• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Oktober 23, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti : Kebijakan Pejabat Negara Semakin Sekuler, Liberalis dan Kapitalis

Reporter Editor Sumsel
28 Juni 2022
poros perubahan, ketidakadilan yang dirasakan, amandemen reformasi
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Diskusi Publik Bersama Ketua DPD RI “Koalisi Rakyat Untuk Poros Perubahan” Oligarki, Demokrasi dan Konstitusi digelar Simpul Jaringan Umat Institute Sumsel dilaksanakan di Hotel 101, Selasa (28/6/2022).

Hadir sebagai keynote speker yang juga Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti. Hadir sebagai narasumber diskusi Ahli Filasafat dan mantan Dosen di Universitas Indonesia Rocky Gerung, Ketua Lembaga Kajian Publik Sabang-Marauke Circle Dr Syahganda Nainggolan, Andrianto SIP MSi, Guru Besar Sosiologi UIN Raden Fatah Palembang Prof Dr Abdullah Idi MEd, Direktur Pusat Kajian Potensi dan Pembangunan H Solehun MPd. Dengan moderator Imron Supriadi SAg.

Keynote speker yang juga Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, hampir satu tahun awal jabatannya, dia terus berkeliling daerah. Bahkan dimasa pandemi covid-19, dari perjalanan turun itu, dia menemukan dua persoalan yang hampir sama yakni ketidakadilan yang dirasakan masyarakat dan kemiskinan yang sulit dientaskan.

“Dari temuan itu, saya sampaikan dua persoalan tersebut adalah persoalan fundamental bangsa ini. Oleh karena itu, saat DPD RI menjadi penyelenggara sidang tahunan MPR pada 16 Agustus 2021, sata mulai menyampaikan persoalan kebangsaan ke muka publik dalam sidang yang dihadiri semua lembaga negara saat itu termasuk Presiden dan Wak Presiden. Sejak saat itu, sata terus menerus meresonansikan bahwa kita harus segera melakukan koreksi atas arah perjalanan bangsa. Karena negara ini semakin hari semakin sekuler, liberalis dan kapitalis. Saya mengajak semua pejabat negara untuk berpikir dan bertindak sebagai negarawan, bukan politisi. Karena negarawan tidak berpikir next election, tapi berpikir next generation,” ujarnya.

Lanyalla menuturkan, sebagai pejabat negara dia disumpah untuk menjalankan konstitusi dan peraturan perundang undangan yang berlaku. “Saya melihat ada persoalan didalam konstitusi kita. Kedaulatan rakyat didalam sistem demokrasi perwakilan yang didesain oleh para pendiri bangsa sudah terkikis dan hilang. Bahkan kita telah meninggalkan Pancasila. Dan puncak semua itu adalah saat kita melakukan amandemen konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002 silam dengan cara yang ugal ugalan dan tidak menganut pola addendum. Sehingga kita menjadi bangsa yang lain dan tercabut dari akar sejarahnya. Bangsa yang super majemuk ini tiba-tiba melakukan copi paste sistem demokrasi barat secara murni dan konsekuen. Dan secara sadar dan sengaja meninggalkan sistem demokrasi Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa,” bebernya.

Lanyalla mengungkapkan, dia tidak pernah mengatakan pemerintahan Orde Baru yang terbaik. Karena UUD 1945 itu memang harus disempurnakan, untuk memastikan tidak terjadi abuse of power. Tetapi bukan diganti total seperti hari ini. Karena fakta membuktikan, sejak amandemen reformasi semakin banyak lahir Undang-Undang yang menyumbang ketidakadan dan kemiskinan. “Itu saya temukan setelah saya berkeliling 34 provinsi di Indonesia. Itu terjadi karena kita telah meninggalkan mahzab ekonomi pemerataan dan meninggalkan perekonomian yang disusun atas azas kekeluargaan, dan membiarkan ekonomi tersusun dengan sendirinya oleh makanisme pasar,” ucapnya.

Menurutnya, untuk memperbaiki Indonesia, harus dimulai dengan memurnikan kembali demokrasinya. Artinya mengembalikan demokrasi yang selama ini dibajak kalangan oligarkis yang rakus, kepada kaum intelektual yang beretika, yang bermoral dan berbudi pekerti luhur.

“Saya menyampaikan ini bukan karena keinginan saya menjadi Presiden. Saya tidak pernah meminta jabatan, karena bagi saya jabatan bukan urusan saya, tapi menjadi urusan dan takdir dari Allah SWT. Jika saya ditakdirkan Allah SWT memimpin bangsa ini, maka pekerjaan besar yang saya lakukan adalah mengembalikan kedaulatan rakyat kepada pemilik negara ini yaitu rakyat Indonesia asli,” tandasnya.

Setelah pemaparan keynote speech dri Ketua DPD RI. Acara dilanjutkan penyampaian pernyataan sikap dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi yang menyampaikan aspirasi pemakzulan Presiden Joko Widodo. Karena berdasarkan UUD 1945, Presiden bisa diberhentikan atau dimakzulkan oleh MPR. Dan KAMI menikai kebijakan dari Presiden Jokowi banyak yang bertentangan UUD 1945 dan berpotensi merugikan rakyat.

Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti menuturkan, pihaknya menerima aspirasi dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi. “Nanti kita sampaikan di sidang paripurna. Bapak dari KAMI bisa ikut, ini terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi. “Karena tugas DPD RI menerima aspirasi, namun yang menentukan MPR RI. Kami Ketua DPD RI tetap mengamankan Presiden RI Joko Widodo hingga tahun 2024 sesuai konstitusi. Jika ada aspirasi dari masyarakat ,ini juga kita sampaikan,” ucapnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan para narasumber.

Rocky Gerung mengatakan, Presiden diwajibakan menjalankan konstitusi yakni permata memelihara orang miskin dan kesua mencerdaskan rakyat.

“People power itu kedaulatan rakyat. Fakta kemiskinan itu terlihat, kekayaan separuh Indonesia dikuasai sekelompok orang tertentu,” ucapnya.

“Presiden Jokowi gagal memelihara orang miskin. Sedangkan APBN surplus 400 triliun. Pemerintah sengaja memiskinkan rakyat untuk kepentingan politik 2024.

Kedua, soal memajukan kecerdasan bangsa. Sampai sekarang beradarkan UU sudah menyatakan 20 persen untuk pendidikan. Presiden jokowi memperpanjang jalan tol, tapi memperpendek pikiran,” bebernya.

Sementara itu, narasumber lainnya HSolehun menambahkan, bicara politik daerah, untuk di Sumsel memiliki tingkat kemiskinan 12 persen. Tingkat kemiskinan ini diatas rata rata nasional. “Yang ingin kita garisbawahi, daerah Sumsel dengan potensi besar di sumber daya alam. Tapi kemiskinan itu berada dikabupaten dan kota yang kaya SDA seperti Muarata, Muba, Lahat, Pali dan Palembang.

“Dari data ini menjukkan selama bangsa ini diurus tidak benar, maka berdmpak dengan daerah. Kebijakan kita bergantung dengan elit pemerintah pusat. Kita berharap koalisia perubahan rakyat ini untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Tags: amandemen reformasiketidakadilan yang dirasakansistem demokrasi
ADVERTISEMENT
Previous Post

DPD Bapera Sumsel Desak Walikota Palembang Tutup Izin Bar & Cafe Holywings

Next Post

Pemprov Sumsel Sebar 12 Ribu Vaksin, Cegah Wabah PMK Pada Hewan Ternak Sapi

Editor Sumsel

Info Terkait

Pembangunan IKN Nusantara

Dukungan Masyarakat Terhadap Pembangunan IKN Nusantara Sebagai World Class City

9 Desember 2022

Berita Terbaru

Akselarasi Investasi Sumsel Harus Berkolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan, Ini Beberapa Hal Diungkap Kadis

Chairul Matdiah: Jangan Beri Ampun Korporasi Pembakar Lahan

Jaga Kondusivitas Sumsel, Bagindo Togar Apresiasi Dirintelkam Polda Sumsel Kedepankan Dialog dan Kolaborasi

Herison Bidik Yongmoodo Sumsel Mandiri, Pembinaan Atlet Diperluas ke 17 Kabupaten/Kota

Vonis 5 Bulan untuk Irza Prasetya, Kuasa Hukum Singgung Perbedaan Perkara dengan Ajun

Kapolda Sumsel Tegaskan Kesiapan Jajaran dalam Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Kapolda Sumsel Apresiasi Peran Media, Dorong Kolaborasi untuk Sumsel yang Aman dan Kondusif

Polda Sumsel Pererat Hubungan dengan Pimpinan Media, Perkuat Transparansi dan Pelayanan Publik

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In