Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.
Salah satu lokasi terdampak berada di Kecamatan Mesuji Raya, di mana ruas jalan penghubung antar desa mengalami kerusakan cukup parah akibat genangan air dan banjir.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim ini bekerja sama dengan aparat TNI–Polri serta perangkat desa setempat untuk memastikan akses masyarakat tetap dapat digunakan.
Kepala Pelaksana BPBD OKI, Nova Triyussanto, mengatakan bahwa pihaknya selalu mengerahkan tim TRC ketika menerima laporan kerusakan jalan akibat bencana hidrometeorologi, terutama yang dipicu curah hujan tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap terjadi saat musim hujan karena air yang meluap sering merusak badan jalan di beberapa wilayah pedesaan.
“Setiap kali terjadi kerusakan jalan akibat hujan deras atau banjir, tim TRC BPBD OKI segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu penanganan awal,” ujar Nova Triyussanto, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kejadian yang cukup berdampak terjadi pada April 2026 di Kecamatan Mesuji Raya. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan air meluap dan menggenangi badan jalan utama penghubung antar desa.
Genangan air yang bertahan cukup lama membuat kondisi jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat sempat terganggu karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dengan normal.
Pada beberapa titik, warga bahkan terpaksa mendorong sepeda motor mereka melewati jalan yang tergenang air dan berlumpur. Sebagian lainnya memilih berjalan kaki karena kendaraan tidak dapat melintasi jalur tersebut.
“Warga harus berjalan kaki atau mendorong kendaraan melewati genangan air yang cukup dalam,” jelas Listiadi.
Selain itu, genangan air yang cukup tinggi juga menyebabkan kerusakan pada permukaan jalan.
Aspal di sejumlah titik terkelupas dan membentuk lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya sistem drainase yang memadai di sekitar ruas jalan tersebut.
Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga menggenangi badan jalan dalam waktu cukup lama.
Listiadi menjelaskan bahwa banjir yang merendam jalan tersebut berasal dari luapan aliran air di parit serta sungai kecil yang berada di sekitar permukiman warga.
Karena saluran air tidak mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan deras, air akhirnya meluap dan menggenangi ruas jalan utama.
“Air yang meluap dari parit dan aliran sungai kecil di sekitar pemukiman menyebabkan badan jalan terendam cukup lama,” katanya.
Dampak dari kerusakan jalan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan, tetapi juga memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat.
Sejumlah pelajar di wilayah tersebut terpaksa tidak masuk sekolah karena akses menuju sekolah sulit dilalui. Selain itu, para petani juga mengalami kesulitan mengangkut hasil panen dari kebun menuju pasar.
Gangguan transportasi ini bahkan sempat mempengaruhi distribusi barang kebutuhan pokok di beberapa warung warga.
“Pasokan barang ke warung sempat terhambat karena kendaraan pengangkut tidak bisa melewati jalan tersebut. Akibatnya harga beberapa kebutuhan pokok sempat naik,” ungkap Listiadi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD OKI langsung menurunkan tim TRC guna melakukan asesmen serta penanganan darurat di lapangan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka jalur alternatif sementara agar masyarakat tetap dapat beraktivitas.
Tim TRC bersama aparat desa dan masyarakat setempat melakukan perbaikan sementara dengan menimbun bagian jalan yang rusak dan membuat jalur darurat agar kendaraan roda dua masih dapat melintas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai solusi sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
Setelah beberapa waktu, genangan air mulai surut. Namun kondisi jalan belum sepenuhnya kembali normal karena sebagian badan jalan masih rusak.
Berdasarkan laporan dari Bidang Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD OKI, banjir yang terjadi pada bulan April menyebabkan kerusakan jalan cukup parah di ruas Desa Embacang Permai hingga Desa Rotan Mulya.
Panjang ruas jalan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.
Ruas jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat setempat karena digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari transportasi warga, kegiatan pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.
Karena itu, BPBD OKI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan secara permanen.
Nova Triyussanto berharap adanya peningkatan kualitas infrastruktur jalan serta sistem drainase yang lebih baik di wilayah rawan banjir, sehingga kerusakan serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
“Dengan perbaikan infrastruktur dan sistem drainase yang memadai, diharapkan dampak banjir terhadap akses transportasi masyarakat dapat diminimalkan,” pungkasnya.




