Palembang,LamanQu.Com-Senyum tak lagi bisa disembunyikan dari wajah-wajah warga RT 30 RW 11, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang. Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan air sumur yang keruh, berbau, dan berwarna kekuningan, kini mereka akhirnya dapat menikmati air bersih yang mengalir langsung dari sumur bor yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi sebagian orang, air bersih mungkin merupakan hal yang biasa. Namun, bagi warga RT 30, air jernih adalah kemewahan yang telah lama mereka impikan.
Selama ini, kebutuhan air sehari-hari hanya mengandalkan bekas galian batu bata yang berubah menjadi genangan air. Air tersebut digunakan untuk mandi dan mencuci meski kondisinya keruh, berlumut, bahkan mengeluarkan bau tak sedap. Sementara untuk memasak dan minum, warga harus membeli air isi ulang, sesuatu yang tidak selalu mampu mereka lakukan.
Kuria, salah seorang warga penerima manfaat sumur bor TMMD, mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Perempuan yang telah menetap di kawasan itu sejak 1979 tersebut mengatakan, bantuan ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada air bersih. Terima kasih kepada TMMD Kodim 0418/Palembang. Dulu kami pakai air bekas galian bata, airnya keruh, berlumut, bau, dan kuning. Itu dipakai untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk masak dan minum harus beli air galon,” ujarnya saat ditemui, Senin (20/7/2026).
Menurut Kuria, kondisi ekonomi warga membuat membeli air galon bukan perkara mudah. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai buruh upahan pembuat batu bata sering kali harus menghemat pengeluaran keluarga.
“Kalau ada uang bisa beli air galon. Kalau tidak ada uang, ya tidak bisa beli. Sekarang air dari sumur bor ini jernih dan bisa dipakai untuk memasak. Kami benar-benar senang,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Harapan memperoleh air bersih sebenarnya sudah lama diperjuangkan warga. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari menggali sumur sendiri hingga mengajukan bantuan kepada berbagai pihak. Namun hasilnya belum memuaskan.
“Pak RT sudah mengajukan bantuan sejak lama. Banyak perusahaan BUMN datang survei, sudah hampir setahun menunggu tapi belum ada realisasinya. Alhamdulillah sekarang akhirnya kami mendapat bantuan sumur bor dari program TMMD Kodim 0418/Palembang,” katanya.
Pembangunan sumur bor tersebut dimulai pada Kamis (16/7/2026). Hanya dalam waktu tiga hari, tepatnya Sabtu (18/7/2026), air bersih sudah berhasil mengalir dan langsung dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan sumur bor itu tidak hanya memenuhi kebutuhan Kuria dan keluarganya, tetapi juga dapat dimanfaatkan warga lain di sekitar RT 30 RW 11. Kehadiran sumber air bersih ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses air layak.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan sumur bor Sasaran 13 berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah pengerjaan sumur bor di Sasaran 13 Kelurahan Talang Betutu berjalan lancar. Air bersih sudah bisa dinikmati masyarakat. Semoga keberadaan sumur bor ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga RT 30 RW 11 dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Di tengah deru mesin bor yang telah berhenti bekerja, kini terdengar gemericik air yang mengalir jernih. Bagi warga Talang Betutu, air itu bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan menjadi simbol hadirnya harapan, kepedulian, dan bukti bahwa penantian panjang mereka akhirnya berakhir.
(Yanti)










