Palembang,LamanQu.Com-Di tengah aktivitas menghafal Al-Qur’an yang setiap hari menggema di Rumah Tahfidz Al Fatihah, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, persoalan ketersediaan air bersih selama ini menjadi tantangan yang harus dihadapi para santri dan pengurus.
Meski telah terhubung dengan jaringan PDAM sejak beroperasional pada Agustus 2025, pasokan air Rumah Tahfidz Al Fatihah kerap tidak mengalir secara normal. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air untuk berwudu, mandi, hingga aktivitas sehari-hari sering terkendala.
Kini, harapan baru mulai hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0418/Palembang. Salah satu sasaran fisik program ini adalah pembangunan sumur bor lengkap dengan tandon air di lingkungan Rumah Tahfidz Al Fatihah.
Kepala Rumah Tahfidz Al Fatihah Talang Jambe, Ustad Ardian Mustaqim, S.Hum mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar yang selama ini dirasakan oleh ratusan santri.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Rumah Tahfidz Al Fatihah mendapatkan program sumur bor dari Kodim 0418/Palembang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Santri di sini jumlahnya hampir 400 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini sebenarnya rumah tahfidz telah memiliki sambungan air PDAM. Namun, keterbatasan penampungan air dan pasokan air yang tidak menentu membuat kebutuhan sehari-hari belum terpenuhi secara maksimal.
“Kita mulai beroperasional Agustus 2025. Sudah masuk jaringan PAM, tetapi belum memiliki penampungan air yang memadai. Ditambah lagi air sering tidak hidup, sehingga aktivitas santri sering terganggu,” katanya.
Melalui program TMMD, selain pembangunan sumur bor, Rumah Tahfidz juga memperoleh bantuan toren penampung air sebagai tempat penampungan air. Sumur bor tersebut direncanakan memiliki kedalaman sekitar 120 meter, sehingga diharapkan mampu menyediakan sumber air yang lebih stabil.

“Dengan adanya sumur bor ini, insya Allah kebutuhan air untuk berwudu, kamar mandi, dan aktivitas lainnya dapat terpenuhi. Jika air PAM mati, kami tetap memiliki cadangan air,” ungkap Ardian.
Lebih dari itu, ia berharap keberadaan sumur bor tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga besar Rumah Tahfidz Al Fatihah, tetapi juga dapat membantu masyarakat yang tinggal di sekitar kompleks perumahan.
“Harapan kami, sumur bor ini bukan hanya bermanfaat bagi santri, pengajar, dan pengurus, tetapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar apabila membutuhkan air bersih,” harapnya.
Pengerjaan sumur bor sendiri telah dimulai sejak Minggu, 12 Juli 2026, bahkan sebelum pembukaan resmi TMMD ke-129. Sebelum pekerjaan dimulai, Komandan Kodim 0418/Palembang juga telah meninjau langsung lokasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat sesuai dengan sasaran program.
Sementara itu, Komandan Kodim 0418/Palembang sekaligus Komandan Satgas TMMD ke-129, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos, berharap proses pembangunan sumur bor dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai target.
Ia menegaskan, pembangunan sarana air bersih merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran sumur bor diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi ratusan santri yang menimba ilmu di Rumah Tahfidz Al Fatihah maupun bagi warga sekitar.
Melalui TMMD ke-129, pembangunan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan baru.
Dari kedalaman bumi Talang Jambe, air yang segera mengalir kelak akan menjadi sumber kehidupan, mengiringi langkah ratusan santri dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an sekaligus menguatkan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
(Yanti)










