LamanQu.Com – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan alokasi dana bantuan tahap lanjutan dengan nilai fantastis mengalir lebih dari Rp1 triliun. Oleh karena itu, suntikan dana segar ini disiapkan khusus untuk mengaselerasi pemulihan pascabencana secara masif di tiga provinsi prioritas, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan logistik dan finansial ini ditargetkan mulai berjalan pada pekan depan. Proses eksekusi di lapangan akan dikomandoi langsung oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera agar berjalan lebih taktis dan terintegrasi.
Maka dari itu, program penebalan jaminan sosial ini akan mencakup berbagai klaster bantalan ekonomi. Mulai dari dana santunan kematian bagi ahli waris, santunan korban luka berat senilai Rp5 juta, stimulan sosial ekonomi, pemenuhan isian rumah, hingga jaminan hidup (jadup) berkala selama tiga bulan ke depan.
Selanjutnya, Gus Ipul membeberkan bahwa pencairan dana jumbo ini mengacu pada hasil penyaringan ketat di tingkat akar rumput. Beliau memaparkan, “Tahap pertama sudah kami salurkan hampir Rp1 triliun, dan minggu depan Insya Allah kami menyalurkan berdasarkan data-data yang terverifikasi dari beberapa kabupaten/kota di Aceh, di Sumatera Utara dan di Sumatera Barat, nilainya lebih dari Rp1 triliun,” setelah menerima audiensi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di Jakarta, Rabu.
Sementara itu, mekanisme penyaluran bantuan diwajibkan berbasis pada data berjenjang yang diusulkan oleh pemerintah daerah (pemda) masing-masing, untuk kemudian divalidasi secara final oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Terlebih lagi, pengetatan regulasi ini sengaja ditempuh demi memitigasi risiko tumpang tindih serta menjaga akuntabilitas keuangan negara agar tepat sasaran.
Oleh sebab itu, selain fokus pada pemulihan infrastruktur dan papan, forum koordinasi tersebut juga mendiskusikan usulanasan perluasan cakupan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) bagi warga yang terdampak langsung oleh bencana alam. Kemudian, dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah secara khusus memperjuangkan agar Anggaran Belanja Tambahan (ABT) spesifik untuk Serambi Mekah senilai Rp1.039.210.800.000 dapat segera disetujui.
Dengan demikian, realisasi anggaran belanja tambahan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak instan bagi pemulihan ekonomi daerah yang sempat stagnan akibat hantaman bencana. Fadhlullah memungkasi, “Untuk Aceh ada Rp1 triliun lebih agar secepat mungkin bisa disalurkan, agar mereka di sana bisa mendapatkan dan ada pertumbuhan ekonomi yang cepat di Aceh.”
Akhirnya, sinergi erat antara Kemensos, pemda, dan lembaga audit negara diharapkan mampu memastikan seluruh paket stimulan pascabencana ini terdistribusi dengan cepat tanpa mengesampingkan prinsip transparansi.




