Palembang,LamanQu.Com-Setiap tetes air memiliki arti yang begitu berharga bagi pengurus dan jemaah Mushola Hidayatullah di RT 14 RW 05, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Bertahun-tahun mereka harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih demi kelangsungan aktivitas ibadah di mushola yang telah berdiri sejak 2016 itu.
Ketika musim hujan datang, mereka masih bisa memanfaatkan air dari sumur yang ada. Namun saat kemarau tiba, persoalan lama kembali menghampiri. Air bersih menjadi barang yang harus dibeli dengan biaya yang tidak sedikit.
Kini, harapan baru mulai hadir. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0418/Palembang, Mushola Hidayatullah menjadi salah satu sasaran pembangunan sumur bor.
Program tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga memberikan kepastian akan ketersediaan air bersih bagi rumah ibadah sekaligus masyarakat di sekitarnya.
Bagi Farida Susilawati, salah seorang pengurus Mushola Hidayatullah, pembangunan sumur bor ini adalah jawaban atas doa yang selama ini dipanjatkan.
“Kalau tidak hujan, kami harus beli air. Kalau hujan, baru bisa memanfaatkan air sumur yang ada,” ujar Farida saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, setiap kali membeli air bersih, pengurus mushola harus memesan dua tandon. Satu tandon tedmond dihargai sekitar Rp85 ribu sehingga sekali pembelian menghabiskan biaya Rp170 ribu.
Persediaan air sebanyak itu hanya cukup digunakan sekitar 15 hari. Artinya, dalam satu bulan pengurus mushola harus mengeluarkan dana sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu hanya untuk memenuhi kebutuhan air.
Biaya tersebut memang terlihat sederhana. Namun bagi sebuah mushola yang mengandalkan infak dan sedekah dari masyarakat, pengeluaran rutin itu menjadi beban tersendiri.
Air dibutuhkan hampir setiap hari. Mulai dari keperluan berwudu, membersihkan lantai mushola, mencuci perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan sanitasi lainnya.
Kebutuhan air bahkan meningkat berkali-kali lipat ketika memasuki bulan suci Ramadan.
“Kalau bulan Ramadan, air yang kami beli cepat sekali habis karena ada kegiatan pesantren Ramadan. Banyak anak-anak dan jemaah yang menggunakan air di mushola,” kata Farida.
Selama ini, pengurus harus pandai mengatur penggunaan air agar persediaan tidak cepat habis sebelum jadwal pembelian berikutnya. Tak jarang mereka kembali membeli air lebih cepat ketika aktivitas di mushola meningkat.

Karena itu, ketika mendapat kabar bahwa Mushola Hidayatullah menjadi salah satu sasaran pembangunan sumur bor dalam TMMD ke-129, rasa syukur langsung menyelimuti hati para pengurus dan warga.
Menurut Farida, bantuan tersebut akan membawa perubahan besar bagi keberlangsungan kegiatan ibadah di mushola.
“Kami bersyukur dan berterima kasih sekali kepada TNI. Dengan adanya sumur bor ini kami tidak perlu lagi membeli air untuk mushola,” ungkapnya penuh haru.
Kehadiran sumur bor tidak hanya mengurangi beban biaya operasional mushola. Lebih dari itu, fasilitas tersebut juga akan memberikan manfaat yang jauh lebih luas.
Farida mengatakan, air dari sumur bor nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar mushola, terutama ketika mereka mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami juga senang karena air sumur bor ini nanti bisa dipakai warga sekitar mushola,” ujarnya.
Semangat berbagi itulah yang menjadi nilai penting dari pembangunan sumur bor tersebut. Air yang mengalir dari dalam tanah tidak hanya menjadi penunjang ibadah, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi lingkungan sekitar.
Program TMMD memang tidak sekadar membangun infrastruktur. Di balik setiap pekerjaan fisik terdapat semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga oleh TNI bersama masyarakat.
Di Kelurahan Talang Betutu sendiri, pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya nyata untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih. Infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pembangunan sumur bor di Mushola Hidayatullah diharapkan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat.
Ia berharap setelah selesai dibangun, sumur bor tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi jemaah maupun warga sekitar.
“Pengerjaan sumur bor di Mushola Hidayatullah diharapkan berjalan lancar sehingga jemaah mushola dan warga sekitar dapat menikmati air bersih dari sumur bor tersebut,” ujarnya.
Harapan itu sejalan dengan tujuan utama pelaksanaan TMMD, yakni menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi sebagian orang, air bersih mungkin merupakan sesuatu yang mudah didapatkan. Namun bagi pengurus Mushola Hidayatullah, setiap tetes air selama ini memiliki nilai perjuangan.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, sumur bor ini menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan. Kehadirannya akan menghapus keresahan yang selama bertahun-tahun dirasakan pengurus mushola.
Di masa mendatang, anak-anak yang mengikuti pesantren Ramadan tidak lagi khawatir kehabisan air untuk berwudu. Para jemaah juga dapat beribadah dengan lebih nyaman tanpa memikirkan apakah persediaan air masih mencukupi atau tidak.
Begitu pula warga sekitar. Mereka memiliki harapan baru akan tersedianya sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan ketika dibutuhkan.
Di tengah berbagai pembangunan fisik yang dilakukan melalui TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, pembangunan sumur bor di Mushola Hidayatullah mungkin tampak sederhana.
Namun bagi masyarakat setempat, manfaatnya akan dirasakan setiap hari, bahkan hingga bertahun-tahun ke depan. Setiap tetes air bersih dari sumur bor tersebut menjadi hadiah berharga bagi rumah ibadah dan warga Talang Betutu.
(Yanti)










