• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Sumsel

Sri Sulastri: JPU Harus Tuntut Maksimal Ajun, Video Pemukulan Belasan Kali Wajib Diuji

Reporter YN
26 Agustus 2026
Sri Sulastri: JPU Harus Tuntut Maksimal Ajun, Video Pemukulan Belasan Kali Wajib Diuji
Bagikan ke Whatsapp

Palembang,LamaQu.Com-Ahli hukum pidana Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Dr. Sri Sulastri, SH, M.Hum, menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) perlu mempertimbangkan tuntutan pidana maksimal terhadap terdakwa Junaidi, ST alias Ajun, dalam perkara pengeroyokan yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Palembang.

 

Menurut Sri Sulastri, apabila benar terdakwa pernah dijatuhi pidana sebelumnya atau merupakan residivis, status tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan pemberatan pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pendapat itu disampaikan Sri Sulastri terkait persidangan perkara Nomor 871/Pid.B/2026/PN Plg. Ia menyoroti adanya perbedaan antara keterangan terdakwa mengenai jumlah pemukulan dengan rekaman video yang disebut memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap korban, Irza Prasetya.

 

“Dengan mengatakan hanya memukul korban Irza Prasetya tiga atau empat kali dengan kayu kecil, sementara pada video yang beredar terlihat pemukulan dilakukan berulang kali dengan benda yang tampak cukup besar, tentu hal itu perlu diuji secara serius di persidangan,” kata Sri Sulastri.

Menurutnya, bukti elektronik berupa rekaman video perlu diperiksa secara cermat sebagai bagian dari proses pembuktian.

Sri Sulastri menilai, majelis hakim dan JPU memiliki kewajiban untuk menggali serta mencari kebenaran materiil dalam setiap perkara pidana.

 

“Ketika terdapat perbedaan antara keterangan terdakwa dengan bukti elektronik, maka bukti tersebut harus diperiksa dan diuji secara objektif. Jangan sampai ada fakta penting yang tidak mendapatkan perhatian dalam proses persidangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila dalam proses pembuktian terbukti terdakwa tidak memberikan keterangan yang sesuai dengan fakta persidangan, hal tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penjatuhan pidana.

 

Soroti Pemeriksaan Bukti Video

Sri Sulastri juga menyoroti informasi mengenai bukti rekaman video yang, menurutnya, sangat penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Menurut dia, video tersebut diduga memperlihatkan pemukulan yang dilakukan berulang kali terhadap Irza Prasetya. Sementara, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat perbedaan dengan keterangan terdakwa yang menyebut pemukulan hanya terjadi sebanyak tiga atau empat kali.

“Majelis hakim dan JPU mestinya melihat dan memeriksa bukti elektronik itu secara menyeluruh. Jika memang ada perbedaan antara keterangan dengan rekaman video, tentu harus diuji di persidangan untuk memperoleh kebenaran materiil,” tegasnya.

 

Ia menilai bukti elektronik memiliki peran penting dalam perkembangan sistem pembuktian perkara pidana, khususnya apabila bukti tersebut berkaitan langsung dengan peristiwa yang sedang diperiksa.

“Bukti rekaman itu harus ditempatkan secara proporsional dan diuji bersama alat bukti lainnya. Jangan sampai fakta yang terdapat dalam rekaman justru tidak mendapat perhatian,” katanya.

 

Dinilai Wajar Dilaporkan ke Lembaga Pengawas

Terkait langkah kuasa hukum korban, Afdhal Azmi Jambak, SH, yang melaporkan JPU dan majelis hakim ke sejumlah lembaga pengawas, Sri Sulastri menilai langkah tersebut merupakan hak yang sah dalam sistem hukum.

Menurutnya, laporan terhadap aparat penegak hukum perlu ditindaklanjuti secara profesional dan objektif oleh lembaga yang memiliki kewenangan pengawasan.

 

“Sangat wajar apabila pihak yang merasa terdapat persoalan dalam proses persidangan menyampaikan laporan kepada lembaga pengawas. Laporan itu harus diperiksa secara objektif untuk mengetahui apakah terdapat pelanggaran etik, prosedur, atau tidak,” ujarnya.

 

Kuasa hukum korban sebelumnya melaporkan JPU Sigit Subiantoro, SH kepada Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Komisi Kejaksaan RI, Asisten Pengawasan Kejati Sumsel, serta Kejaksaan Negeri Palembang.

 

Sementara itu, majelis hakim yang menangani perkara tersebut juga dilaporkan kepada Komisi Yudisial, Ketua Mahkamah Agung RI, Badan Pengawasan Mahkamah Agung, serta Hakim Pengawas pada Pengadilan Tinggi.

Sri Sulastri berharap seluruh laporan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengawasan itu penting agar proses peradilan tetap berjalan sesuai prinsip keadilan, profesionalitas dan independensi,” katanya.

 

Kebenaran Materiil Harus Menjadi Tujuan

Sri Sulastri kembali menegaskan bahwa tujuan utama proses persidangan pidana adalah mencari kebenaran materiil berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperiksa secara sah.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses peradilan harus menghindari kesan keberpihakan dan memastikan setiap bukti diperiksa secara objektif.

“Jangan sampai ada alat bukti yang dikesampingkan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Hakim dan jaksa harus memastikan seluruh fakta penting diuji secara terbuka dalam persidangan,” tegasnya.

 

Ia juga menanggapi persoalan tingkat luka yang dialami korban. Menurutnya, penilaian terhadap suatu tindak pidana tidak hanya harus dilihat dari akibat akhir yang dialami korban, tetapi juga dari keseluruhan rangkaian perbuatan dan fakta yang terungkap di persidangan.

 

“Setiap perbuatan harus dinilai berdasarkan fakta dan unsur hukumnya. Jangan menunggu akibat yang lebih buruk baru kemudian suatu perbuatan dipandang serius,” ujarnya.

Sri Sulastri berharap JPU dapat menjalankan tugas secara profesional dan objektif, serta menyusun tuntutan berdasarkan seluruh fakta yang terungkap di persidangan.

“Kalau tuntutan tidak mencerminkan fakta yang sesungguhnya, tentu masyarakat dapat mempertanyakan rasa keadilan. Karena itu, proses pembuktian harus dilakukan secara terbuka, objektif dan profesional,” katanya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan Sri Sulastri tersebut merupakan pandangan akademik berdasarkan informasi yang diperolehnya mengenai proses persidangan. Penilaian akhir terhadap perkara tetap berada dalam kewenangan majelis hakim melalui putusan pengadilan.

(Yanti/ril)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Anggota Komisi III DPR RI Nilai Sadis, Tidak Manusiawi Pemukulan Yang Dilakukan Junaidi alias Ajun, Harus Dihukum Setimpal

Next Post

Pengambilan Ijazah di SMKN 3 Palembang Tanpa Kendala

YN

Info Terkait

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

28 Oktober 2026
pemalsuan bahan bakar minyak

Bareskrim Polri Bongkar Kilang Minyak Ilegal di Muratara, Amankan 51.200 Liter Minyak Olahan

28 Oktober 2026
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang

28 Oktober 2026
AMKI Musi Rawas Resmi Dilantik, Kolaborasi dengan Pemerintah Tak Boleh Menggerus Independensi Pers

AMKI Musi Rawas Resmi Dilantik, Kolaborasi dengan Pemerintah Tak Boleh Menggerus Independensi Pers

28 Oktober 2026
Begini Cara Menghitung Tagihan Rekening Air, Pelanggan Perlu Pahami Pemakaian dan Tarif per Meter Kubik

Begini Cara Menghitung Tagihan Rekening Air, Pelanggan Perlu Pahami Pemakaian dan Tarif per Meter Kubik

28 Oktober 2026
Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

27 Oktober 2026

Berita Terbaru

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Bareskrim Polri Bongkar Kilang Minyak Ilegal di Muratara, Amankan 51.200 Liter Minyak Olahan

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang

AMKI Musi Rawas Resmi Dilantik, Kolaborasi dengan Pemerintah Tak Boleh Menggerus Independensi Pers

Begini Cara Menghitung Tagihan Rekening Air, Pelanggan Perlu Pahami Pemakaian dan Tarif per Meter Kubik

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

Terancam Kehilangan Tempat Usaha, Pedagang UMKM 2 Ulu Minta Perlindungan HAM

Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Relawan Pertamina Peduli RU Plaju Hadir untuk Masyarakat di Tiga Wilayah

Tiga Bis Rombongan Peserta Mengunjungi Destinasi Wisata, Berikut Disampaikan Ketua DPD Astindo Sumsel

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In