

penertiban perlintasan sebidang
Reporter lian
1 Mei 2026

LamanQu.Com - Kemenhub bersama PT KAI mempercepat penertiban perlintasan sebidang di seluruh wilayah. Selain itu, langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan...

Read more

Percepat Reforma Agraria, DPR RI Segera Bentuk Command Center Penanganan Konflik

Reforma Agraria
Reporter lian
2 Mei 2026

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa DPR RI akan membentuk pusat komando atau command center khusus. Selain...

Read more

Ringankan Beban Pekerja, Bulog Salurkan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026

Paket Sembako di May Day
Reporter lian
2 Mei 2026

LamanQu.Com - Perum Bulog menyalurkan 350 ribu paket sembako kepada seluruh buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In