• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Maret 15, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

70 Persen Sekolah Swasta di Sumsel Kekurangan Siswa

Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2021
Sekolah Swasta di Sumsel, Sekolah kekurangan siswa, Membentuk Pendidikan Karakter Anak Bangsa
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Musyawarah Wilayah VI Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Wilayah Sumsel Tahun 2021 dengan tema “Membentuk Pendidikan Karakter Anak Bangsa” bertempat di hotel Swarna Dwipa, Kamis (14/10/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Riza Fahlevi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi pelaksanaan Muwsil ke VI BMPS Sumsel. Disini betul betul Pemerintah sangat terbantu dengan adanya BMPS ini.

“Organisasi maju jika pengurus berpikir sebagai organisasi dan lembaga. Tapi kalau berpikir indvidu dan kelompok tidak akan maju. Nah, BMPS bisa maju karena berpikir secara organisasi dan lembaga. Untuk pelantikan Ketua BMPS Provinsi Sumsel dua bulan lagi,” ujarnya.

Ketika ditanya wacana Sekolah Terbuka, Riza menuturkan, itu salah satu cara menuntaskan wajib belajar 12 tahun. Karena untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun itu butuh peran sekolah negeri dan swasta.

“Jika dibuka Sekolah Terbuka, maka siswa tatap muka dengan guru saat mid semester atau saat ujian. Tidak ada lagi sekolah yang lip lap, saat masa pembelajaran tidak ada siswanya tapi ketika ujian siswanya banyak. Itu merusak citra sekolah swasta,” bebernya.

Riza menjelaskan, sekolah swasta ini dibagi menjadi tiga kelompok yakni sekolah swasta elit, menengengah dan alit.

“Sekolah swasta ini banyak sekolah alit. Yang saat penerimaan siswa baru hanya sedikit siswanya. Sebelum mengktirik harusnya sekolah alit intropeksi diri dulu. Kita tidak perlu saling salah, tapi sinergis, jangan sekolah swasta yang siswanya dikit langsung menyalahkan pemerintah. Tunjukkanlah dulu kualitasnya, jangan sekolah swasta saat penerimaan siswa baru langsung meminta sejumlah uang, sedangkan fasilitas dan kualitasnya belum terlihat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua BMPS Provinsi Sumsel Sumarna mengatakan, kalau Muswil agenda pertama pemilihan ketum dan menyusun kepengurusan. Agenda lain adalah peningkatan perguruan swasta di Sumsel. Pendidikan di negara Indonesia ada dua yakni yang diselenggarakan pemerintah atau sekolah negeri dan sekolah yang dikelolah swasta.

“Kami pengurus sinergis dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk membangun anak bangsa dan meningkatkan eksistensi anak bangsa,” bebernya.

Sedangkan terkait isu lain, Sumarna menjelaskan, itu harus dijawab dengan inovasi, karya nyata, dan tidak menyalahkan lembaga. Berpikirlah untuk tumbuh.

“Secara nasional sekolah swasta darah segarnya berkurang. Karena jumlah siswa di sekolah swasta itu terus berkurang. Namun itu harus disikapi secara baik, tunjukkan kualitas sehingga kepercayaan orang tua bertambah untuk menyekolahkan anaknya di swasta,”

Lebih lanjut dia menjelaskan, sekarang dunia digital, tidak dibatasi demografi dan waktu. Sekolah swasta harus berpikir maju.Bahkan sekolah swasta bisa sangat cepat maju dibangkan swasta karena regulasinya didominasi dari Yayasan. “Berikanlah yang terbaik untuk anak bangsa,” ucapnya.

Sumarna mengungkapkan, jumlah yayasan perguruan swasta di Sumsel mencapai 516 yayasan dengan jumlah lebih dari 4.000 sekolah swasta. “Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen sekolah alit. Sekolah alit diharapkan ada pengembangan SDM, rasio guru dan siswa ideal. Serta ikut perkembangan IT,” tandasnya.

Untuk diketahui, sekolah swasta elite biasanya kelebihan siswa yang mendaftar.Sekolah swasta menengah atau sedang adalah menerima cukup banyak siswa. Sedangkan sekolah swasta alit maksudnya adalah sekolah swasta kecil yang kesulitan mencari siswa yang mendaftar.

Tags: Membentuk Pendidikan Karakter Anak Bangsasekolah swasta alitsekolah swasta eliteWacana Sekolah Terbuka
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemprov Dukung Progam BEM Pesantren Se-Indonesia Jaga Kemaslahatan Umat

Next Post

Penasehat Hukum Mukti Sulaiman Optimis Kliennya Lepas dari Jerat Hukum

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Koalisi Nasional Reforma Agraria ( KNARA) Mengutuk Tindakan Keji Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Konsolidasi dan Bukber Golkar Palembang, Soliditas Kader Ditekankan

Polda Sumsel Salurkan 147 Ton Beras Murah kepada 18.900 Warga dalam Sehari

Polda Sumsel Catat Zero Accident pada Hari Kedua Ops Ketupat Musi 2026

Transparansi Keuangan Daerah, BPKAD Palembang Sosialisasikan THR ASN di Bos AKeu

Perkuat Standar HSSE, Kilang Pertamina Plaju Pastikan Operasional Andal Selama Ramadan dan Idulfitri

Kepala Sekolah Diduga Berwatak Preman? Aktivis Dihantam Besi, Pemerintah Banyuasin dan APH Dinilai Tak Punya Nurani

Kilang Pertamina Plaju Perkuat Budaya Keselamatan Melalui HSSE Mandatory Training

Kabar Gembira! Kemenag Sumsel Cairkan TPG Januari-Februari 2026 untuk 2.435 Guru Madrasah Non-ASN

Berita Populer

Eks Ketua PSI Musi Rawas dan Dua Pengurus PSI Muba Resmi Bergabung ke PDIP Sumsel

Pengurus PSI Muba
Reporter YN
28 Februari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan/PDIP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menambah kekuatan politiknya. Bertempat di Kantor...

Read more

Menyusuri Jalan Terjal, Dedikasi Dansatgas Menjaga Asa TMMD

Menjaga Asa TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi merambat pelan di Desa Somagede. Kabut tipis masih bergelayut di pucuk-pucuk pepohonan ketika langkah tegas itu...

Read more

Bata dan Bakti Prajurit, Dari Lumpur ke Martabat, MCK Itu Menjadi Titik Balik di Somagede

Desa Somagede
Reporter UMR
28 Februari 2026

Kebumen, LamanQu.Com — Pagi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (28/02/2026), merekah perlahan. Embun masih setia di ujung...

Read more

Ditengah Malam, Satgas TMMD Kodim 0624/Kabupaten Bandung Genjot Pengecoran Jalan

Satgas TMMD
Reporter UMR
1 Maret 2026

Kabupaten Bandung, LamanQu.Com – Semangat membangun dari akar rumput kembali menggema. Program Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In