• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 17, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Daeng Supri Yanto SH MH CMS.P : Meretas Degradasi Prestasi Olahraga Nasional: Bakat dan Meritokrasi di Atas Segala-galanya

Reporter YN
11 November 2025
Degradasi Prestasi Olahraga Nasional
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Olimpiade, Asian Games, SEA Games. Panggung megah yang seharusnya menjadi etalase gemilang prestasi olahraga Indonesia, kini justru kerap kali menyisakan getir kekecewaan. Bukan karena kurangnya semangat juang para atlet, melainkan karena sistem yang rapuh, yang alih-alih menjunjung tinggi meritokrasi, justru terperangkap dalam labirin kepentingan dan relasi emosional.

Bakat Terpendam, Sistem Terpasung

Kita berbicara tentang atlet-atlet potensial, yang sejak usia dini telah menunjukkan bakat dan dedikasi luar biasa pada cabang olahraga masing-masing. Mereka berlatih keras, mengasah kemampuan, dan bermimpi untuk mengharumkan nama bangsa. Namun, mimpi itu seringkali kandas di tengah jalan, bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena terbentur tembok tebal bernama “like and dislike” atau suka dan tidak suka.

Penyaringan atlet, yang seharusnya menjadi proses objektif berdasarkan tolok ukur prestasi, justru tercemar oleh subjektivitas pengurus cabang olahraga atau kalangan tertentu. Kedekatan emosional, koneksi personal, atau bahkan kepentingan bisnis, seringkali menjadi faktor penentu, mengalahkan pertimbangan kualitas dan potensi atlet.

Degradasi Prestasi: Konsekuensi Logis

Ketika atlet yang benar-benar berprestasi tersingkir, digantikan oleh mereka yang “lebih disukai” atau “lebih dekat”, maka degradasi prestasi adalah konsekuensi logis yang tak terhindarkan. Bagaimana mungkin kita bisa bersaing di kancah internasional jika bibit-bibit unggul kita dipendam, sementara yang medioker justru diberi panggung?

Fenomena ini bukan hanya terjadi di level nasional, melainkan sudah mengakar sejak penyaringan di tingkat daerah. Mulai dari Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam), Pekan Olahraga Kabupaten/Kota (Porkab/Porkot), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON), sistem yang korup ini terus berulang, menghasilkan atlet-atlet yang “dipoles” bukan “diasah”.

Analisis: Akar Masalah dan Solusi

Akar masalahnya terletak pada kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pembinaan dan seleksi atlet. Pengurus cabang olahraga seringkali memiliki kekuasaan yang terlalu besar, tanpa pengawasan yang memadai. Akibatnya, mereka leluasa untuk melakukan praktik nepotisme, favoritisme, atau bahkan korupsi.

Solusinya adalah reformasi total sistem pembinaan dan seleksi atlet. Pemerintah harus membentuk badan independen yang bertugas mengawasi dan mengevaluasi kinerja pengurus cabang olahraga. Badan ini harus memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi tegas kepada pengurus yang terbukti melakukan pelanggaran.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana pembinaan atlet. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Dengan demikian, potensi korupsi dapat diminimalkan.

Meritokrasi: Harga Mati Prestasi Olahraga

Kita harus kembali kepada prinsip dasar meritokrasi: hanya mereka yang benar-benar berprestasi yang berhak mendapatkan kesempatan. Tidak ada tempat bagi nepotisme, favoritisme, atau kepentingan pribadi dalam dunia olahraga.

Jika kita ingin melihat prestasi olahraga Indonesia kembali bersinar di kancah internasional, maka kita harus berani melakukan perubahan mendasar. Kita harus membersihkan sistem dari praktik-praktik korup dan memastikan bahwa bakat dan kemampuan atlet menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan.

Hanya dengan cara itulah kita dapat meretas degradasi prestasi olahraga nasional dan mewujudkan mimpi Indonesia menjadi bangsa yang disegani di bidang olahraga.

Tags: Degradasiprestasi olahraga
ADVERTISEMENT
Previous Post

135 Event Sepanjang Tahun, Palembang Siap Jadi Kota Event Nasional dan Internasional

Next Post

Konsisten Lestarikan Lingkungan, Kelompok Ankubas Binaan Kilang Pertamina Plaju Raih Penghargaan Kalpataru

YN

Info Terkait

Ketum KONI Sumsel

Usai Dilantik, Ini Program 100 Hari Ketum KONI Sumsel Yulian Gunhar

21 Desember 2023
popda, atlit, pekan olahraga pelajar daerah

Gubernur Sumsel : Popda Ajang Seleksi Mencari Atlit Unggul

23 Agustus 2022

Berita Terbaru

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

KPKP DESAK BUPATI OGAN ILIR HENTIKAN KEJURNAS DRAG BIKE DI TENGAH KABUT ASAP KARHUTLA

Atensi Kapolda, Polda Sumut Gelar Perkara Khusus Kasus Agnis Janze Zebua Didampingi Tim Hotman 911 dan Ratakan Law Firm

Polda Sumsel Tangani 17 Laporan Karhutla Kluster Korporasi, Area Konsesi 620,62 Hektare Disegel

Ratusan Insan Pers Bersatu Desak Perlindungan dan Keadilan bagi Wartawan

Cegah Limbah Industri, Dansatgas Citarum Harum Edukasi ke Pelaku Usaha

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In