• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Daeng Supri Yanto SH MH CMS.P : Meretas Degradasi Prestasi Olahraga Nasional: Bakat dan Meritokrasi di Atas Segala-galanya

Reporter YN
11 November 2025
Degradasi Prestasi Olahraga Nasional
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Olimpiade, Asian Games, SEA Games. Panggung megah yang seharusnya menjadi etalase gemilang prestasi olahraga Indonesia, kini justru kerap kali menyisakan getir kekecewaan. Bukan karena kurangnya semangat juang para atlet, melainkan karena sistem yang rapuh, yang alih-alih menjunjung tinggi meritokrasi, justru terperangkap dalam labirin kepentingan dan relasi emosional.

Bakat Terpendam, Sistem Terpasung

Kita berbicara tentang atlet-atlet potensial, yang sejak usia dini telah menunjukkan bakat dan dedikasi luar biasa pada cabang olahraga masing-masing. Mereka berlatih keras, mengasah kemampuan, dan bermimpi untuk mengharumkan nama bangsa. Namun, mimpi itu seringkali kandas di tengah jalan, bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena terbentur tembok tebal bernama “like and dislike” atau suka dan tidak suka.

Penyaringan atlet, yang seharusnya menjadi proses objektif berdasarkan tolok ukur prestasi, justru tercemar oleh subjektivitas pengurus cabang olahraga atau kalangan tertentu. Kedekatan emosional, koneksi personal, atau bahkan kepentingan bisnis, seringkali menjadi faktor penentu, mengalahkan pertimbangan kualitas dan potensi atlet.

Degradasi Prestasi: Konsekuensi Logis

Ketika atlet yang benar-benar berprestasi tersingkir, digantikan oleh mereka yang “lebih disukai” atau “lebih dekat”, maka degradasi prestasi adalah konsekuensi logis yang tak terhindarkan. Bagaimana mungkin kita bisa bersaing di kancah internasional jika bibit-bibit unggul kita dipendam, sementara yang medioker justru diberi panggung?

Fenomena ini bukan hanya terjadi di level nasional, melainkan sudah mengakar sejak penyaringan di tingkat daerah. Mulai dari Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam), Pekan Olahraga Kabupaten/Kota (Porkab/Porkot), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON), sistem yang korup ini terus berulang, menghasilkan atlet-atlet yang “dipoles” bukan “diasah”.

Analisis: Akar Masalah dan Solusi

Akar masalahnya terletak pada kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pembinaan dan seleksi atlet. Pengurus cabang olahraga seringkali memiliki kekuasaan yang terlalu besar, tanpa pengawasan yang memadai. Akibatnya, mereka leluasa untuk melakukan praktik nepotisme, favoritisme, atau bahkan korupsi.

Solusinya adalah reformasi total sistem pembinaan dan seleksi atlet. Pemerintah harus membentuk badan independen yang bertugas mengawasi dan mengevaluasi kinerja pengurus cabang olahraga. Badan ini harus memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi tegas kepada pengurus yang terbukti melakukan pelanggaran.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana pembinaan atlet. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Dengan demikian, potensi korupsi dapat diminimalkan.

Meritokrasi: Harga Mati Prestasi Olahraga

Kita harus kembali kepada prinsip dasar meritokrasi: hanya mereka yang benar-benar berprestasi yang berhak mendapatkan kesempatan. Tidak ada tempat bagi nepotisme, favoritisme, atau kepentingan pribadi dalam dunia olahraga.

Jika kita ingin melihat prestasi olahraga Indonesia kembali bersinar di kancah internasional, maka kita harus berani melakukan perubahan mendasar. Kita harus membersihkan sistem dari praktik-praktik korup dan memastikan bahwa bakat dan kemampuan atlet menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan.

Hanya dengan cara itulah kita dapat meretas degradasi prestasi olahraga nasional dan mewujudkan mimpi Indonesia menjadi bangsa yang disegani di bidang olahraga.

Tags: Degradasiprestasi olahraga
ADVERTISEMENT
Previous Post

135 Event Sepanjang Tahun, Palembang Siap Jadi Kota Event Nasional dan Internasional

Next Post

Konsisten Lestarikan Lingkungan, Kelompok Ankubas Binaan Kilang Pertamina Plaju Raih Penghargaan Kalpataru

YN

Info Terkait

Ketum KONI Sumsel

Usai Dilantik, Ini Program 100 Hari Ketum KONI Sumsel Yulian Gunhar

21 Desember 2023
popda, atlit, pekan olahraga pelajar daerah

Gubernur Sumsel : Popda Ajang Seleksi Mencari Atlit Unggul

23 Agustus 2022

Berita Terbaru

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

Perkuat Keandalan Operasi di Era Digital, Kilang Plaju Tingkatkan Kompetensi Pekerja

Borong 5 Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia

Polsri Gelar Ujian Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri 2026, Diikuti 2.362 Peserta

Bawa Segudang Prestasi, Ria Wilastri Siap Wujudkan Inovasi Pendidikan di SMAN 5 Palembang

Dilantik Jadi Kepala SMA Negeri 17 Palembang, Rozali Siap Jalankan Amanah Baru

NasDem Sumsel Luruskan Status Edison: Bukan Kader, Murni Birokrat yang Diusung Bersama PDIP dan Golkar

Berita Populer

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

Ayu Nur Suri: Keselamatan Publik Harus Jadi Prioritas Utama Setiap Aktivitas Usaha

Ayu Nur Suri: Keselamatan Publik Harus Jadi Prioritas Utama Setiap Aktivitas Usaha
Reporter YN
1 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Ayu Nur Suri, SE., MM,...

Read more

Sebanyak 22 Warga Binaan di Lapas dan Rutan Sumsel Dapat Remisi Khusus Waisak 2026

Sebanyak 22 Warga Binaan di Lapas dan Rutan Sumsel Dapat Remisi Khusus Waisak 2026
Reporter YN
31 Mei 2026

Palembang,LamanQu.Com-Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan memberikan Remisi Khusus (RK)...

Read more

Pemuda ICMI Sumsel Sembelih 1 Sapi dan 2 Kambing, Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat

Pemuda ICMI Sumsel Sembelih 1 Sapi dan 2 Kambing, Daging Kurban Dibagikan ke Masyarakat
Reporter YN
29 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Idul Adha 1447 H / 2026 Ini di rayakan Dengan suka cita oleh masyarakat luas. Dalam momentum Idul Adha...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In