• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Oktober 27, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Sumsel

Kepala Sekolah Diduga Berwatak Preman? Aktivis Dihantam Besi, Pemerintah Banyuasin dan APH Dinilai Tak Punya Nurani

Reporter YN
15 Maret 2026
Kepala Sekolah Diduga Berwatak Preman? Aktivis Dihantam Besi, Pemerintah Banyuasin dan APH Dinilai Tak Punya Nurani
Bagikan ke Whatsapp

BANYUASIN. Berita Suara Rakyat. Com

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kepala Sekolah SMPN 5 Banyuasin, Edi Candra, terhadap aktivis LSM Mustar menuai kecaman keras dari kalangan aktivis. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar kekerasan biasa, tetapi sudah mencerminkan perilaku premanisme yang mencoreng dunia pendidikan.

 

Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRANSI), Supriyadi, dengan tegas menyebut tindakan kepala sekolah tersebut sebagai bentuk hilangnya nilai kemanusiaan dari seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

 

“Ini bukan lagi sekadar emosi sesaat. Perilaku seperti ini sudah seperti preman. Sangat memalukan ketika seorang kepala sekolah yang seharusnya mendidik justru melakukan penganiayaan terhadap aktivis,” tegas Supriyadi kepada awak media.

 

Supriyadi bahkan menduga aksi kekerasan yang dialami Mustar tidak terjadi secara spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya. Dugaan tersebut muncul karena adanya benda berupa besi yang disebut telah disiapkan di bawah meja kerja Edi Candra dan kemudian digunakan untuk menghantam kepala korban.

 

“Seperti sudah direncanakan. Ada besi disiapkan di bawah meja kerja, lalu digunakan untuk memukul kepala korban. Ini sangat serius dan tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Supriyadi juga menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang dinilai tidak menunjukkan empati sedikit pun terhadap korban. Sejak peristiwa tersebut terjadi, menurutnya tidak ada satu pun pejabat daerah yang datang menjenguk korban, termasuk Bupati Banyuasin maupun Kepala Dinas Pendidikan.

 

“Kami sangat kecewa. Sampai hari ini tidak ada kepedulian dari pemerintah daerah. Korban adalah warga Banyuasin, tapi Bupati maupun Kepala Dinas Pendidikan seolah menutup mata. Seakan tidak ada rasa kemanusiaan,” ujarnya.

 

Ia bahkan menyebut sikap diam tersebut sebagai bentuk pembiaran yang berpotensi melemahkan suara kritis aktivis dan masyarakat sipil.

 

“Diamnya pejabat daerah membuat publik bertanya-tanya. Apakah aktivis memang sengaja dibiarkan tertekan agar tidak bersuara?” katanya.

 

Kritik keras juga diarahkan kepada aparat penegak hukum di Polsek Mariana. Supriyadi menilai proses penanganan perkara berjalan lamban dan memunculkan berbagai kejanggalan.

 

Mulai dari proses visum korban yang disebut terlambat dilakukan, hingga lambannya proses penyidikan perkara tersebut.

 

“Yang paling aneh, tersangka sudah ditetapkan tetapi sampai sekarang belum juga ditahan. Ini membuat publik bertanya-tanya ada apa sebenarnya di balik penanganan kasus ini,” tegasnya.

 

Atas dasar itu, sekitar 50 aktivis dari unsur LSM, media, dan organisasi masyarakat di Sumatera Selatan berencana menggelar aksi damai di Polda Sumsel pada Selasa, 17 Maret 2026.

 

Aksi tersebut bertujuan mendesak Kapolda Sumatera Selatan agar segera memerintahkan Kapolsek Mariana untuk menahan tersangka Edi Candra.

 

Menurut Supriyadi, penahanan harus segera dilakukan demi mencegah potensi tindakan kekerasan serupa.

 

“Perilaku seperti ini berbahaya. Jika tidak ditahan, dikhawatirkan tindakan serupa bisa terjadi lagi ketika tersangka dalam kondisi emosi,” katanya.

 

Tak hanya menuntut penahanan tersangka, massa aksi juga akan meminta Kapolda Sumsel mengevaluasi bahkan mengganti penyidik di Polsek Mariana yang menangani perkara tersebut.

 

“Jika Kapolsek tidak berani menahan tersangka, maka alasannya harus dipertanyakan. Kalau alasannya tidak masuk akal, copot saja. Jangan sampai kasus ini mencoreng nama baik institusi Polri. Masih banyak anggota Polri yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.(Rilis)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kilang Pertamina Plaju Perkuat Budaya Keselamatan Melalui HSSE Mandatory Training

Next Post

Perkuat Standar HSSE, Kilang Pertamina Plaju Pastikan Operasional Andal Selama Ramadan dan Idulfitri

YN

Info Terkait

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

27 Oktober 2026
Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

26 Oktober 2026
Bicara Soal Pendidikan, Diknas Dan Komisi IV DPRD Kota Serta KOSGORO 1957 Gelar Diskusi Lintas Lembaga

Bicara Soal Pendidikan, Diknas Dan Komisi IV DPRD Kota Serta KOSGORO 1957 Gelar Diskusi Lintas Lembaga

26 Oktober 2026
Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

26 Oktober 2026
Pelantikan KPSTI Sumsel 2026–2030, Imam Mustakim Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Bangsa

Pelantikan KPSTI Sumsel 2026–2030, Imam Mustakim Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Bangsa

25 Oktober 2026
Puncak Peringatan Hekrafnas 2026: GEKRAFS Perkuat Sinergi Lewat Langkah Strategis MoU Bersama Polri

Puncak Peringatan Hekrafnas 2026: GEKRAFS Perkuat Sinergi Lewat Langkah Strategis MoU Bersama Polri

25 Oktober 2026

Berita Terbaru

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

Bicara Soal Pendidikan, Diknas Dan Komisi IV DPRD Kota Serta KOSGORO 1957 Gelar Diskusi Lintas Lembaga

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Pelantikan KPSTI Sumsel 2026–2030, Imam Mustakim Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Bangsa

Puncak Peringatan Hekrafnas 2026: GEKRAFS Perkuat Sinergi Lewat Langkah Strategis MoU Bersama Polri

THE 1O1 Palembang Rajawali Gelar CSR “1O1 Cares – Little Lungs, Big Care” untuk Dukung Kesehatan Anak di Kawasan TPA Karya Jaya

Ribuan Masker Dibagikan Kepada Masyarakat, Berikut Disampaikan Ketua Astindo Sumsel

Kematian Jon Daus Dipertanyakan, Keluarga Desak Polda Sumsel Segera Ekshumasi Jenazah

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In