LamanQu.Com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menekankan urgensi pengokohan pilar toleransi, prinsip moderasi, serta rajutan persatuan nasional di tengah eskalasi dinamika global yang kian dinamis. Oleh karena itu, pesan strategis ini digaungkan saat beliau menerima kunjungan jajaran Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Moderat Nasional (DPP PMN) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.
Selain itu, pelaksanaan audiensi resmi ini berjalan selaras dengan peta jalan Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya mencakup akselerasi harmoni sosial, penguatan tenggang rasa antar-pemeluk agama, sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) kompetitif yang berjiwa nasionalis. Maka dari itu, sinergi antara otoritas eksekutif dan lembaga swadaya masyarakat dinilai krusial.
Ketua Umum DPP PMN Kiki Fauzi mengutarakan bahwa forum dialog bersama Wapres tersebut dimanfaatkan untuk membedah konstelasi isu krusial di tanah air maupun internasional. Kiki menyampaikan, “Kami tadi banyak berbicara dan menyampaikan pendapat terkait bagaimana konstelasi Indonesia dan dunia saat ini yang membutuhkan perluasan pemikiran-pemikiran moderat dari Sabang sampai Merauke,”
Selanjutnya, ia mengapresiasi tinggi sikap inklusif dan keterbukaan yang diperlihatkan oleh Wapres Gibran terhadap berbagai organisasi non-pemerintah. Sementara itu, atas dedikasi nyata dalam merawat kohesi sosial, DPP PMN secara simbolis menyematkan gelar kehormatan “Tokoh Moderat Masa Kini” kepada sang Wakil Presiden.
Kiki menambahkan, “Mas Gibran bisa menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin muda bagaimana toleransi dan kerukunan umat beragama dijalankan sehingga tidak ada gesekan-gesekan di masyarakat,”
Terlebih lagi, catatan positif mengenai performa kerja Wapres juga disuarakan oleh Wakil Ketua Umum DPP PMN Enday Hidayat, khususnya terkait akselerasi pemerataan pembangunan di wilayah paling timur Indonesia. Oleh sebab itu, ia memuji keseriusan pemerintah dalam mengawal jalannya realisasi dana infrastruktur, pemenuhan kelayakan fasilitas kesehatan, hingga pemerataan mutu pendidikan di tanah Papua.
Enday menjabarkan, “Kami cukup berterima kasih karena Mas Wapres betul-betul memperhatikan Papua, mulai dari pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, hingga pendidikan. Beliau juga memastikan program-program yang dibawa benar-benar sampai langsung kepada masyarakat,”
Kemudian, rekam jejak kunjungan kerja Wapres ke beberapa titik wilayah rawan konflik dengan risiko keamanan tinggi di Papua dinilai memicu sentimen positif serta simpati mendalam dari masyarakat setempat. Dengan demikian, keberanian tersebut merefleksikan kehadiran nyata negara di tengah-tengah rakyat.
Akhirnya, Wapres Gibran menitipkan pesan agar PMN konsisten menjadi wadah pergerakan inklusif yang merangkul keberagaman latar belakang iman, suku, maupun profesi. Enday memungkasi arahan Wapres, “Beliau berpesan agar PMN terus menjadi gerakan yang diisi lintas iman, lintas agama, lintas profesi, untuk mendorong nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di Republik Indonesia,”





